Kendari, Sulawesi Tenggara – Ikatan Guru Raudhatul Athfal (IGRA) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) mengadakan kegiatan lomba kolase tingkat RA se-Sultra yang diikuti 500 peserta didik dari berbagai sekolah RA se-Sulawesi Tenggara yang masing-masing didampingi orangtuanya. Kegiatan ini dilaksanakan di Lippo Plaza Kendari, Sabtu, 15 Februari 2025.
Kegiatan ini mengangkat tema ‘Mempererat Kasih Sayang Orang Tua dan Anak.’ Menurut Ketua panitia kegiatan, Suharlin, S.Pd, lomba kolase ini dapat meningkatkan perhatian orang tua terhadap anak-anak mereka yang sering kali terabaikan karena kesibukan orang tua.
Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Kota Kendari, Hj Marni SAg MPd, mengatakan bahwa masa anak-anak adalah masa keemasan yang harus digunakan untuk menggali kreativitas dan menciptakan energi positif. “Tanamkan kejujuran, kerjasama antara orang tua dan anak, serta tanggung jawab dan kepekaan sosial pada anak-anak,” ucapnya.

Menurutnya, kegiatan ini juga dapat membantu anak-anak mengembangkan potensi mereka dan meningkatkan pengetahuan mereka. “Dampingi anak-anak ke hal-hal positif dan ajarkan mereka untuk berbagi,” tambahnya.
Ketua IGRA Sulawesi Tenggara, Irna Eiyza, S.Psi, M.Pd, mengatakan bahwa kegiatan ini akan dilanjutkan dengan kegiatan serupa di tingkat yang lebih tinggi. “Kedepannya kami akan mengadakan kegiatan kolase lagi tapi di tingkat yang lebih tinggi,” ucapnya.
Salah seorang juri lomba kolase, Hamurti SPd MPd, mengatakan bahwa kriteria kemenangan lomba adalah bagaimana siswa menjaga kekompakan dengan orang tua yang mendampingi dan kebersihan, finishing hingga estetika yang dimiliki oleh karya kolase yang dipamerkan.
Salah satu orang tua peserta didik, Fitrina, dari RA Annisa Muslimat NU, mengatakan bahwa kegiatan ini sangat positif karena dapat membuat anak-anak lebih berani tampil, lebih kreatif, dan berharap kegiatan seperti ini dapat diadakan kembali.
Dengan demikian, kegiatan lomba kolase ini diharapkan dapat meningkatkan kreativitas dan percaya diri anak-anak, serta meningkatkan perhatian orang tua terhadap anak-anak mereka. Selain itu, kegiatan ini juga dapat memperkuat hubungan antara orang tua dan anak, serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya pendidikan karakter pada anak-anak. (**)
Penulis: Abar








