Kendari, Panjikendari.com — Seorang pria dilaporkan melompat dari Jembatan Teluk Kendari pada Senin malam, 26 Mei 2025, memicu operasi pencarian dan pertolongan oleh Tim SAR gabungan. Kejadian ini mengingatkan pada insiden serupa yang terjadi pada April lalu, ketika seorang remaja perempuan juga melompat dari jembatan yang sama.
Menurut laporan yang diterima oleh Comm Centre Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Kendari pada pukul 19.40 WITA dari Bapak Mardin, seorang pria terlihat melompat dari Jembatan Teluk Kendari. Tim Rescue KPP Kendari segera diberangkatkan pada pukul 19.55 WITA menuju lokasi kejadian yang berjarak sekitar 17 kilometer dari kantor KPP Kendari.
Saksi mata melaporkan bahwa sekitar pukul 19.10 WITA, korban turun dari sepeda motor dengan nomor plat DT 5085 RF sambil menangis, kemudian melompat dari jembatan. Warga yang berada di sekitar lokasi segera menghubungi pihak Basarnas Kendari untuk meminta pertolongan.
Operasi pencarian melibatkan berbagai unsur, termasuk Staf Operasi dan Rescuer KPP Kendari, Polairud Polda Sultra, Lanal Kendari, KSOP Kendari, KP3 Kendari, dan Kantor Monitoring SHMS PUPR. Peralatan yang digunakan dalam operasi ini meliputi rescue car, ambulance, Rigid Inflatable Boat (RIB), perahu karet, peralatan selam, Aquaeye, peralatan medis, peralatan evakuasi, serta peralatan komunikasi dan keselamatan lainnya.
Cuaca pada saat kejadian dilaporkan berawan, namun tidak menghambat upaya pencarian yang dilakukan oleh tim SAR gabungan.
Kepala KPP Kendari, Amiruddin A.S., menyatakan bahwa operasi pencarian akan terus dilakukan hingga korban ditemukan. Ia juga mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan kejadian serupa kepada pihak berwenang agar tindakan cepat dapat diambil.
Insiden ini terjadi kurang dari sebulan setelah kejadian tragis pada 27 April 2025, di mana seorang remaja perempuan bernama Riski Nurul (19) melompat dari Jembatan Teluk Kendari dan ditemukan meninggal dunia keesokan harinya. Kasus tersebut juga memicu keprihatinan masyarakat terhadap kesehatan mental dan pentingnya dukungan bagi individu yang mengalami tekanan psikologis. (*)







