Nelayan Menui Hilang Kontak di Perairan Morowali Ditemukan Selamat

- Penulis

Sabtu, 17 Januari 2026 - 19:14 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PANJIKENDARI.COM, MOROWALI – Seorang nelayan asal Menui Kepulauan, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, sempat dilaporkan hilang kontak saat melaut. Korban bernama Kasim Marama (55) akhirnya ditemukan dalam kondisi selamat pada Jumat (17/1/2026).

Informasi tersebut diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan Kendari atau Basarnas Kendari pada pukul 14.15 Wita dari pihak keluarga korban. Kasim diketahui berlayar seorang diri menggunakan longboat dan mengalami lost contact di sekitar Perairan Padei Laut, Kabupaten Morowali.

Menindaklanjuti laporan itu, Tim Rescue Pos SAR Konawe Utara langsung diberangkatkan menuju lokasi kejadian pada pukul 14.30 Wita. Jarak tempuh menuju titik perkiraan lokasi korban mencapai sekitar 53 nautical mile (NM) dari Pos SAR Konawe Utara.

Saat proses pencarian berlangsung, kondisi cuaca di perairan dilaporkan berawan dan berpotensi hujan, dengan kecepatan angin sekitar 20 knot dari arah barat serta tinggi gelombang antara 0,5 hingga 0,75 meter.

Namun, sebelum tim SAR tiba di lokasi, pada pukul 16.30 Wita pihak keluarga kembali menghubungi Basarnas dan mengabarkan bahwa korban telah ditemukan oleh masyarakat setempat. Korban ditemukan sekitar 2,77 NM ke arah timur laut dari titik terakhir yang diketahui, dalam keadaan selamat, lalu dievakuasi ke Pulau Menui.

Setelah menerima informasi tersebut, Tim Rescue Pos SAR Konawe Utara kembali ke Dermaga Molawe pada pukul 16.40 Wita dan tiba sekitar pukul 18.00 Wita.

“Dengan ditemukannya korban dalam keadaan selamat, operasi SAR kecelakaan longboat di Perairan Padei Laut dinyatakan selesai dan resmi ditutup,” kata Kepala KPP Kendari, Amiruddin A.S, dalam keterangan tertulisnya.

Kronologi Kejadian

Berdasarkan informasi Basarnas, peristiwa ini bermula pada 15 Januari 2026 sekitar pukul 08.00 Wita. Korban berangkat dari Menui Kepulauan menuju Desa Molore, Konawe Utara, menggunakan longboat berbahan fiber.

Baca Juga  Raih Penghargaan Nasional IHSA Award 2025, Dua Tokoh Ini Harumkan Nama Sultra

Dalam perjalanan, korban sempat singgah di Desa Buranga untuk mengisi bahan bakar sebelum kembali melanjutkan pelayaran. Posisi terakhir korban yang diketahui berada di sekitar Reef Manaha Mengkedu.

Waktu tempuh normal menuju Desa Molore diperkirakan sekitar 12 jam. Namun hingga waktu tersebut, korban tidak kunjung tiba. Pihak keluarga sempat melakukan pencarian mandiri, namun tidak membuahkan hasil hingga akhirnya melaporkan kejadian tersebut ke Basarnas Kendari.

Unsur Terlibat

  • Operasi SAR ini melibatkan sejumlah unsur, antara lain:
  • Staf Operasi KPP Kendari
  • Pos SAR Konawe Utara
  • Polair Konawe Utara
  • Pos TNI AL Konawe Utara
  • Masyarakat setempat
  • Keluarga korban

Peralatan yang digunakan meliputi rescue car, Rigid Inflatable Boat (RIB), longboat, aquaeye, peralatan SAR medis, peralatan evakuasi, serta perangkat komunikasi dan keselamatan lainnya.

Basarnas mengimbau masyarakat pesisir, khususnya nelayan, agar selalu memperhatikan kondisi cuaca dan memastikan kesiapan armada serta alat komunikasi sebelum melaut. (*)

Facebook Comments

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel panjikendari.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Urundana Petani Milenial Diminati Diaspora, Peserta dari Luar Negeri Siap Ikuti Webinar Internasional
Menghidupkan Kembali Jejak Peradaban: Penguatan Hubungan Budaya Indonesia–India di New Delhi
Respons Humanis Holding Perkebunan Nusantara: PalmCo Pastikan Perlindungan dan Pendampingan bagi Korban Longsor
KAI Catat Peningkatan Pengguna LRT Jabodebek pada 2 Desember 2025
KAI Daop 8 Surabaya Lakukan Perbaikan Perlintasan Sebidang JPL 36 Jalan Deltasari, Pengendara Diimbau Antisipasi
Dukung Inklusi Keuangan Berkelanjutan, BRI Finance Hadirkan Promo di Pasar Keuangan Rakyat di Medan
Fakultas Pertanian Gelar Bimtek Pupuk Organik Diperkaya Agens Hayati Indigenos di Desa Lasalepa
UHO dan Dinas Pertanian Kendari Dorong Pertanian-Peternakan Terpadu Berbasis Zero Waste

Berita Terkait

Sabtu, 17 Januari 2026 - 19:14 WITA

Nelayan Menui Hilang Kontak di Perairan Morowali Ditemukan Selamat

Selasa, 23 Desember 2025 - 18:36 WITA

Urundana Petani Milenial Diminati Diaspora, Peserta dari Luar Negeri Siap Ikuti Webinar Internasional

Rabu, 17 Desember 2025 - 09:50 WITA

Menghidupkan Kembali Jejak Peradaban: Penguatan Hubungan Budaya Indonesia–India di New Delhi

Jumat, 12 Desember 2025 - 14:46 WITA

Respons Humanis Holding Perkebunan Nusantara: PalmCo Pastikan Perlindungan dan Pendampingan bagi Korban Longsor

Selasa, 9 Desember 2025 - 05:16 WITA

KAI Catat Peningkatan Pengguna LRT Jabodebek pada 2 Desember 2025

Berita Terbaru