Lahan Sempit, Gagasan Besar: Wali Kota Kendari Dorong Pertanian Inklusif di Lapas

- Penulis

Senin, 21 April 2025 - 19:51 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KENDARI, Panjikendari.com – Sebidang kebun sederhana di Lapas Kelas IIA Kendari menjadi saksi tumbuhnya harapan. Senin, 21 April 2025, Wali Kota Kendari Siska Karina Imran dan Wakil Wali Kota Sudirman turun langsung ke lokasi untuk menanam sekaligus memanen hasil pertanian bersama warga binaan.

Bukan kunjungan biasa. Di balik pagar dan tembok tinggi, para pemimpin kota ini melihat potensi yang lebih luas: bahwa pertanian tak harus soal lahan yang luas, tapi tentang kemauan untuk tumbuh, meski dari balik jeruji.

“Pertanian di perkotaan menghadapi banyak tantangan, mulai dari keterbatasan lahan, perubahan iklim, hingga alih fungsi kawasan. Tapi jika kita bisa memanfaatkan ruang yang ada, seperti di sini, maka ketahanan pangan tetap bisa kita capai,” ujar Wali Kota Siska dalam sambutannya.

Ia juga mengapresiasi langkah Lapas Kendari dan Kanwil Kemenkumham Sultra yang membuka ruang pembinaan bagi warga binaan melalui pertanian, perbengkelan, hingga keterampilan lainnya. Menurutnya, ini sejalan dengan semangat inklusifitas—memberi peluang bagi siapa saja untuk tumbuh dan berkontribusi.

Plh Kepala Kanwil Kemenkumham Sultra, I Gede, juga menegaskan pentingnya dukungan Pemkot Kendari terhadap program-program positif di lingkungan permasyarakatan. “Kami ingin mereka keluar dari sini dengan bekal, bukan hanya hukuman. Keterampilan seperti ini akan jadi bekal hidup setelah bebas,” ucapnya.

Dalam kegiatan ini, para warga binaan tak hanya menunjukkan hasil panen, tetapi juga semangat untuk berubah. Dari sela-sela tanaman cabai, jagung, hingga sayuran, tumbuh rasa percaya diri dan harga diri, bahwa mereka masih berarti.

Kegiatan ini turut dihadiri Pj Sekda Kota Kendari, unsur Forkopimda, serta kepala OPD lingkup Pemkot Kendari. Kolaborasi lintas sektor ini menjadi cermin bahwa ketahanan pangan bisa dibangun dari bawah, dan pembinaan bukan sekadar hukuman, melainkan ruang pemulihan.

Baca Juga  Hariman Satria: Mabes Polri Harus Objektif dan Transparan Tangani Kasus Tambang di Sultra

Di tengah keterbatasan ruang, Kota Kendari menunjukkan satu hal: bahwa gagasan besar bisa lahir dari tempat yang tak terduga. Dan bahwa harapan, seperti tanaman, bisa tumbuh di mana saja, asal dirawat bersama. (*)

Editor: Jumaddin 

Facebook Comments

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel panjikendari.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BMKG: 22 Gempa di Sultra dalam Sepekan, Terbanyak di Koltim dan Konut
Basarnas Kendari Turunkan Tim SAR Cari Dua Mahasiswa UHO yang Tersesat di Hutan Konawe
Belajar dari Malang, PDAM Kendari Percepat Digitalisasi dan Reformasi Tata Kelola Layanan Air
MI Al-Istiqomah Kendari Raih Akreditasi A, Perkuat Pendidikan Islam Berbasis Karakter dan Digital
Basarnas Kendari Kirim Tim Bantu Pencarian Pesawat Hilang di Maros–Pangkep
Promo Januari 2026! Al-Munawwir Buka Kelas Berkuda & Panahan
Al-Munawwir Stable & Archery Reborn Gelar Pelatihan Dasar Berkuda di Kendari
Perjuangan Ojol Perempuan di Kolaka, Menghidupi Keluarga dari Jalanan

Berita Terkait

Jumat, 3 April 2026 - 11:19 WITA

BMKG: 22 Gempa di Sultra dalam Sepekan, Terbanyak di Koltim dan Konut

Rabu, 28 Januari 2026 - 09:00 WITA

Basarnas Kendari Turunkan Tim SAR Cari Dua Mahasiswa UHO yang Tersesat di Hutan Konawe

Selasa, 27 Januari 2026 - 20:32 WITA

Belajar dari Malang, PDAM Kendari Percepat Digitalisasi dan Reformasi Tata Kelola Layanan Air

Selasa, 27 Januari 2026 - 14:49 WITA

MI Al-Istiqomah Kendari Raih Akreditasi A, Perkuat Pendidikan Islam Berbasis Karakter dan Digital

Kamis, 22 Januari 2026 - 14:34 WITA

Basarnas Kendari Kirim Tim Bantu Pencarian Pesawat Hilang di Maros–Pangkep

Berita Terbaru