Panjikendari.com – Masyarakat Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara, dihebohkan dengan adanya video joget massal di sebuah objek wisata pantai yang tersebar di media sosial. Dalam video itu, terlihat para pengunjung sedang menikmati alunan musik dengan berjoget ria. Tidak hanya berjoget, pengunjung juga menggelar acara molulo.
Teridentifikasi, acara molulo dan joget massal tersebut bertempat di sebuah objek wisata pantai di Desa Bakealu, Kecamatan Wakorumba Selatan, Kabupaten Muna. Desa Bakealu diketahui merupakan sebuah Desa Wisata yang penataan tempat wisatanya menggunakan Dana Desa.
Acara molulo dan joget massal yang diketahui berlangsung Minggu, 31 Mei 2020, itu praktis mengundang reaksi Pemerintah Kabupaten Muna. Kepala Dinas Pariwisata Muna, Amiruddin Ako, menyayangkan adanya pembukaan objek wisata di tengah pandemi Covid-19, apalagi ada acara molulo dan joget massal.
Menurut Amiruddin, pemerintah Kabupaten Muna telah mengeluarkan instruksi bahwa seluruh tempat pariwisata ditutup sementara waktu untuk mencegah penyebaran Covid-19. Namun di saat tempat wisata lain ditutup, ternyata pemerintah Desa Bakealu membuka objek wisata Pantai Bakealu.
“Kita sangat menyayangkan ini. Mestinya instruksi tentang penutupan tempat wisata dipatuhi dan dijalankan dengan baik. Tapi ternyata masih ada juga yang tidak mengindahkan instruksi itu,” kesal Amir.
Memang, kata Amir, Desa Bakealu masuk sebagai Desa Wisata, dimana penataan tempat wisatanya menggunakan dana desa sehingga pemerintah desa memiliki hak otonom untuk mengelola objek wisata tersebut.
“Pemerintah desa memang punyak hak sepenuhnya untuk mengelola tempat wisatanya, tapi kan tidak serta merta mengabaikan aturan atau instruksi dari pemerintah kabupaten,” katanya.
Oleh karena itu, mantan Kabag Humas Pemkab Muna ini menyampaikan, pihaknya akan menyurati kepala Desa Bakealu sehubungan dengan acara molulo dan joget massal tersebut.
“Saya juga sudah berkoordinasi dengan Kepala Dinas PMD (Pemberdayaan Masyarakat Desa) dan merekomendasikan pemberian sanksi kepada Desa Bakealu karena tidak mengindahkan instruski tentang penutupan tempat wisata,” ucapnya. (jie)








