Panjikendari.com, Kendari – Usulan Pemerintah Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, untuk melakukan pinjaman dana kepada PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) mendapatkan dukungan dari berbagai kalangan, salah satunya dari Network For Indonesian Democratic Society Sultra.
Ketua Network For Indonesian Democratic Society Sultra, Salahuddin Loga, dalam siaran persnya, menyampaikan, itikad baik pemerintah Kota Kendari dalam upaya akselerasi peningkatan pembangunan di Kota Kendari harus didukung dan diapresiasi. Tanpa adanya dukungan dari semua unsur akan menjadi hal mustahil untuk terealisasi dengan cepat dan baik.
Mantan Ketua MPM UHO Kendari ini mengatakan, terkait rencana pemerintah Kota Kendari dalam mengajukan dana pinjaman pada PT SMI untuk pembangunan dua fasilitas publik yaitu penambahan akses jalan baru tepatnya di Jalan Ahmad Nasution dan pembangunan Rumah Sakit di Puuwatu mesti didukung dan diapresiasi positif oleh seluruh komponen masyarakat Kota Kendari atas niat baik wali Kota Kendari tersebut.
Sebab kata dia, jika seandainya ada oknum untuk coba menggagalkan rencana mulia tersebut berarti mereka tidak menghendaki kota ini maju dan sejajar dengan daerah-daerah yang lain. Apalagi Kota Kendari sebagai ibu kota provinsi Sulawesi Tenggara.
Ada beberapa dampak sosial ekonomi yang akan timbul jika dilakukan penambahan pembangunan akses jalan Di Jalan Ahmad Yani tepatnya di pertigaan kampus UHO Kendari, diantaranya; akan mengurai kemacetan lalu lintas serta mengurangi kasus laka lantas lainnya, berakibat pada efisiensi biaya transportasi publik.
“Sebab dengan kondisi macet akan terjadi peningkatan pembiayaan pembelian BBM pemilik berkendara karena terlalu kelamaan berhenti atau lambat jalannya kendaraan pengendara,” ujarnya.
Kemacetan juga, kata dia, dapat mengakibatkan perubahan mental maupun fisik misalnya mengakibatkan stres dan lelah sehingga menimbulkan ketidaknyamanan bagi masyarkat yang berkendara serta dapat menghilangkan waktu kerja bagi masyarakat yang bekerja pada lembaga pemerintah ataupun non-pemerintah akibat kemacetan.
Mengatasi kemacetan juga dapat meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat kelas menengah atas maupun kalangan menengah. Sementara jumlah kepemilikan kendaraan makin hari makin bertambah maka sangat perlu ada upaya penambahan pembangunan akses-akses jalan baru.
Kemudian soal dampak pembangunan rumah sakit di area Puuwatu, ini berorientasi sebagai upaya peningkatan kualitas kesehatan masyarakat Kota Kendari pada umumnya serta khususnya area Puuwatu dan sekitarnya, serta lebih mendekatkan lagi pelayanan kesehatan kepada publik.
“Yang perlu diketahui juga bahwa masyarakat yang memiliki status ekonomi menengah bawah, mereka lebih memilih rumah sakit pelat merah dalam melakukan konsul medis atau pemeriksan kesehatan dari pada rumah sakit milik swasta,” katanya.
Dampak positif lain juga, lanjut Salahuddin, jika rumah sakit baru dibangun akan mengurangi jumlah pengangguran khususnya bagi lulusan- lulusan dari kampus kesehatan.
“Sebuah daerah bisa dikatakan maju dan sejahtera jika masyarakatnya sehat,” tambahnya Salahuddin.
Pada prinsipnya, kata dia, apa yang direncanakan oleh pemerintah Kota Kendari sesuai empat fungsi pemerintah yang melekat pada yakni; fungsi pelayanan, fungsi pengaturan, fungsi pembangunan, dan fungsi pemberdayaan. (jie)







