Babak Baru Kasus Dugaan Asusila Wakil Bupati Butur

- Penulis

Sabtu, 22 Agustus 2020 - 06:55 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Massa FMPP saat berdemonstrasi di depan Mapolres Butur. (Foto: IST)

i

Massa FMPP saat berdemonstrasi di depan Mapolres Butur. (Foto: IST)

Panjikendari.com – Teki-teki terkait kasus dugaan asusila yang menyeret Wakil Bupati Buton Utara Ramadio memasuki babak baru. Salah seorang yang diduga pembuat video berinisial FS hingga saat ini belum ditetapkan sebagai tersangka oleh pihak kepolisian.

Hal ini tentu yang menimbulkan tanda tanya besar. Pasalnya, kasus yang menimpa orang nomor dua di Butur ini telah bergulir selama satu tahun lamanya. Terbaru, pada tanggal 8 Agustus 2020, ada laporan terkait pembuat video itu.

Hal ini memantik ratusan massa dari Forum Masyarakat Pemerhati Peradilan (FMPP) menyambangi Mapolres Butur. Mereka meminta kepada polisi agar segera memeriksa dan menangkap pelaku pembuat video itu.

Koordinator aksi, Kemal Muhsandi mengatakan FS harus segera ditangkap karena ada dugaan jika FS memberi penekanan terhadap DT, sehingga mengaku bahwa dirinya mengalami tindakan asusila oleh Ramadio.

“Polisi  harus segera menangkap FS, dia diduga sudah memberikan uang sebesar satu juta kepada DT untuk membuat video pengakuan bahwa ia pernah dilecehkan oleh Ramadio,” kata Kemal saat ditemui, Jumat, 21 Agustus 2020.

Kemal menilai, FS ini memiliki peran untuk menekan DT dalam memberikan pernyataan di video pertama. Namun, di tanggal 19 Agustus 2019 EVA kemudian membuat satu video pengakuan yang direkam oleh EVA sendiri, berisi klarifikasi bahwa video sebelumnya tidak benar RD telah melakukan tindak asusila terhadap dirinya.

Buntutnya, video yang sempat viral setahun silam ini telah membuat nama wakil Bupati Butur tercemar. Atas dasar itu, Kemal mendesak polisi menyelidiki dalang yang melatarbelakangi kasus ini.

“Polisi juga menyelidiki oknum yang jadi dalang pemberi uang yang digunakan dan tempat untuk membuat video pengakuan itu,” katanya.

Massa yang tidak ditemui oleh pihak Polres Butur diakibatkan bertepatan libur panjang, memilih untuk membubarkan diri dan berjanji akan kembali melakukan aksi dengan massa yang lebih banyak. (bur)

Facebook Comments
Baca Juga  Wali Kota Kendari: Uji Usap Antigen Massal Dilakukan Pekan Depan

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel panjikendari.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BMKG: 22 Gempa di Sultra dalam Sepekan, Terbanyak di Koltim dan Konut
Basarnas Kendari Turunkan Tim SAR Cari Dua Mahasiswa UHO yang Tersesat di Hutan Konawe
Belajar dari Malang, PDAM Kendari Percepat Digitalisasi dan Reformasi Tata Kelola Layanan Air
Ratusan Burung Endemik Sulawesi Diselamatkan dari Penyelundupan Laut
MI Al-Istiqomah Kendari Raih Akreditasi A, Perkuat Pendidikan Islam Berbasis Karakter dan Digital
Basarnas Kendari Kirim Tim Bantu Pencarian Pesawat Hilang di Maros–Pangkep
Promo Januari 2026! Al-Munawwir Buka Kelas Berkuda & Panahan
Al-Munawwir Stable & Archery Reborn Gelar Pelatihan Dasar Berkuda di Kendari

Berita Terkait

Jumat, 3 April 2026 - 11:19 WITA

BMKG: 22 Gempa di Sultra dalam Sepekan, Terbanyak di Koltim dan Konut

Rabu, 28 Januari 2026 - 09:00 WITA

Basarnas Kendari Turunkan Tim SAR Cari Dua Mahasiswa UHO yang Tersesat di Hutan Konawe

Selasa, 27 Januari 2026 - 20:32 WITA

Belajar dari Malang, PDAM Kendari Percepat Digitalisasi dan Reformasi Tata Kelola Layanan Air

Selasa, 27 Januari 2026 - 17:53 WITA

Ratusan Burung Endemik Sulawesi Diselamatkan dari Penyelundupan Laut

Selasa, 27 Januari 2026 - 14:49 WITA

MI Al-Istiqomah Kendari Raih Akreditasi A, Perkuat Pendidikan Islam Berbasis Karakter dan Digital

Berita Terbaru

PEMERINTAHAN

Pemprov Sultra Resmi Tunjuk Muhammad Fadlansyah sebagai Pj Sekda

Senin, 18 Mei 2026 - 16:37 WITA