Konsorsium Pemuda Watopute Tagih Janji Bupati Muna soal Air Bersih

- Penulis

Selasa, 21 Januari 2020 - 18:17 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KPWM saat berunjukrasa di Kantor Bupati Muna, Selasa, 21 Januari 2020.

i

KPWM saat berunjukrasa di Kantor Bupati Muna, Selasa, 21 Januari 2020.

panjikendari.com – Sekelompok pemuda yang tergabung dalam Konsorsium Pemuda Kecamatan Watopute Menggugat (KPWM), Selasa, 21 Januari 2020, melakukan aksi unjuk rasa di Kantor Bupati Muna.

Mereka menagih janji Bupati Muna LM Rusman Emba soal realisasi air bersih di Kecamatan Watopute, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara.

Penanggung jawab aksi, Redi Agusnarto, dalam orasinya mengungkapkan, selama ini masyarakat Kecamatan Watopute memenuhi kebutuhan air bersih dengan membeli air dari penjual keliling.

Kebiasaan membeli air tersebut kata dia telah berlangsung sejak puluhan tahun lamanya. “Pemerintah Kabupaten Muna seakan tidak peduli dengan nasib masyarakatnya terkait pemenuhan kebutuhan air. Padahal air adalah kebutuhan vital bagi masyarakat,” katanya.

Redi Agusnarto mengungkapkan, persoalan air bersih di Kecamatan Watopute hanya menjadi komoditas politik untuk kepentingan elite-elite di Kabupaten Muna.

“Setiap momen pemilihan, baik Pilcaleg maupun Pilkada, mereka selalu menjanjikan air bersih kepada masyarakat, namun setelah terpilih, mereka pura-pura lupa dengan janji mereka,” tukas Redi.

Pada musim kampanye Pilkada Muna 2015 lalu, terang Redi, LM Rusman Emba berjanji akan mengalirkan air di Kecamatan Watopute, namun sampai hari ini janji itu tak terealisasi.

“Olehnya itu, kami datang untuk mengingatkan kembali janji beliau tentang persoalan air bersih ini,” katanya.

Sementara itu, koordinator lapangan, Jomo Takhir, mengatakan, persoalan air bersih di Kecamatan Watopute sudah menjadi problem yang turun temurun. Belum ada perhatian serius dari pemerintah.

“Pemerintah hanya datang menanam pipa, sudah banyak jaringan pipa dalam tanah yang ditanam, tapi tidak ada kelanjutannya,” ujar Jomo.

Menurut Jomo, sudah banyak proyek air bersih yang masuk di Kecamatan Watopute namun dibiarkan mangkrak. Padahal tidak sedikit uang rakyat yang digunakan untuk membiayai proyek tersebut.

Baca Juga  Kendari Juara 1 Festival Kuliner Halo Sultra

Jomo mencontohkan adanya proyek pekerjaan pemanfaatan mata air Jini yang saat ini tidak berfungsi. Begitu juga dengan pekerjaan di mata air Matampangi yang sudah lebih dari sekali tahapan penganggaran namun juga tidak berfungsi.

“Termasuk mata air Rawa yang rencananya akan melayani kebutuhan air di Kecamatan Watopute namun kenyataannya hanya sebagian saja yang merasakan,” papar Jomo.

Oleh karena itu, atas nama masyarakat Watopute, KPWM meminta kepada Bupati Muna LM Rusman Emba untuk bertanggungjawab atas polemik persoalan air bersih yang terjadi di Kecamatan Watopute.

Selain itu, KPWM juga meminta kepada anggota DPRD Kabupaten Muna untuk menunjukkan konsistensi dan komitmennya sebagai wakil rakyat yang memperjuangkan kepentingan rakyat yang diwakilinya.

Sekadar diketahui, aksi soal air bersih ini sudah berlangsung selama dua hari sejak Senin 20 Januari 2020. Pada hari kedua, KPWM mendatangi Kantor Bupati Muna.

Mereka rencananya ingin menyegel kantor bupati namun berhasil digagalkan oleh aparat Satpol PP yang dibantu oleh aparat kepolisian. Kekisruhan sempat terjadi lantaran massa memaksakan diri untuk mendekat ke pintu masuk kantor bupati.

Massa pada akhirnya bubar setelah mendapat perlawanan dari aparat. Mereka berjanji akan kembali dengan kekuatan yang lebih besar jika apa yang menjadi tuntutan mereka tidak direspons serius oleh pemerintah. (has/jie)

Facebook Comments

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel panjikendari.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemprov Sultra Resmi Tunjuk Muhammad Fadlansyah sebagai Pj Sekda
BMKG: 22 Gempa di Sultra dalam Sepekan, Terbanyak di Koltim dan Konut
Basarnas Kendari Turunkan Tim SAR Cari Dua Mahasiswa UHO yang Tersesat di Hutan Konawe
Belajar dari Malang, PDAM Kendari Percepat Digitalisasi dan Reformasi Tata Kelola Layanan Air
MI Al-Istiqomah Kendari Raih Akreditasi A, Perkuat Pendidikan Islam Berbasis Karakter dan Digital
Basarnas Kendari Kirim Tim Bantu Pencarian Pesawat Hilang di Maros–Pangkep
Promo Januari 2026! Al-Munawwir Buka Kelas Berkuda & Panahan
Al-Munawwir Stable & Archery Reborn Gelar Pelatihan Dasar Berkuda di Kendari

Berita Terkait

Senin, 18 Mei 2026 - 16:37 WITA

Pemprov Sultra Resmi Tunjuk Muhammad Fadlansyah sebagai Pj Sekda

Jumat, 3 April 2026 - 11:19 WITA

BMKG: 22 Gempa di Sultra dalam Sepekan, Terbanyak di Koltim dan Konut

Rabu, 28 Januari 2026 - 09:00 WITA

Basarnas Kendari Turunkan Tim SAR Cari Dua Mahasiswa UHO yang Tersesat di Hutan Konawe

Selasa, 27 Januari 2026 - 20:32 WITA

Belajar dari Malang, PDAM Kendari Percepat Digitalisasi dan Reformasi Tata Kelola Layanan Air

Selasa, 27 Januari 2026 - 14:49 WITA

MI Al-Istiqomah Kendari Raih Akreditasi A, Perkuat Pendidikan Islam Berbasis Karakter dan Digital

Berita Terbaru

PEMERINTAHAN

Pemprov Sultra Resmi Tunjuk Muhammad Fadlansyah sebagai Pj Sekda

Senin, 18 Mei 2026 - 16:37 WITA