Panjikendari.com – Penurunan angka kemiskinan di Kabupaten Muna dan Muna Barat (Mubar) pada 2019-2020 mengalami tak signifikan.
Hasil pendataan yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS), tercatat angka kemiskinan di Muna dari 28.470 jiwa atau 12,85 persen pada tahun 2019, menurun menjadi 28.730 jiwa atau 12,83 persen di tahun 2020.
Sedangkan, untuk Mubar dari 11.520 jiwa atau 13,84 persen di tahun 2019, turun menjadi 11.320 jiwa atau 13,30 persen di tahun 2020. Hal ini menunjukan, angka kemiskinan di dua daerah tersebut tidak mencapai 1 persen. Bahkan sangat jauh. Selisihnya hanya sebesar 0,2 persen dan 0,54 persen.
“Data itu diperoleh sesaat sebelum pandemi Covid-19 melanda daerah kita,” ungkap Kepala BPS Muna saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis 11 Februari 2021.
Kadir menerangkan, dari segi presentase, angka kemiskinan di Muna mengalami penurunan, namun terjadi peningkatan terhadap jumlah jiwa. Totalnya kurang lebih sekitar 300 jiwa.
“Berbeda dengan Mubar, dari segi presentase memang besar. Hanya saja jumlah jiwanya lebih rendah, karena jumlah penduduknya juga memang lebih rendah dari Muna,” sebutnya.
Untuk gambaran masyarakat miskin di 2021 ini, Kadir memperkirakan akan terjadi kenaikan. Sebab, semasa itu telah dilalui masyarakat dengan kondisi daerah yang terdampak Covid-19. Artinya, sebelum memasuki pandemi saja, penurun angka kemiskinan tidak signifikan. Apalagi setelah pandemi melanda.
“Kita tau sendiri, jika Covid ini sangat berdampak bagi kebutuhan hidup masyarakat pada sehari-harinya. Penghasilan jadi berkurang, bahkan sampai tak bisa lagi bekerja,” imbuhnya.
Nah, dengan adanya hal itu, Kadir berharap saat pendataan Maret 2021 mendatang, masyarakat lebih terbuka untuk memberikan respons yang jujur kepada para petugas BPS agar data penduduk miskin yang dihasilkan nantinya bisa lebih akurat.
“Kesalahan hitung itu bisa saja terjadi karena kurangnya keterbukaan dari masyarakat atas keadaannya. Makanya, dibtuhkan jawaban yang sejujur-jujurnya. Toh, dalam pelaksanaanya juga tidak dibebani biaya, alias gratis,” ujarnya. (Erwino)








