Lomba Karya Musik Anak Komunitas Mulai Jaring 15 Finalis Terbaik

- Penulis

Kamis, 8 April 2021 - 12:49 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Panjikendari.com, Jakarta – Penjurian Lomba Karya Musik Anak Komunitas (KAMU AKU) yang digelar Biro Komunikasi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) terus berlangsung. Setelah melalui tahapan seleksi dan penilaian awal, kali ini penjurian memasuki tahap kedua untuk menentukan 15 karya terbaik.

Penilaian dilakukan oleh dewan juri yakni Viky Sianipar (musisi); Mia Ismi (Musisi); Astrid Lea (Musisi); Budi Dalton (Akademisi Musik); Mohammad Amin (Etnomusikolog/Direktur Industri Kreatif Musik, Seni Pertunjukan, dan Penerbitan Kemenparekraf/Baparekraf); serta Helmy Yahya (juri tamu).

Kepala Biro Komunikasi Kemenparekraf/Baparekraf, Agustini Rahayu, saat membuka acara penjurian mengapresiasi antusiasme komunitas musik di berbagai daerah di tanah air yang telah ikut serta. Tercatat total ada 419 komunitas yang mendaftar.

Setelah dilakukan seleksi administratif, terdapat 260 karya yang berhak untuk diseleksi oleh juri internal hingga akhirnya terpilih 50 karya. Dan hari ini, 50 karya tersebut dinilai oleh dewan juri untuk ditentukan 15 karya terbaik.

Sebanyak 15 karya terbaik tersebut nantinya akan dipilih kembali menjadi 5 finalis yang berhak untuk tampil di panggung spektakuler guna memperebutkan hadiah utama.

“Kegiatan ini sejatinya adalah salah satu upaya Kemenparekraf dalam pengembangan komunitas pariwisata dan ekonomi kreatif yang mengajak komunitas sebagai salah satu unsur pentahelix dalam pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif untuk terus berkreasi, berinovasi, dan beradaptasi  di tengah pandemi COVID-19. Kali ini programnya adalah semangat berkarya melalui seni musik. Dan terbukti karya-karya yang masuk sangat luar biasa,” kata Agustini Rahayu di Yello Hotel Harmoni, Selasa (6/4/2021).

Ia mengatakan, keragaman budaya, salah satunya musik menjadi kekuatan bangsa Indonesia. Setiap daerah memiliki kekhasan musik masing-masing, yang jelas merupakan kekuatan  daya tarik bagi suatu destinasi.

Baca Juga  Siap-Siap! Rekrutmen 200 Ribu CPNS Akan Kembali Dibuka Oktober 2019

“Karya dari para komunitas ini menjadi bukti otentik akan keragaman yang dimiliki bangsa Indonesia. Tentunya kami tidak akan berhenti untuk terus menggandeng komunitas dalam membangkitkan kembali sektor pariwisata dan ekonomi kreatif,” kata Agustini Rahayu.

Hal senada dikatakan Direktur Industri Kreatif Musik, Seni Pertunjukan, dan Penerbitan Kemenparekraf/Baparekraf, Mohammad Amin yang juga sebagai Ketua Dewan Juri Lomba Karya Musik Anak Komunitas. Ia menilai karya musik dari para komunitas menunjukkan besarnya potensi dari komunitas dalam memperkaya seni musik tanah air.

“Melihat karya-karya yang ada, saya bisa mengambil dari teori Benedict Anderson tentang Imagined Community. Bahwa teman-teman komunitas itu membayangkan Indonesia dengan memasukkan banyak unsur dalam satu lagu,” kata Amin.

Namun hal tersebut perlu diimbangi dengan komposisi yang baik karena di dalam musik terdapat ilmu komposisi dalam balutan tema tertentu.

“Terkadang mereka agak berlebih dan tidak mampu menahan diri dan memasukkan unsur-unsur yang lain. Padahal komposisi membuat lagu adalah persoalan bagaimana membuat sesuatu itu menjadi pas,” kata Amin.

Amin yang juga seorang Etnomusikolog ini mengatakan, kedepan diperlukan pendampingan bagi komunitas dalam membuat karya. “Potensi yang begitu besar ini harus kita ikuti dengan workshop bagi para komunitas ini,” kata Amin.

Sementara Helmy Yahya sebagai juri tamu juga antusias untuk bisa turut serta dalam lomba ini. Ia melihat antusiasme yang tinggi dari komunitas untuk menghasilkan karya-karya terbaik.

“Saya bersama teman-teman juri akan bekerja keras dalam mengapresiasi karya-karya terbaik dari  Komunitas yang berpartisipasi,” kata Helmy Yahya. (rls)

Facebook Comments

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel panjikendari.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemerintah Myanmar Berikan Apresiasi kepada Tim INASAR 
INASAR Laksanakan Operasi Gabungan dengan Tim USAR Singapura, Myanmar, Vietnam, dan Filipina
Tim INASAR Kembali Temukan Korban di Reruntuhan Perumahan PNS Myanmar
Pemerintah Indonesia Kirim Bantuan untuk Korban Gempa Myanmar
Kolaborasi dengan Tim SAR Setempat, Tim INASAR Berhasil Temukan 3 Jasad Korban Gempa Myanmar di Reruntuhan
Tim INASAR Bertolak ke Lokasi Gempa Myanmar
Buruh Pabrik Peraih Skor Tertinggi TKD Tak Lolos CPNS karena Tinggi Badan Kurang 0,5 Cm
BOM! Dua Notaris Juga Jadi Tersangka Kasus Pagar Laut Tangerang

Berita Terkait

Senin, 7 April 2025 - 12:46 WITA

Pemerintah Myanmar Berikan Apresiasi kepada Tim INASAR 

Jumat, 4 April 2025 - 23:42 WITA

INASAR Laksanakan Operasi Gabungan dengan Tim USAR Singapura, Myanmar, Vietnam, dan Filipina

Jumat, 4 April 2025 - 09:49 WITA

Tim INASAR Kembali Temukan Korban di Reruntuhan Perumahan PNS Myanmar

Kamis, 3 April 2025 - 20:51 WITA

Pemerintah Indonesia Kirim Bantuan untuk Korban Gempa Myanmar

Kamis, 3 April 2025 - 16:06 WITA

Kolaborasi dengan Tim SAR Setempat, Tim INASAR Berhasil Temukan 3 Jasad Korban Gempa Myanmar di Reruntuhan

Berita Terbaru