Kahitela, Makanan Pokok Suku Muna yang Belum Mensejahterakan

- Penulis

Sabtu, 15 September 2018 - 23:32 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

i

Oleh: La Ode Muhammad Ramadan
(Pegawai Dinas Perikanan Kabupaten Muna Sulawesi Tenggara)

Kahitela merupakan bahasa daerah Suku Muna yang dalam bahasa Indonesia berarti jagung.

Jagung (Zea mays ssp. mays) adalah salah satu tanaman pangan penghasil karbohidrat selain padi, ubi-ubian, dan gandum.

Bagi masyarakat Suku Muna (zaman dulu, dan untuk zaman sekarang kemungkinan tinggal sebagian saja), jagung (kahitela) merupakan salah satu jenis makanan pokok. Tapi anehnya, hingga kini, jagung belum mampu membuat kaya dan maju daerah ini.

Berbeda dengan Gorontalo yang daerahnya maju dan kaya karena produksi jagungnya yang luar biasa (jagung salah satu produk unggulan Gorontalo). Padahal jagung bukan merupakan salah satu makanan pokok masyarakat di daerah tersebut.

Jika dipikir-pikir, semestinya Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara, ‘punya hak’ untuk maju dan kaya karena jagung. Selain masyarakatnya mengkonsumsi jagung, kondisi wilayah juga mendukung bagi pengembangan tanaman jagung.

Lahan pertanian di Kabupaten Muna cukup luas dan memadai bagi usaha budidaya jagung. Selain itu, tanaman jagung juga dapat tumbuh subur di tanah Muna.

Seiring perkembangan dan kemajuan zaman, prospek jagung juga kian berkembang dan menjanjikan.

Selain menjadi bahan pangan, pada masa kini jagung sudah menjadi komponen penting pakan ternak, sumber minyak pangan dan bahan dasar tepung maizena.

Selain itu, berbagai produk turunan hasil jagung juga menjadi bahan baku berbagai produk industri.

Beberapa produk turunan dari jagung antara lain pati jagung, sirup jagung, gula jagung, minyak jagung, dan dextrin.

Selain itu, berkembangnya industri destilasi dan fermentasi jagung juga sangat mempengaruhi laju peningkatan permintaan komoditas jagung.

Produk industri-industri tersebut diantaranya aseton, asam laktat, etik alkohol, gliserol, asam sitrat, dan lain-lain.

Baca Juga  Pemimpin Visioner Berskala Lokal: Menunjang Perwujudan Indonesia Maju

Saatnya kita berfikir agar jagung di tanah Muna tidak hanya dikonsumsi, tapi juga dapat memberi nilai tambah bagi kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat Suku Muna. (**)

Facebook Comments

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel panjikendari.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mahasiswa Berkoar, Kepentingan Bersembunyi: Menelusuri Arah Sejati Gerakan 
Mengantar Generasi Qur’ani: Sebuah Kisah dari Launching AISY dan Wisuda Siswa TK Yurefi Angkatan 6
Fotuno Rete, Surga Air Jernih dari Tanah Muna
Kapal Cepat Tanpa Kelas Ekonomi: Siapa yang Peduli?
Saat Umat Kehilangan ‘Kompas’ Hidup, Tragedi Hilangnya Jiwa Merambah ke Ritual Syirik
Antara Ijazah “Asli” dan Ketidakpercayaan Publik
Duit Mengalir ke Trump, Darah Mengalir di Gaza: Ironi Dunia Arab
Wakatobi, Surga Bawah Laut yang Mulai Tercemar Dosa

Berita Terkait

Sabtu, 12 Juli 2025 - 15:16 WITA

Mahasiswa Berkoar, Kepentingan Bersembunyi: Menelusuri Arah Sejati Gerakan 

Minggu, 22 Juni 2025 - 07:07 WITA

Mengantar Generasi Qur’ani: Sebuah Kisah dari Launching AISY dan Wisuda Siswa TK Yurefi Angkatan 6

Kamis, 12 Juni 2025 - 17:16 WITA

Fotuno Rete, Surga Air Jernih dari Tanah Muna

Senin, 9 Juni 2025 - 13:34 WITA

Kapal Cepat Tanpa Kelas Ekonomi: Siapa yang Peduli?

Selasa, 3 Juni 2025 - 07:50 WITA

Saat Umat Kehilangan ‘Kompas’ Hidup, Tragedi Hilangnya Jiwa Merambah ke Ritual Syirik

Berita Terbaru