Panjikendari.com – Guna mewujudkan lingkungan yang bersih dan sehat, Pemerintah Kabupaten Majalengka terus melakukan terobosan. Saat ini, Pemkab Majalengka mulai melarang warganya merokok di sembarang tempat. Larangan itu tertuang dalan Peraturan Bupati Majalengka Nomor 4 tahun 2021 tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR).
Seperti dilansir melalui Tribuncirebon.com, Wakil Bupati Majalengka, Tarsono D Mardiana mengatakan, pemerintah memiliki keseriusan untuk melindungi masyarakat dari bahaya konsumsi rokok serta pengaruh buruknya bagi kesehatan.
“Ini momentum yang sangat baik untuk menuju Majalengka menjadi Kabupaten Sehat sehingga harus terus digelorakan lagi bahwa rokok itu sangat membahayakan,” ujar Tarsono usai membuka kegiatan sosialisasi regulasi KTR di salah satu hotel di Majalengka, Kamis, 8 April 2021.
Dalam Perbup itu, kata Tarsono, pemerintah tidak melarang masyarakat untuk merokok. Namun, Perbup tersebut mengatur bagaimana agar masyarakat tidak merokok di sembarang tempat.
“Aturan ini hanya melarang merokok di tempat yang sudah diatur, yaitu di 8 kawasan yang terdiri dari, fasilitas kesehatan, tempat belajar mengajar, tempat bermain anak, tempat ibadah, angkutan umum, sarana olahraga, tempat kerja, dan tempat umun,” ucapnya.
Nantinya, kata dia, akan ada sanksi administrasi berupa denda bagi siapa pun yang merokok di sembarang tempat. Terutama di tempat-tempat yang terpampang tulisan Kawasan Tanpa Rokok atau KTR.
“Dalam Perbup ini dicantumkan sanksi bagi pelanggar yaitu denda adminstrasi antara Rp 50 ribu hingga Rp 500 ribu bagi yang siapapun yang melanggar,” sebutnya.
Selain berlaku untuk rokok konvensional, Perbup tentang Kawasan Tanpa Rokok itu juga diberlakukan sama untuk rokok elektronik seperti vape. “Vape juga termasuk, tidak boleh sembarangan,” ujarnya.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Kesehatan Majalengka, Gandana Purwana menambahkan, di delapan kawasan KTR yang sudah ditetapkan nantinya juga akan disediakan tempat khusus bagi para perokok.
“Tempat khusus untuk merokok berada di ruang terbuka tanpa atap, terpisah dari gedung dan tidak boleh ada perabotan seperti kursi serta meja,” ujarnya. (net)








