Konawe Selatan – Pencarian warga diterkam buaya di Sungai Roraya, Kecamatan Tinanggea, masih terus berlangsung hingga hari kedua. Korban atas nama Sara (49), warga Desa Roraya, dilaporkan hilang pada Ahad (6/4) siang saat mencari pokea bersama istrinya.
Operasi SAR kembali digelar sejak pukul 07.00 WITA setelah sebelumnya dihentikan sementara pada malam hari pukul 22.40 WITA. Tim SAR gabungan membagi dua tim untuk menyisir area berbeda di sungai tersebut. Tim pertama menyusuri aliran sungai sejauh lima kilometer dari titik terakhir korban terlihat (LKP), menggunakan rubber boat Basarnas dan perahu milik warga. Tim kedua menyisir pinggiran sungai hingga ke arah muara, mengamati tanda-tanda perubahan kondisi dan melaporkan setiap temuan secara cepat.
Cuaca berawan tidak menghalangi jalannya operasi. Proses pencarian ini didukung berbagai unsur seperti personel KPP Kendari, BPBD dan Damkar Konawe Selatan, Balai Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai, Manggala Agni Daops Sultra III, Polsek Tinanggea, serta masyarakat dan keluarga korban.
Dalam pencarian warga yang diduga diterkam buaya ini, Tim SAR mengerahkan peralatan seperti rubber boat, drone thermal, AquaEye, perlengkapan medis dan evakuasi, serta peralatan komunikasi dan keselamatan lainnya.
Peristiwa ini bermula pada Ahad, 6 April, pukul 11.00 WITA, saat korban dan istrinya turun ke Sungai Roraya untuk mencari kerang air tawar (pokea). Sekitar pukul 13.00 WITA, Sara diduga disambar buaya. Upaya pencarian awal oleh warga sekitar tidak membuahkan hasil hingga laporan resmi diterima oleh Basarnas Kendari.
Kepala KPP Kendari, Amiruddin A.S., menyatakan operasi SAR akan terus dilanjutkan hingga korban ditemukan. Ia juga mengimbau masyarakat untuk lebih waspada saat beraktivitas di wilayah perairan yang menjadi habitat buaya. (*)






