Di Kota Kendari, 15 Kelurahan Jadi Lokus Stunting Tahun 2021

- Penulis

Kamis, 27 Mei 2021 - 18:49 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rapat sosialisasi dan konvergensi penanganan stunting, di rujab Wali Kota Kendari, Kamis, 27 Mei 2021.

i

Rapat sosialisasi dan konvergensi penanganan stunting, di rujab Wali Kota Kendari, Kamis, 27 Mei 2021.

Panjikendari.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari bersama Tenaga Ahli Bina Pembangunan Daerah (Bangda) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menindaklanjuti hasil identifikasi dan penetapan penurunan stunting di 15 kelurahan Kota Kendari.

“Di Kota Kendari terdapat 15 kelurahan yang menjadi lokus stunting tahun 2021 ini,” ungkap Wali Kota Kendari, H Sulkarnain Kadir, pada Rapat Sosialisasi dan Konvergensi penanganan Stunting, di Kendari, Kamis, 27 Mei 2021.

Disebutkan, di kendari masih ada 10 kelurahan yang memiliki kasus stuntingnya melebihi angka di atas 10 persen, sehingga menjadi perhatian bagi Pemkot Kendari.

“Saya berharap betul kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar berkolaborasi biar penurunan stunting dan ada peningkatan kualitas untuk anak anak kita ini. Khususnya di daerah yang berada di atas 10 persen apalagi jika kita berbicara nilai manusia kita tidak bisa berbicara presentasi, ada saja satu anak kita yang terkategori stunting menjadi perhatian serius buat kita,” kata Sulkarnain.

Selain itu, untuk mewujudkan Kota Kendari layak huni dan sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Kendari 2017-2022, maka stunting menjadi komitmen pemerintah kota untuk menunjuk wilayah prioritas tersebut dalam pencegahan stunting.

“Bagaiman mungkin kita bisa mewujudkan kota layak huni kalau kualitas sumber daya manusia kita mengalami stunting. Sehingga untuk menangani ini tidak hanya satu bidang saja tetapi antar stakeholder yang menjadi tanggung jawab kita bersama untuk dilakukan dengan baik,” katanya.

Sementara itu, Tenaga Ahli Bina Bangda Lukman mengatakan, Stunting itu terjadi pada tumbuh kembang saat balita, kekurangan gizi pada 1000 hari kehidupan atau saat janin itu ada sehingga akan berdampak jangka panjang.

Menurut dia, faktor utama stunting itu, berdasar faktor nutrisi gizi, pola asuh dan lingkungan yang harus sehat.

Baca Juga  Bendera Jatuh saat Upacara HUT RI di Busel, Petugas Damkar Panjat Tiang

Ia mengaku, dari beberapa daerah yang menjadi lokus stunting di Sulawesi Tenggara (Sultra) maka Kota Kendari merupakan kota yang penanganan stuntingnya dilakukan dalam gerak cepat.

“Dari 10 kabupaten kota lokus stunting di Sulawesi Tenggara, maka Kota Kendari termasuk tercepat dan aktif dalam proses pembentukan gugus tugas penanganan stunting,” kata Tenaga Ahli Bina Bangda, Lukman.

Untuk diketahui, di Kota Kendari 10 Kelurahan yang persentase stunting berada di atas 10 persen yaitu, Tobimeita, Talia, Puday, Punggaloba, Poasia, Bungkutoko, Lepolepo, Sambuli, Purirano, dan Petoaha.

Sedangkan untuk kelurahan yang berada di bawah 10 persen yaitu, Lalodati, Baruga, Labibia, Anaiwoi, dan Sanua. (man)

Facebook Comments

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel panjikendari.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Basarnas Kendari Turunkan Tim SAR Cari Dua Mahasiswa UHO yang Tersesat di Hutan Konawe
Belajar dari Malang, PDAM Kendari Percepat Digitalisasi dan Reformasi Tata Kelola Layanan Air
MI Al-Istiqomah Kendari Raih Akreditasi A, Perkuat Pendidikan Islam Berbasis Karakter dan Digital
Basarnas Kendari Kirim Tim Bantu Pencarian Pesawat Hilang di Maros–Pangkep
Promo Januari 2026! Al-Munawwir Buka Kelas Berkuda & Panahan
Al-Munawwir Stable & Archery Reborn Gelar Pelatihan Dasar Berkuda di Kendari
Perjuangan Ojol Perempuan di Kolaka, Menghidupi Keluarga dari Jalanan
Direktur PT Tiran Nusantara Group: Kesehatan Karyawan Kunci Produktivitas Perusahaan

Berita Terkait

Rabu, 28 Januari 2026 - 09:00 WITA

Basarnas Kendari Turunkan Tim SAR Cari Dua Mahasiswa UHO yang Tersesat di Hutan Konawe

Selasa, 27 Januari 2026 - 20:32 WITA

Belajar dari Malang, PDAM Kendari Percepat Digitalisasi dan Reformasi Tata Kelola Layanan Air

Selasa, 27 Januari 2026 - 14:49 WITA

MI Al-Istiqomah Kendari Raih Akreditasi A, Perkuat Pendidikan Islam Berbasis Karakter dan Digital

Kamis, 22 Januari 2026 - 14:34 WITA

Basarnas Kendari Kirim Tim Bantu Pencarian Pesawat Hilang di Maros–Pangkep

Rabu, 21 Januari 2026 - 19:21 WITA

Promo Januari 2026! Al-Munawwir Buka Kelas Berkuda & Panahan

Berita Terbaru