Nelayan Hilang di Perairan Kokoila Morowali Ditemukan Lemas di Atas Longboat Setelah 5 Hari Pencarian

- Penulis

Kamis, 13 Maret 2025 - 15:38 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan Gambar:
Tim SAR dari Kantor Pencarian dan Pertolongan (BASARNAS) Kendari mendampingi Mustafa (55), nelayan yang ditemukan selamat setelah hilang selama lima hari di Perairan Kokoila, Morowali. Mustafa tampak duduk bersama keluarga dan warga di rumahnya di Desa Sawapudo, Konawe, setelah dievakuasi dalam kondisi lemas.
Keterangan Gambar:
Tim SAR dari Kantor Pencarian dan Pertolongan (BASARNAS) Kendari mendampingi Mustafa (55), nelayan yang ditemukan selamat setelah hilang selama lima hari di Perairan Kokoila, Morowali. Mustafa tampak duduk bersama keluarga dan warga di rumahnya di Desa Sawapudo, Konawe, setelah dievakuasi dalam kondisi lemas.
Tim SAR dari Kantor Pencarian dan Pertolongan (BASARNAS) Kendari mendampingi Mustafa (55), nelayan yang ditemukan selamat setelah hilang selama lima hari di Perairan Kokoila, Morowali. Mustafa tampak duduk bersama keluarga dan warga di rumahnya di Desa Sawapudo, Konawe, setelah dievakuasi dalam kondisi lemas.

i

Keterangan Gambar: Tim SAR dari Kantor Pencarian dan Pertolongan (BASARNAS) Kendari mendampingi Mustafa (55), nelayan yang ditemukan selamat setelah hilang selama lima hari di Perairan Kokoila, Morowali. Mustafa tampak duduk bersama keluarga dan warga di rumahnya di Desa Sawapudo, Konawe, setelah dievakuasi dalam kondisi lemas. Keterangan Gambar: Tim SAR dari Kantor Pencarian dan Pertolongan (BASARNAS) Kendari mendampingi Mustafa (55), nelayan yang ditemukan selamat setelah hilang selama lima hari di Perairan Kokoila, Morowali. Mustafa tampak duduk bersama keluarga dan warga di rumahnya di Desa Sawapudo, Konawe, setelah dievakuasi dalam kondisi lemas. Tim SAR dari Kantor Pencarian dan Pertolongan (BASARNAS) Kendari mendampingi Mustafa (55), nelayan yang ditemukan selamat setelah hilang selama lima hari di Perairan Kokoila, Morowali. Mustafa tampak duduk bersama keluarga dan warga di rumahnya di Desa Sawapudo, Konawe, setelah dievakuasi dalam kondisi lemas.

Morowali, 13 Maret 2025 – Seorang nelayan hilang di Perairan Kokoila, Morowali, akhirnya ditemukan dalam kondisi lemas setelah lima hari terombang-ambing di laut. Mustafa, 55 tahun, warga Desa Sawapudo, Kecamatan Soropia, Kabupaten Konawe, ditemukan tertidur di atas longboatnya sekitar 22,84 mil laut arah selatan dari lokasi terakhir diketahui atau sekitar 7 mil laut dari Pulau Wawonii.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (BASARNAS) Kendari, Amiruddin A.S, mengatakan bahwa korban ditemukan oleh seorang nelayan bernama Rendi, 25 tahun, warga Wawonii, pada pukul 09.13 WITA. “Korban ditemukan dalam kondisi tubuh yang sudah sangat lemas. Setelah itu, korban dievakuasi ke Desa Sawapudo untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut,” ujarnya. Dengan ditemukannya korban dalam keadaan selamat, operasi pencarian resmi dinyatakan selesai dan ditutup.

Kronologi Hilangnya Nelayan di Perairan Kokoila

Insiden ini terjadi pada Sabtu, 8 Maret 2025, saat sebuah kapal ikan tanpa nama berangkat dari Soropia menuju Perairan Kokoila, Morowali, untuk mencari cumi. Setibanya di lokasi, kapal melego jangkar, dan empat nelayan turun menggunakan masing-masing satu longboat untuk berburu cumi.

Pada pukul 22.30 WITA, angin kencang tiba-tiba menerjang kawasan tersebut. Tiga nelayan berhasil kembali ke kapal, tetapi Mustafa tidak kunjung kembali. Upaya pencarian awal oleh pihak keluarga dan masyarakat setempat tidak membuahkan hasil, sehingga Tim SAR dikerahkan untuk melakukan pencarian lebih lanjut.

Operasi SAR Melibatkan Berbagai Unsur

Operasi SAR ini melibatkan staf Operasi Kantor Pencarian dan Pertolongan (BASARNAS) Kendari, Pos SAR Konawe Utara, SROP Kendari, ABK Kapal Gae, serta masyarakat dan keluarga korban. Berbagai peralatan juga digunakan, seperti truk personil, rescue car, Rigid Inflatable Boat (RIB), longboat, kapal Gae, serta peralatan SAR medis, evakuasi, komunikasi, dan pendukung keselamatan lainnya.

Baca Juga  Tertangkap KPK di Akhir Ramadan, Berikut Harta Kekayaan Bupati Nganjuk

Kondisi Cuaca Saat Operasi SAR

Selama pencarian, cuaca di lokasi cukup mendukung dengan kondisi cerah berawan. Kecepatan angin tercatat antara 3-6 knots dari arah utara, dan tinggi gelombang berada di kisaran 0,5 hingga 0,75 meter.

Kepala KPP Kendari, Amiruddin A.S, mengimbau para nelayan agar selalu memperhatikan kondisi cuaca sebelum melaut dan melengkapi diri dengan alat keselamatan yang memadai. (*)

Facebook Comments

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel panjikendari.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BMKG: 22 Gempa di Sultra dalam Sepekan, Terbanyak di Koltim dan Konut
Basarnas Kendari Turunkan Tim SAR Cari Dua Mahasiswa UHO yang Tersesat di Hutan Konawe
Belajar dari Malang, PDAM Kendari Percepat Digitalisasi dan Reformasi Tata Kelola Layanan Air
Ratusan Burung Endemik Sulawesi Diselamatkan dari Penyelundupan Laut
MI Al-Istiqomah Kendari Raih Akreditasi A, Perkuat Pendidikan Islam Berbasis Karakter dan Digital
Basarnas Kendari Kirim Tim Bantu Pencarian Pesawat Hilang di Maros–Pangkep
Promo Januari 2026! Al-Munawwir Buka Kelas Berkuda & Panahan
Al-Munawwir Stable & Archery Reborn Gelar Pelatihan Dasar Berkuda di Kendari

Berita Terkait

Jumat, 3 April 2026 - 11:19 WITA

BMKG: 22 Gempa di Sultra dalam Sepekan, Terbanyak di Koltim dan Konut

Rabu, 28 Januari 2026 - 09:00 WITA

Basarnas Kendari Turunkan Tim SAR Cari Dua Mahasiswa UHO yang Tersesat di Hutan Konawe

Selasa, 27 Januari 2026 - 20:32 WITA

Belajar dari Malang, PDAM Kendari Percepat Digitalisasi dan Reformasi Tata Kelola Layanan Air

Selasa, 27 Januari 2026 - 17:53 WITA

Ratusan Burung Endemik Sulawesi Diselamatkan dari Penyelundupan Laut

Selasa, 27 Januari 2026 - 14:49 WITA

MI Al-Istiqomah Kendari Raih Akreditasi A, Perkuat Pendidikan Islam Berbasis Karakter dan Digital

Berita Terbaru

PEMERINTAHAN

Pemprov Sultra Resmi Tunjuk Muhammad Fadlansyah sebagai Pj Sekda

Senin, 18 Mei 2026 - 16:37 WITA