Kendari Darurat Narkoba, Gema Desantara Bentuk Kader Pemuda Anti Narkoba

- Penulis

Selasa, 9 April 2019 - 13:06 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


				Pelatihan Kader Pemuda Anti Narkoba yang digelar oleh Gema Desantara di Gedung Datraco, Selasa, 9 April 2019.

i

Pelatihan Kader Pemuda Anti Narkoba yang digelar oleh Gema Desantara di Gedung Datraco, Selasa, 9 April 2019.

panjikendari.com – Peredaran Narkoba di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) semakin mengkhawatirkan, Polda Sultra telah memusnahkan 10 kilogram Sabu senilai Rp 25 miliar yang berasal dari 13 orang tersangka sejak Januari hingga Maret 2019.

Kota Kendari sudah darurat Narkoba. Penggunaan Narkoba di Kendari merupakan yang tertinggi di Sulawesi Tenggara. “Ini sangat mengkhawatirkan, berita penangkapan bandar dan kurir Narkoba semakin marak kita dengar di media masa, kita harus waspada,” ungkap Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Kendari, M Rafiudin Arsyad dalam sambutannya pada Kegiatan Pelatihan Kader Pemuda Anti Narkoba yang digelar oleh Gema Desantara di Gedung Datraco, Selasa, 9 April 2019.

Rafiudin juga menegaskan jika pemuda ingin maju harus menjauhi segala bentuk Narkoba. “Narkoba merusak masa depan kalian, jika ingin maju maka harus terbebas dari Narkoba”, tegasnya.

Rafiudin juga memberikan apresiasi penuh atas inisiasi yang dilakukan oleh Gema Desantara yang telah berkontribusi mendukung upaya pemerintah dalam menanggulangi peredaran Narkoba di Kota Kendari dengan menggelar Pelatihan Kader Pemuda Anti Narkoba.

“Atas nama pemerintah Kota Kendari, kami ucapkan terimakasih kepada Gema Desantara yang telah mendukung upaya penanggulangan Narkoba di Kendari, semoga kegiatan ini tetap berlanjut di tahun-tahun berikutnya”, kata Rafiudin di akhir sambutannya.

Nur Adnan, selaku Kepala Bidang Pencegahan BNN Kota Kendari yang turut hadir sebagai pemateri dalam pelatihan ini, berharap peserta pelatihan ini dapat menjadi ujung tombak dalam pencegahan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba (P4GN) di lingkungannya masing-masing.

“Jika kalian mengetahui ada pengguna Narkoba di lingkungan masing-masing, segera lapor, tidak ditangkap, tapi direhabilitasi,” ujar Adnan.

Adnan juga menegaskan, jika pengguna Narkoba bersedia melapor, maka akan direhabilitasi. “Jika tidak mau melapor, kemudian ditangkap Polisi, maka akan dikenai hukuman pidana jika memenuhi unsur pidana”, tegasnya.

Baca Juga  Update Covid-19 di Sultra, 2 Juni 2020: Tidak Ada Penambahan Kasus

Sementara itu Ketua Umum DKN Gema Desantara, Jaelani dalam sambutannya menjelaskan bahwa Gema Desantara melakukan kegiatan berbasis komunitas. Salah satunya adalah Komunitas Kader Pemuda Anti Narkoba.

”Kami akan terus menggelorakan semangat pemuda untuk melawan peredaran Narkoba di Sulawesi Tenggara, khusunya di Kota Kendari ini, melalui komunitas Kader Pemuda Anti Narkoba, komunitas ini kami harapkan dapat membentengi masyarakat, terutama kalangan pemuda”, tegasnya.

Jaelani juga menyampaikan bahwa pembangunan sumber daya pemuda akan mengalami hambatan serius jika para pemuda terpapar bahaya Narkoba. “Kita harus waspada, akhir-akhir ini banyak sekali penangkapan bandar maupun kurir Narkoba di Kendari, ini adalah hambatan serius dalam pembangunan pemuda,” ujar Jaelani.

Hadir juga dalam pelatihan ini penggiat Anti Narkoba Kota Kendari, Rajab. Ia mengingatkan para pemuda jangan coba-coba bersentuhan dengan Narkoba, apalagi sebagai pengedar atau bandar narkoba. “Kta harus waspada, jangan sampai kita dan lingkungan kita terjerumus barang haram ini, jika tidak ingin bersentuhan dengan hukum,” tegasnya.

Rajab juga mengingatkan kasus penangkapan Vokalis Ban Zivilia, Zulkifli, yang tertangkap tangan dengan barang bukti 24 ribu butir ekstasi dan 9,5 kilogram shabu pada bulan maret lalu. Sebagaimana diketahui, Zul Zivilia merupakan vokalis band yang berasal dari Kota Kendari.

“Tertangkapnya Zul Zivilia merupakan tantangan berat bagi pemuda di Sulawesi Tenggara, khsusunya di Kota Kendari, semoga ini menjadi pelajaran bagi kita semua,” pungkasnya. (rls)

Facebook Comments

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel panjikendari.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Basarnas Kendari Turunkan Tim SAR Cari Dua Mahasiswa UHO yang Tersesat di Hutan Konawe
Belajar dari Malang, PDAM Kendari Percepat Digitalisasi dan Reformasi Tata Kelola Layanan Air
Ratusan Burung Endemik Sulawesi Diselamatkan dari Penyelundupan Laut
MI Al-Istiqomah Kendari Raih Akreditasi A, Perkuat Pendidikan Islam Berbasis Karakter dan Digital
Pertumbuhan Kripto Tinggi, Apakah Investor Indonesia Sudah Aman?
Lebih dari Sekadar Mal: ASHTA District 8 sebagai Destinasi Gaya Hidup Lengkap
Basarnas Kendari Kirim Tim Bantu Pencarian Pesawat Hilang di Maros–Pangkep
Promo Januari 2026! Al-Munawwir Buka Kelas Berkuda & Panahan

Berita Terkait

Rabu, 28 Januari 2026 - 09:00 WITA

Basarnas Kendari Turunkan Tim SAR Cari Dua Mahasiswa UHO yang Tersesat di Hutan Konawe

Selasa, 27 Januari 2026 - 20:32 WITA

Belajar dari Malang, PDAM Kendari Percepat Digitalisasi dan Reformasi Tata Kelola Layanan Air

Selasa, 27 Januari 2026 - 14:49 WITA

MI Al-Istiqomah Kendari Raih Akreditasi A, Perkuat Pendidikan Islam Berbasis Karakter dan Digital

Senin, 26 Januari 2026 - 07:34 WITA

Pertumbuhan Kripto Tinggi, Apakah Investor Indonesia Sudah Aman?

Senin, 26 Januari 2026 - 07:31 WITA

Lebih dari Sekadar Mal: ASHTA District 8 sebagai Destinasi Gaya Hidup Lengkap

Berita Terbaru