Cegah Virus ASF dan Penyakit Berbahaya, Karantina Sultra Periksa Kapal Asing

- Penulis

Minggu, 22 Desember 2024 - 21:59 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kendari – Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru), Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Sulawesi Tenggara (Karantina Sultra) meningkatkan pengawasan terhadap lalu lintas komoditas yang masuk dan keluar wilayah Sulawesi Tenggara.

Langkah ini dilakukan guna mencegah masuk dan keluarnya Hama Penyakit Hewan Karantina (HPHK), Hama Penyakit Ikan Karantina (HPIK), dan Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK) di wilayah Sultra.

Kepala Karantina Sulawesi Tenggara, A. Azhar, menyampaikan bahwa tim karantina melakukan inspeksi di berbagai titik kritis, salah satunya terhadap kapal asing yang hendak masuk wilayah Sultra. Salah satu titik fokus pengawasan dilakukan pada hewan babi dan produk olahannya seiring meningkatnya kekhawatiran akan potensi masuknya virus ASF melalui peredaran hewan atau produk turunannya yang telah merambah saat ini.

Langkah-langkah pencegahan dilakukan melalui pemeriksaan ketat terhadap babi hidup, daging babi, serta produk olahannya yang masuk atau keluar dari wilayah Sulawesi Tenggara. “Kami memastikan bahwa semua media pembawa yang hendak masuk wilayah Sultra telah melalui proses karantina memiliki dokumen karantina sebagai penjamin produk tersebut telah dilakukan pemeriksaan dan dinyatakan sehat dan aman,” ungkap A. Azhar.

Selain itu, Karantina Sultra juga menggiatkan sosialisasi kepada peternak, pedagang, dan masyarakat umum terkait bahaya virus ASF (African Swine Fever) dan pentingnya menjaga biosekuriti. Penyakit ASF, yang disebabkan oleh virus, tidak berbahaya bagi manusia tetapi sangat mematikan bagi babi dan dapat menyebabkan kerugian ekonomi yang signifikan. Virus ini menyebar melalui kontak langsung dengan hewan yang terinfeksi, barang yang terkontaminasi, atau melalui makanan yang mengandung virus.

Hingga saat ini, Sulawesi Tenggara masih berada dalam zona aman dari ASF, tetapi kewaspadaan tetap ditingkatkan. Karantina Sultra mengimbau masyarakat agar segera melapor jika menemukan gejala mencurigakan pada babi, seperti demam tinggi, pendarahan, atau kematian mendadak, agar penanganan cepat dapat dilakukan.

Baca Juga  Babak Baru Kasus Dugaan Asusila Wakil Bupati Butur

Dengan pengawasan ketat ini, diharapkan penyebaran virus ASF dapat dicegah, sehingga industri peternakan babi di Sulawesi Tenggara tetap terjaga dan memberikan kontribusi positif bagi perekonomian daerah. (**)

Facebook Comments

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel panjikendari.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BMKG: 22 Gempa di Sultra dalam Sepekan, Terbanyak di Koltim dan Konut
Basarnas Kendari Turunkan Tim SAR Cari Dua Mahasiswa UHO yang Tersesat di Hutan Konawe
Belajar dari Malang, PDAM Kendari Percepat Digitalisasi dan Reformasi Tata Kelola Layanan Air
MI Al-Istiqomah Kendari Raih Akreditasi A, Perkuat Pendidikan Islam Berbasis Karakter dan Digital
Basarnas Kendari Kirim Tim Bantu Pencarian Pesawat Hilang di Maros–Pangkep
Promo Januari 2026! Al-Munawwir Buka Kelas Berkuda & Panahan
Al-Munawwir Stable & Archery Reborn Gelar Pelatihan Dasar Berkuda di Kendari
Perjuangan Ojol Perempuan di Kolaka, Menghidupi Keluarga dari Jalanan

Berita Terkait

Jumat, 3 April 2026 - 11:19 WITA

BMKG: 22 Gempa di Sultra dalam Sepekan, Terbanyak di Koltim dan Konut

Rabu, 28 Januari 2026 - 09:00 WITA

Basarnas Kendari Turunkan Tim SAR Cari Dua Mahasiswa UHO yang Tersesat di Hutan Konawe

Selasa, 27 Januari 2026 - 20:32 WITA

Belajar dari Malang, PDAM Kendari Percepat Digitalisasi dan Reformasi Tata Kelola Layanan Air

Selasa, 27 Januari 2026 - 14:49 WITA

MI Al-Istiqomah Kendari Raih Akreditasi A, Perkuat Pendidikan Islam Berbasis Karakter dan Digital

Kamis, 22 Januari 2026 - 14:34 WITA

Basarnas Kendari Kirim Tim Bantu Pencarian Pesawat Hilang di Maros–Pangkep

Berita Terbaru