Panjikendari.com – Sebanyak 10 pasien yang terjangkit Corona Virus Disease (Covid-19) di Kota Kendari dinyatakan sembuh dan diizinkan kembali kepada keluarganya pada malam lebaran Idulfitri, Sabtu, 23 Mei 2020.
Hal itu diungkapkan oleh Wali Kota Kendari, H Sulkarnain K, saat acara silaturahmi virtual dengan para pasien Covid-19 dan tenaga medis, Minggu, 24 Mei 2020. Silaturahmi tersebut diselenggarakan sehubungan dengan perayaan Hari Raya Idulfitri 1441 H/2020 M.
Menurut Sulkarnain, sembuhnya 10 pasien Covid-19 yang selama ini dirawat di RSUD Kota Kendari tersebut merupakan kabar gembira bagi seluruh masyarakat Kota Kendari.
“Alhamdulillah, kemarin sudah dinyatakan sembuh 10 orang. Ini berita gembira buat kita semua, ini hadiah lebaran buat kita seluruh warga Kota Kendari. Kayaknya ini adalah ‘THR’ menggembirakan. Sepuluh orang dinyatakan sembuh di malam lebaran, mudah-mudahan menyusul yang lain, semoga lekas pulih, sehat, bisa berkumpul bersama keluarga,” harapnya.
Kepada pasien yang sudah dinyatakan sembuh, Sulkarnain menitip pesan agar tetap menjaga kesehatan, menjaga kebersihan, dan tetap mematuhi imbauan pemerintah dengan membatasi aktivitas di luar rumah, menghindari kerumunan, menjaga jarak, menggunakan masker, serta rajin mencuci tangan.
Ia berharap, kewaspadaan terhadap Covid-19 terus ditingkatkan hingga benar-benar ditemukan obat atau vaksin untuk mengatasi Covid-19 ini. “Kita tetap harus waspada, tetap menjaga diri. Tetap pakai masker, menjaga jarak, sampai benar-benar ditemukan obat atau vaksin untuk mengatasi Covid-19 ini,” ujarnya.
Dalam acara silaturhmi virtual tersebut, Sulkarnain menyapa para pasien yang saat ini sedang berjuang untuk sembuh dari penyakit akibat virus Corona. Ada sekitar satu jam lebih, Sulkarnain berbincang dengan beberapa pasien, termasuk dokter dan perawat.
Kepada beberapa pasien pria yang sedang berada di ruang isolasi, orang nomor satu di Pemkot Kendari itu mengajak mereka untuk bercerita beberapa hal, baik tentang kondisi mereka saat ini maupun tentang suka duka dan kesan-kesan selama menjalani perawatan di ruang isolasi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Kendari.
Sulkarnain juga menyapa para tenaga medis yang saat itu sedang bertugas dengan mengenakan alat pelindung diri (APD). Ia memberikan apresiasi kepada para tenaga medis yang meskipun dalam suasana lebaran mereka tetap menjalankan tugas di rumah sakit, meninggalkan keluarga di rumah.
“Teman-teman medis; dokter, perawat, terima kasih atas dedikasinya, atas kerja ikhlasnya, atas kesungguhannya, untuk terus bekerja tanpa kenal lelah, saya tau ini tidak mudah, sudah tidak bertemu keluarga dalam waktu yang cukup lama, apalagi dalam suasana psikologis dengan menggunakan seragam ‘hasmat’ (alat pelindung diri) yang pasti dirasakan tidak nyaman,” pesannya. (jie)








