Nelayan Hilang di Perairan Lowulowu: Besok, Basarnas Kendari Lanjutkan Pencarian

- Penulis

Senin, 17 Maret 2025 - 21:58 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Baubau, 17 Maret 2025 – Seorang nelayan bernama Zamitu (65), warga Kelurahan Kolese, Kecamatan Lealea, Kota Baubau, dilaporkan hilang di Perairan Lowulowu setelah longboatnya ditemukan terbalik. Tim SAR gabungan yang dipimpin oleh Basarnas Kendari telah melakukan pencarian sejak pagi, namun hingga sore hari belum membuahkan hasil.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Kendari, Amiruddin A.S., menyampaikan bahwa operasi SAR dihentikan sementara pada pukul 17.00 Wita dan akan dilanjutkan kembali besok pagi pukul 07.30 Wita.

“Tim Rescue Pos SAR Baubau tiba di lokasi kejadian pada pukul 11.50 Wita dan langsung melakukan penyisiran. Hingga sore hari, pencarian masih belum menemukan tanda-tanda korban. Kami akan melanjutkan operasi besok pagi dengan harapan korban segera ditemukan,” ujar Amiruddin.

Berdasarkan informasi dari pihak keluarga, kejadian ini bermula pada 16 Maret 2025 pukul 18.30 Wita, setelah korban pergi memancing usai berbuka puasa menggunakan longboat miliknya di Perairan Lowu-lowu. Biasanya, korban kembali sekitar pukul 21.00 Wita, namun hingga larut malam ia tak kunjung pulang.

Keluarga korban yang khawatir langsung melakukan pencarian dan menemukan longboat dalam kondisi terbalik sekitar 400 meter dari bibir pantai, namun korban tidak ditemukan di sekitar lokasi. Setelah hasil pencarian awal nihil, keluarga segera melaporkan kejadian ini ke Basarnas Kendari.

Operasi pencarian terhadap korban melibatkan sejumlah unsur, di antaranya: staf Operasi KPP Kendari, SAR Baubau, Polair Baubau, Pos AL Baubau, PMI Baubau, masyarakat sekitar, dan keluarga korban

Sejumlah peralatan juga dikerahkan untuk mendukung pencarian, termasuk rescue car, RIB Pos SAR Baubau, speedboat Polair, longboat nelayan, Aquaeye, serta peralatan evakuasi dan medis.

Menurut Amiruddin, faktor cuaca juga menjadi perhatian dalam operasi ini. “Kondisi cuaca saat pencarian berlangsung terpantau hujan ringan dengan kecepatan angin berkisar antara 3 hingga 8 knot dari arah barat,” jelasnya.

Baca Juga  Imbang Lawan Rennes, PSG Terancam Gagal Juara

Karena hasil pencarian pada hari pertama masih nihil, Basarnas Kendari dan tim SAR gabungan akan kembali melanjutkan pencarian pada 18 Maret 2025 pukul 07.30 Wita dengan memperluas area pencarian.

“Kami akan terus berupaya maksimal dalam pencarian ini dan berharap korban bisa segera ditemukan,” tutup Amiruddin. (*)

Facebook Comments

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel panjikendari.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Basarnas Kendari Turunkan Tim SAR Cari Dua Mahasiswa UHO yang Tersesat di Hutan Konawe
Belajar dari Malang, PDAM Kendari Percepat Digitalisasi dan Reformasi Tata Kelola Layanan Air
Ratusan Burung Endemik Sulawesi Diselamatkan dari Penyelundupan Laut
MI Al-Istiqomah Kendari Raih Akreditasi A, Perkuat Pendidikan Islam Berbasis Karakter dan Digital
Basarnas Kendari Kirim Tim Bantu Pencarian Pesawat Hilang di Maros–Pangkep
Promo Januari 2026! Al-Munawwir Buka Kelas Berkuda & Panahan
Al-Munawwir Stable & Archery Reborn Gelar Pelatihan Dasar Berkuda di Kendari
Perjuangan Ojol Perempuan di Kolaka, Menghidupi Keluarga dari Jalanan

Berita Terkait

Rabu, 28 Januari 2026 - 09:00 WITA

Basarnas Kendari Turunkan Tim SAR Cari Dua Mahasiswa UHO yang Tersesat di Hutan Konawe

Selasa, 27 Januari 2026 - 20:32 WITA

Belajar dari Malang, PDAM Kendari Percepat Digitalisasi dan Reformasi Tata Kelola Layanan Air

Selasa, 27 Januari 2026 - 14:49 WITA

MI Al-Istiqomah Kendari Raih Akreditasi A, Perkuat Pendidikan Islam Berbasis Karakter dan Digital

Kamis, 22 Januari 2026 - 14:34 WITA

Basarnas Kendari Kirim Tim Bantu Pencarian Pesawat Hilang di Maros–Pangkep

Rabu, 21 Januari 2026 - 19:21 WITA

Promo Januari 2026! Al-Munawwir Buka Kelas Berkuda & Panahan

Berita Terbaru