Panjikendari.com – Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Sulawesi Tenggara (Sultra) mengajak kepada seluruh elemen masyarakat Sultra untuk memberikan dukungan kepada pemerintah daerah yang saat ini tengah berupaya melawan penyebaran virus Korona.
“Marilah kita memberi dukungan dan semangat kepada pemerintah, kepolisian, TNI dan pihak-pihak yang terkait dalam mengantisipasi penyebaran virus Covid-19,” kata Ketua HIPMI Sultra, Sucianty Suaib Saenong, dalam siaran persnya yang diterima redaksi Panjikendari.com, Jumat, 20 Maret 2020.
Sucianty menyampaikan, dalam kondisi darurat seperti saat ini, apalagi sudah ada warga Sultra yang dinyatakan positif Korona, maka sebaiknya kita harus saling bahu-membahu dan saling menguatkan agar bencana ini segera berlalu.
Pemerintah, kata dia, telah mengeluarkan sejumlah imbauan sebagai upaya memutus rantai penyebaran virus penyakit, baik itu imbauan tentang pola hidup bersih, tidak keluar rumah jika tidak penting, tidak saling kontak fisik, maupun imbauan untuk tidak berkumpul dalam keramaian.
“Apa yang telah disampaikan oleh pemerintah sebaiknya kita ikuti, untuk kebaikan dan keselamatan kita bersama,” katanya.
Sucianty melihat, beberapa elemen masih mempersoalkan pernyataan Kapolda Sultra yang keliru tentang kedatangan 49 TKA China.
Menurut Sucianty, sesuai klarifikasi Kapolda Sultra, informasi bahwa TKA China tersebut baru pulang dari Jakarta memperpanjang visa adalah informasi awal yang diterima oleh Kapolda dari pihak otoritas bandara, Danlanud, dan pihak VDNI.
Itu pun, kata dia, pernyataan tersebut disampaikan saat Gubernur Sultra Ali Mazi menggelar jumpa pers tentang Korona dan mempersilakan Kapolda Sultra untuk menjawab pertanyaan wartawan tentang video viral kedatangan TKA China di Bandara Haluoleo.
Karena Kapolda Sultra diminta menyampaikan soal beredarnya video TKA maka dirinya bersedia meski data yang masuk belum valid dan baru bersifat informasi awal saja.
“Yang harus menyampaikan sebenarnya Pak Gubernur atau pihak Imigrasi Kendari yang diminta untuk menjelaskan kedatangan TKA tersebut karena semua izin masuk TKA itu melalui mereka dan tidak mungkin TKA bisa masuk tanpa cap visa dari imigrasi,” ungkap Sucianty sembari menyayangkan kenapa harus Kapolda Sultra yang diminta untuk menyampaikan kepada media.
Namun demikian, Sucianty menganggap apa yang disampaikan Kapolda Sultra sebagai upaya untuk meredam riak di saat kita sedang menghadapi bencana Korona.
“Meskipun sebenarnya bukan kewenangan beliau untuk menyampaikan tentang keberadaan atau status TKA China seperti video yang beredar itu,” katanya.
Olehnya itu, Sucianty berharap, dalam kondisi saat ini, masyarakat secara bersama-sama bisa membantu pemerintah dalam mengantisipasi penyebaran wabah virus Covid-19.
Ia juga meminta pihak Kantor Imigrasi untuk menahan agar TKA tidak masuk dan keluar di Sulawesi Tenggara untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan bersama. (rls)








