Kendari – Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Sulawesi Tenggara, Laode Muhammad Ali Haswandy, mengharapkan Persatuan Anak Transmigran Republik Indonesia (PATRI) dapat berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan warga transmigrasi. Ia menekankan pentingnya peran organisasi ini dalam pembangunan daerah hingga skala nasional.
Ali Haswandy menyebutkan bahwa jumlah warga transmigran di Sulawesi Tenggara mencapai kurang lebih dari 93.000 kepala keluarga (KK) yang tersebar di 218 Unit Permukiman Transmigrasi (UPT) di 17 kabupaten/kota. Ia berharap PATRI dapat aktif membantu masyarakat, khususnya di sektor pendidikan, serta membangun sinergi dengan pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dan tokoh agama.
“PATRI harus bisa membantu masyarakat transmigran, khususnya di sektor pendidikan, serta membangun kolaborasi dengan pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dan tokoh agama. Ketika ada masalah yang tidak bisa diselesaikan secara hukum, maka dengan adanya PATRI yang melakukan pendekatan kepada masyarakat, itu akan sangat membantu. Itu harapan saya ke depannya,” ujar Haswandy.
Ia berharap, dengan peran aktif PATRI, masyarakat transmigrasi dapat lebih berkembang dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan daerah serta bangsa secara keseluruhan.
Mastri Susilo Terpilih sebagai Ketua DPD PATRI Sultra
Dalam musyawarah besar yang digelar di Aula Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sulawesi Tenggara, Ahad, 23 Februari 2025, Mastri Susilo resmi terpilih sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PATRI Sultra melalui mekanisme aklamasi. Beberapa Dewan Perwakilan Daerah (DPD) PATRI dari kabupaten dan kota di Sultra sepakat mengusungnya sebagai calon tunggal.
Dalam sambutannya, Mastri menegaskan komitmennya untuk memperkuat konsolidasi internal PATRI Sultra.

“Ini adalah tugas berat yang harus segera kami lakukan, yaitu mengonsolidasikan kembali struktur internal baik di tingkat DPC maupun PAC. Saat ini, dari 11 kabupaten/kota di Sulawesi Tenggara, baru terbentuk enam DPC. Kami akan berupaya memperluas dan memperkuat jaringan organisasi ini,” ujar Mastri.
Selain itu, ia juga menekankan pentingnya pengembangan ekonomi kerakyatan berbasis potensi lokal. Mastri melihat wilayah transmigrasi di Sulawesi Tenggara memiliki potensi besar dalam sektor pertanian dan perkebunan yang perlu dimaksimalkan.
“PATRI akan berperan aktif dalam mendorong serta memfasilitasi pengembangan sektor pertanian dan perkebunan, terutama dalam menangani berbagai permasalahan yang mungkin timbul. Kami ingin memastikan bahwa potensi besar yang dimiliki wilayah transmigrasi dapat dikelola dengan baik demi kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.
Seperti diketahui PATRI dibentuk untuk memperjuangkan kesejahteraan dan hak-hak masyarakat transmigrasi di Indonesia. Beberapa tujuan utama PATRI meliputi:
1. Meningkatkan Kesejahteraan Warga Transmigrasi
Memperjuangkan hak-hak sosial, ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat transmigrasi.
2. Mendorong Pendidikan dan Pemberdayaan
Membantu meningkatkan akses pendidikan dan keterampilan bagi generasi muda transmigran.
3. Membangun Kolaborasi dengan Pemerintah dan Masyarakat
Berperan sebagai jembatan antara masyarakat transmigrasi dengan pemerintah daerah dan pusat dalam penyelesaian berbagai permasalahan.
4. Mempertahankan dan Mengembangkan Nilai-Nilai Budaya
Menguatkan identitas dan semangat gotong royong di kalangan warga transmigran.
5. Menjadi Wadah Aspirasi
Menyuarakan kepentingan dan aspirasi masyarakat transmigrasi agar mendapatkan perhatian dalam kebijakan pembangunan nasional. (*)
Penulis: Abar








