Koalisi Masyarakat Sipil Kecam Pernyataan Hasan Nasbi Terkait Teror Kepala Babi di Kantor Tempo

- Penulis

Sabtu, 22 Maret 2025 - 10:54 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, panjikendari.com – Koalisi Masyarakat Sipil mengecam keras pernyataan Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan, Hasan Nasbi, terkait insiden teror kepala babi di kantor Tempo. Pernyataan Hasan yang menyarankan agar kepala babi tersebut dimasak dinilai tidak berempati dan tidak mencerminkan dukungan terhadap kebebasan pers.

Dalam pernyataan resminya, yang diterima redaksi panjikendari.com, Sabtu, 22 Maret 2025, koalisi menilai sikap Hasan sebagai bentuk arogansi yang merendahkan kerja-kerja jurnalistik. “Seorang pejabat negara seharusnya menunjukkan solidaritas terhadap pers, bukan justru memberikan pernyataan yang terkesan menyepelekan aksi teror ini,” ujar Wahyudi Djafar dari ELSAM.

Koalisi juga mengingatkan Presiden bahwa pernyataan ini tidak bisa dibiarkan begitu saja karena mengandung unsur kebencian terhadap jurnalis atau media yang kritis terhadap pemerintah. “Apakah ini mencerminkan sikap resmi pemerintah terhadap kebebasan pers?” tanya Al Araf dari Centra Initiative.

Lebih lanjut, mereka menyoroti bahwa pernyataan Hasan Nasbi mencerminkan rendahnya komitmen pemerintah terhadap demokrasi dan kebebasan sipil. “Bukannya menunjukkan keprihatinan, justru pernyataannya seakan mendukung tindakan teror tersebut,” kata Ardimanto dari Imparsial.

Karena itu, Koalisi Masyarakat Sipil mendesak Presiden untuk meninjau kembali posisi Hasan Nasbi sebagai Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan. Mereka menilai Hasan tidak cukup patut secara etika untuk menyampaikan pesan kepresidenan kepada masyarakat. Terlebih, peristiwa penghapusan cuitannya di akun X tentang RUU TNI sebelumnya juga menjadi catatan buruk dalam kinerjanya.

Selain itu, koalisi menyatakan keprihatinan dan solidaritas terhadap Tempo. Mereka menegaskan bahwa teror kepala babi ini merupakan bentuk intimidasi terhadap kebebasan pers dan demokrasi. “Mengapa praktik teror semacam ini masih terus terjadi di negara yang mengaku demokratis?” ujar Julius Ibrani dari PBHI.

Oleh karena itu, mereka mendesak aparat untuk segera mengungkap kasus ini dan memastikan pelakunya diproses hukum. (*)

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel panjikendari.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Elnusa Petrofin Perkuat Sinergi Media di Sumatera Barat, Dorong Partisipasi Pena Petrofin Awards 2025
BMKG: 22 Gempa di Sultra dalam Sepekan, Terbanyak di Koltim dan Konut
Basarnas Kendari Turunkan Tim SAR Cari Dua Mahasiswa UHO yang Tersesat di Hutan Konawe
Belajar dari Malang, PDAM Kendari Percepat Digitalisasi dan Reformasi Tata Kelola Layanan Air
Ratusan Burung Endemik Sulawesi Diselamatkan dari Penyelundupan Laut
MI Al-Istiqomah Kendari Raih Akreditasi A, Perkuat Pendidikan Islam Berbasis Karakter dan Digital
Basarnas Kendari Kirim Tim Bantu Pencarian Pesawat Hilang di Maros–Pangkep
Promo Januari 2026! Al-Munawwir Buka Kelas Berkuda & Panahan

Berita Terkait

Jumat, 5 Juni 2026 - 19:02 WITA

Elnusa Petrofin Perkuat Sinergi Media di Sumatera Barat, Dorong Partisipasi Pena Petrofin Awards 2025

Jumat, 3 April 2026 - 11:19 WITA

BMKG: 22 Gempa di Sultra dalam Sepekan, Terbanyak di Koltim dan Konut

Rabu, 28 Januari 2026 - 09:00 WITA

Basarnas Kendari Turunkan Tim SAR Cari Dua Mahasiswa UHO yang Tersesat di Hutan Konawe

Selasa, 27 Januari 2026 - 20:32 WITA

Belajar dari Malang, PDAM Kendari Percepat Digitalisasi dan Reformasi Tata Kelola Layanan Air

Selasa, 27 Januari 2026 - 17:53 WITA

Ratusan Burung Endemik Sulawesi Diselamatkan dari Penyelundupan Laut

Berita Terbaru