Honor Perawat Tak Terbayar, Dewan Akan Hearing Dirut RSUD Muna

- Penulis

Sabtu, 19 Mei 2018 - 22:33 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


				Anggota DPRD Kabupaten Muna, Awaludin.

i

Anggota DPRD Kabupaten Muna, Awaludin.

Raha, panjikendari.com – Persoalan belum terbayarkannya gaji atau honor tenaga perawat honorer di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara, menjadi perhatian serius DPRD setempat.

Komisi III DPRD Muna telah mengagendakan rapat dengar pendapat atau hearing dengan pihak RSUD Muna. “Kita sudah layangkan surat kepada Direktur RSUD Muna. Jadi, hari Senin tanggal 21 Mei kita akan hearing,” ungkap Ketua Komisi III DPRD Muna, Awaludin SP, Sabtu, 19 Mei 2018.

Menurut Awal, hearing dimaksud merupakan tindak lanjut dari laporan atau pengaduan yang masuk dari para perawat honorer RSUD Muna yang sudah enam bulan belum terbayarkan hak-haknya.

“Melalui hearing nanti kita akan coba pertanyakan apa masalahnya sehingga honor tenaga honorer di rumah sakit itu belum terbayar sampai sekarang,” terangnya.

Padahal, lanjut anggota DPRD Muna asal PAN ini, dana untuk honor dimaksud selalu dianggarkan setiap tahunnya melalui APBD Muna

“Kita belum tau juga apa masalahnya sehingga belum terbayar. Makanya kami dari komisi III kita undang Dirut rumah sakit untuk memberikan penjelasan tentang hal itu supaya diketahui masalahnya, selanjutnya dicarikan solusi bagaimana baiknya,” terang Awal.

Bagi Awal, masalah ini harus segera disikapi secara serius karena berkaitan dengan pelayanan di rumah sakit. Dia khawatir jangan sampai gegara masalah ini sehingga pasien rumah sakit jadi korban karena tidak mendapatkan pelayanan maksimal.

Karena itu, Awal berharap, dalam hearing nanti yang melibatkan pihak-pihak terkait, dapat melahirkan solusi terbaik untuk kepentingan bersama.

“Pada dasarnya, ada hak-hak perawat yang belum diselesaikan di sana, sementara ada dana yang dianggarkan setiap tahun untuk itu.”

“Saya menganggap, mereka cukup bersabar. Enam bulan bekerja tanpa ada insentif. Bagaimana dengan mereka yang sudah berkeluarga. Kan kasian. Makanya kita undang Direktur Rumah Sakit,” tutup Awal. (panjikendari)

Facebook Comments
Baca Juga  Polisi Ungkap Pemicu Bentrok Massa Pemuda Pancasila vs GMBI

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel panjikendari.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Basarnas Kendari Turunkan Tim SAR Cari Dua Mahasiswa UHO yang Tersesat di Hutan Konawe
Ratusan Burung Endemik Sulawesi Diselamatkan dari Penyelundupan Laut
Pertumbuhan Kripto Tinggi, Apakah Investor Indonesia Sudah Aman?
Lebih dari Sekadar Mal: ASHTA District 8 sebagai Destinasi Gaya Hidup Lengkap
Basarnas Kendari Kirim Tim Bantu Pencarian Pesawat Hilang di Maros–Pangkep
Lansia Hilang di Kebun Desa Wasuamba Ditemukan Selamat
Pencarian Lansia Hilang di Kebun Desa Wasuamba Memasuki Hari Kedua, Tim SAR Perluas Area Sisir
Lansia Hilang di Kebun Desa Wasuamba, Basarnas Kerahkan Tim SAR Baubau

Berita Terkait

Rabu, 28 Januari 2026 - 09:00 WITA

Basarnas Kendari Turunkan Tim SAR Cari Dua Mahasiswa UHO yang Tersesat di Hutan Konawe

Senin, 26 Januari 2026 - 07:34 WITA

Pertumbuhan Kripto Tinggi, Apakah Investor Indonesia Sudah Aman?

Senin, 26 Januari 2026 - 07:31 WITA

Lebih dari Sekadar Mal: ASHTA District 8 sebagai Destinasi Gaya Hidup Lengkap

Kamis, 22 Januari 2026 - 14:34 WITA

Basarnas Kendari Kirim Tim Bantu Pencarian Pesawat Hilang di Maros–Pangkep

Rabu, 21 Januari 2026 - 11:33 WITA

Lansia Hilang di Kebun Desa Wasuamba Ditemukan Selamat

Berita Terbaru