Panjikendari.com – Di tengah musibah banjir dan longsor besar yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera pada akhir November 2025, solidaritas datang dari para guru PPPK di Kabupaten Muna, Provinsi Sulawesi Tenggara. Sebanyak 46 guru PPPK angkatan 2024 dari Kecamatan Napabalano dan Towea menggalang bantuan kemanusiaan bagi warga terdampak bencana.
Bantuan yang mereka kumpulkan berupa pakaian bekas layak pakai, perlengkapan bayi, obat-obatan, dan sejumlah uang tunai. Seluruh proses penggalangan dilakukan secara mandiri oleh para guru PPPK, termasuk para guru perempuan yang berperan aktif dalam penyortiran dan pengepakan.
Bencana di Sumatera telah menimbulkan dampak besar. Data resmi BNPB menyebutkan lebih dari 800 orang meninggal, ratusan hilang, dan ratusan ribu warga terpaksa mengungsi. Ribuan rumah rusak berat, jembatan putus, fasilitas umum lumpuh, dan sejumlah daerah masih terisolasi.
Salah seorang guru PPPK Kecamatan Napabalano, La Ode Aswati menjelaskan bahwa bantuan hasil swadaya tersebut telah diberangkatkan sehari sebelumnya.
“Kemarin, kami sudah kirim melalui JNE,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa aksi ini merupakan bentuk kepedulian para guru PPPK terhadap saudara-saudara mereka di Sumatera yang sedang dilanda musibah. “Bantuan ini mungkin tidak seberapa, tetapi kami berharap bisa membantu meringankan beban para korban,” kata La Ode Aswati.
Semangat gotong royong para guru PPPK Napabalano dan Towea ini diharapkan dapat menginspirasi lebih banyak pihak untuk ikut membantu pemulihan korban bencana di Sumatera. (*)






