Tim INASAR Bertolak ke Lokasi Gempa Myanmar

- Penulis

Selasa, 1 April 2025 - 17:22 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Panjikendari – Tim Indonesia Search and Rescue (INASAR) resmi diberangkatkan menuju Myanmar untuk membantu operasi penyelamatan korban gempa yang terjadi pada 28 Maret 2025 lalu. Pelepasan 73 personel ini dilakukan di Lapangan Udara Halim Perdanakusumah, Jakarta, Selasa (1/4/2025), dan dipimpin langsung oleh Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto, didampingi Deputi Bidang Operasi Pencarian dan Pertolongan, serta Kesiapsiagaan, Laksda TNI R. Eko Suyatno.

Dalam sambutannya, Kepala BNPB mengungkapkan bahwa bencana gempa tersebut telah mengakibatkan lebih dari 2.600 korban meninggal dunia, sementara jumlah korban yang masih perlu diselamatkan diperkirakan masih banyak.

“Untuk kondisi tempat penugasan kali ini tidak seperti negara kita atau penugasan Basarnas pada 2023 di Turkiye dan Suriah. Situasi di Myanmar diperkirakan lebih sulit karena komunikasi masih terganggu dan beberapa daerah mengalami pemadaman listrik. Dukungan terhadap tim INASAR di sana juga sangat terbatas,” ujar Suharyanto.

Meski demikian, Kepala BNPB optimistis bahwa tim INASAR dapat menjalankan tugasnya dengan baik. Ia mengacu pada pengalaman sebelumnya di Turkiye, di mana meskipun telah melewati golden time, tim tetap berhasil mengevakuasi sekitar 15 jenazah.

“Saat ini sudah banyak negara yang mengirimkan bantuan, seperti Singapura, Malaysia, Filipina, Korea Selatan, dan China. Semua tim bekerja bersama tanpa membedakan batas negara demi misi kemanusiaan,” tambahnya.

Indonesia mengirimkan bantuan yang terdiri dari tim penyelamatan, tenaga medis, serta logistik. Bantuan ini diberangkatkan menggunakan dua pesawat Hercules dan satu pesawat Boeing 747.

Tim INASAR diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam operasi penyelamatan di Myanmar, di tengah kondisi medan yang sulit dan keterbatasan infrastruktur pasca-gempa. (*)

Facebook Comments
Baca Juga  Sulkarnain Diangkat Jadi Anggota Kehormatan FKPPI Sultra

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel panjikendari.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BMKG: 22 Gempa di Sultra dalam Sepekan, Terbanyak di Koltim dan Konut
Basarnas Kendari Turunkan Tim SAR Cari Dua Mahasiswa UHO yang Tersesat di Hutan Konawe
Belajar dari Malang, PDAM Kendari Percepat Digitalisasi dan Reformasi Tata Kelola Layanan Air
MI Al-Istiqomah Kendari Raih Akreditasi A, Perkuat Pendidikan Islam Berbasis Karakter dan Digital
Basarnas Kendari Kirim Tim Bantu Pencarian Pesawat Hilang di Maros–Pangkep
Promo Januari 2026! Al-Munawwir Buka Kelas Berkuda & Panahan
Al-Munawwir Stable & Archery Reborn Gelar Pelatihan Dasar Berkuda di Kendari
Perjuangan Ojol Perempuan di Kolaka, Menghidupi Keluarga dari Jalanan

Berita Terkait

Jumat, 3 April 2026 - 11:19 WITA

BMKG: 22 Gempa di Sultra dalam Sepekan, Terbanyak di Koltim dan Konut

Rabu, 28 Januari 2026 - 09:00 WITA

Basarnas Kendari Turunkan Tim SAR Cari Dua Mahasiswa UHO yang Tersesat di Hutan Konawe

Selasa, 27 Januari 2026 - 20:32 WITA

Belajar dari Malang, PDAM Kendari Percepat Digitalisasi dan Reformasi Tata Kelola Layanan Air

Selasa, 27 Januari 2026 - 14:49 WITA

MI Al-Istiqomah Kendari Raih Akreditasi A, Perkuat Pendidikan Islam Berbasis Karakter dan Digital

Kamis, 22 Januari 2026 - 14:34 WITA

Basarnas Kendari Kirim Tim Bantu Pencarian Pesawat Hilang di Maros–Pangkep

Berita Terbaru