Jalan Merauke-Boven Rusak Parah, Truk Pengangkut Logistik Kadang Terbalik

- Penulis

Senin, 6 Juli 2020 - 21:29 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kondisi jalan di Kabupaten Boven Digoel. Jalur ini menjadi penghubung antara Kabupaten Boven Digoel dan Merauke, Provinsi Papua.

i

Kondisi jalan di Kabupaten Boven Digoel. Jalur ini menjadi penghubung antara Kabupaten Boven Digoel dan Merauke, Provinsi Papua.

Panjipapua.com, Boven Digoel – Kondisi infrastruktur di wilayah Kabupaten Boven Digoel, Provinsi Papua, masih cukup memprihatinkan. Utamanya sarana jalan yang masuk dalam kewenangan pemerintah provinsi dan pusat.

Kali ini kerusakan parah terlihat di jalur rute Kabupaten Merauke-Boven Digoel, tepatnya di Kampung Asiki, Distrik Jair, sepanjang Jalan Prabu kecil berdekatan kawasan perkebunan kelapa sawit. Sebagian kendaraan kadang terpaksa berjibaku bila harus melintasi sarana berstatus jalan nasional itu.

Berdasarkan pengamatan, kerusakan parah sepanjang kurang lebih enam kilometer. Sedangkan jarak tempuh Merauke – Boven Digoel adaah 470 kilometer. Ketika kondisi jalan masih relatif memadai waktu tempuh hanya 8 jam perjalanan. Tetapi saat ini bisa empat hari baru tiba di tempat tujuan.

Kondisi jalan di Kabupaten Boven Digoel, Provinsi Papua. Jalan ini menghubungkan Kabupaten Boven Digoel dan Merauke.

Jalan tersebut berdasarkan telusur data tidak termasuk segmen kawasan jalan Trans-Papua. Jalan Trans-Papua mencakup delapan segmen. Segmen I meliputi Kwatisore-Nabire sepanjang 208,10 kilometer, Segmen II terbentang sepanjang 275,50 kilometer meliputi Nabire-Wagete-Enarotali.

Kemudian Segmen III dari Enarotali-Ilaga-Mulia-Wamena sepanjang 469,48 kilometer, Segmen IV Wamena-Eleum-Jayapura sepanjang 447,22 kilometer, dan Segmen V Wamena-Habema-Kenyam-Mumugi 271,60 kilometer.

Selanjutnya Segmen VI Kenyam-Dekai 217,90 kilometer, Segmen VII sepanjang 231,60 kilometer dari Dekai menuju Oksibil, dan Segmen VIII Wagete-Timika sepanjang 224 kilometer.

Kondisi jalan di Kabupaten Boven Digoel, Provinsi Papua. Jalan ini menghubungkan Kabupaten Boven Digoel dan Merauke.

Seorang pengendara mobil, Abdul Azis, mengaku, kerusakan jalan itu sangat dikeluhkan pengguna jalan. Pasalnya, bukan cuma menguras waktu perjalanan, tetapi paling fatal kendaraan kadang terbalik dengan muatannya karena kubangan lumpur di jalan.

“Saya ini kan sering lewat jalan ini karena angkut logistik. Kadang kami harus tinggal beberapa hari menunggu jalan kering atau mobil rusak akibat jalan parah itu. Ada lima sampai enam kilometer yang rusak, sudah berbulan-bulan kami lewati tetapi belum ada perbaikan,” ungkapnya pada panjikendari.com, Senin, 6 Juli 2020.

Baca Juga  Usai Libur Lebaran, Wali Kota Kendari Sidak Kehadiran ASN

Dia pun berharap agar pemerintah segera membenahi jalan tersebut. Soalnya dengan kendala jalan itu ikut memicu kenaikan harga barang karena biaya operasional pengangkutan barang melonjak tinggi.

Kondisi jalan di Kabupaten Boven Digoel, Provinsi Papua. Jalan ini menghubungkan Kabupaten Boven Digoel dan Merauke.

Keluhan serupa dilontarkan Ambo Upe bahwa pengendara mobil sangat tersiksa dengan kondisi jalan yang rusak. Apalagi wilayah paling parah berada di kawasan hutan dan jauh dari area perkampungan.

“Tolong pemerintah perbaiki jalan itu karena sangat menganggu aktivitas kami sebagai pengguna jalan. Mobil kami bisa cepat rusak, terus kadang kami makan seadanya karena tertahan di jalan selama berjam-jam,” tukasnya.

Ambo juga menuturkan, dahulu dengan menggunakan mobil pikap Hilux bisa mengangkut 4 – 5 orang. Tetapi sekarang ia hanya mememuat dua orang saja dengan biaya di atas Rp 700 ribu guna menutupi beban operasional perjalanan.

Yah penumpangnya protes kenapa kasih naik ongkos katanya. Terpaksa kami bilang harus membiaya kredit cicilan mobil, ditambah biaya operasional seperti bahan bakar dan sebagainya,” tuturnya. (roy)

Facebook Comments

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel panjikendari.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BMKG: 22 Gempa di Sultra dalam Sepekan, Terbanyak di Koltim dan Konut
Basarnas Kendari Turunkan Tim SAR Cari Dua Mahasiswa UHO yang Tersesat di Hutan Konawe
Belajar dari Malang, PDAM Kendari Percepat Digitalisasi dan Reformasi Tata Kelola Layanan Air
MI Al-Istiqomah Kendari Raih Akreditasi A, Perkuat Pendidikan Islam Berbasis Karakter dan Digital
Basarnas Kendari Kirim Tim Bantu Pencarian Pesawat Hilang di Maros–Pangkep
Promo Januari 2026! Al-Munawwir Buka Kelas Berkuda & Panahan
Al-Munawwir Stable & Archery Reborn Gelar Pelatihan Dasar Berkuda di Kendari
Perjuangan Ojol Perempuan di Kolaka, Menghidupi Keluarga dari Jalanan

Berita Terkait

Jumat, 3 April 2026 - 11:19 WITA

BMKG: 22 Gempa di Sultra dalam Sepekan, Terbanyak di Koltim dan Konut

Rabu, 28 Januari 2026 - 09:00 WITA

Basarnas Kendari Turunkan Tim SAR Cari Dua Mahasiswa UHO yang Tersesat di Hutan Konawe

Selasa, 27 Januari 2026 - 20:32 WITA

Belajar dari Malang, PDAM Kendari Percepat Digitalisasi dan Reformasi Tata Kelola Layanan Air

Selasa, 27 Januari 2026 - 14:49 WITA

MI Al-Istiqomah Kendari Raih Akreditasi A, Perkuat Pendidikan Islam Berbasis Karakter dan Digital

Kamis, 22 Januari 2026 - 14:34 WITA

Basarnas Kendari Kirim Tim Bantu Pencarian Pesawat Hilang di Maros–Pangkep

Berita Terbaru