Rilis Data TBC di Muna, Aisyiyah: Pasien Ada dari Kalangan Pejabat

- Penulis

Minggu, 15 Maret 2020 - 21:59 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kegiatan pertemuan CSO Coordination & Networks at Distric Level yang diselenggarakan Dewan Pimpinan Aisyiyah Kabupaten Muna, Sabtu, 14 Maret 2020.

i

Kegiatan pertemuan CSO Coordination & Networks at Distric Level yang diselenggarakan Dewan Pimpinan Aisyiyah Kabupaten Muna, Sabtu, 14 Maret 2020.

Panjikendari.com, Raha – Tubercolosis (TBC) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh mycobacterium tubercolosis yang dapat menyerang paru dan organ tubuh lainnya.

Kuman TBC keluar ke udara saat penderita batuk, bersin, atau berbicara. Selanjutnya kuman TBC terhirup orang lain. Diperkirakan 1 penderita TBC dapat menginfeksi 10-15 orang per tahun.

Berdasarkan data yang dirilis oleh organisasi Pimpinan Daerah Aisyiyah Kabupaten Muna pertanggal 31 Desember 2019, yang terindikasi TBC di Muna mencapai 33.256 orang dan dinyatakan positif 4.527 orang. Diestimasi, penderita TBC yang dinyatakan sembuh sebanyak 3.852 orang.

“Kami di Aisyiyah punya klinik tersendiri untuk menangani persoalan penderita TBC. Setiap hari kami melayani pasien. Bahkan kami juga menerima rujukan dokter ahli dari Rumah Sakit Raha,” ujar Ketua DP Aisyiyah Kabupaten Muna Zainab Hibi, dalam kegiatan pertemuan CSO Coordination & Networks at Distric Level, Sabtu,14 Maret 2020.

Mantan Ketua DPRD Muna ini mengatakan, Dewan Pimpinan Aisyiyah Muna terus melakukan pendampingan terhadap masyarakat yang mengalami penderita TBC secara gratis.

Selain itu, untuk mencegah penularan TBC, Aisyiyah Kabupaten Muna juga intens melakukan sosialisasi dan penyuluhan di masyarakat.

“Hanya saat ini kami mengalami kendala setelah tiga tahun terakhir ini pihak Global Fun yang merupakan funding kami menghentikan bantuan dana untuk penanganan kegiatan penyakit TBC. Maka solusinya kami minta agar pemerintah untuk dianggarkan melalui APBD,” ujarnya.

Selain itu, kata Zainab, dalam rangka penanggulangan penyakit TBC di Kabupaten Muna maka perlu dibuatkan sebuah peraturan daerah (Perda). Rancangan perda tersebut telah masuk dalam program legislasi sejak tahun 2018, namun hingga saat ini Perda tersebut belum juga dibahas dan diputuskan oleh pihak DPRD Muna.

Baca Juga  Update Covid-19 di Sultra, 20 Mei 2020; Tidak Ada Tambahan Kasus Baru

“Kami minta kepada DPRD Muna, Perda penanganan TBC di Muna segera dituntaskan dan diprioritaskan dalam program legislasi tahun 2020. Sebab, Kabupaten Muna ini sudah masuk kategori darurat TB dan ini sangat berbahaya. Karena banyak pasien yang kami tangani bukan saja dari kalangan masyarakat biasa, tapi ada juga beberapa pejabat lingkup Pemda Muna yang kami temukan menderita TBC. Olehnya itu sekali lagi kami berharap Perda kami bisa diprioritaskan oleh DPRD untuk dituntaskan tahun ini,” harapnya. (adi)

Facebook Comments

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel panjikendari.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemprov Sultra Resmi Tunjuk Muhammad Fadlansyah sebagai Pj Sekda
BMKG: 22 Gempa di Sultra dalam Sepekan, Terbanyak di Koltim dan Konut
Basarnas Kendari Turunkan Tim SAR Cari Dua Mahasiswa UHO yang Tersesat di Hutan Konawe
Belajar dari Malang, PDAM Kendari Percepat Digitalisasi dan Reformasi Tata Kelola Layanan Air
MI Al-Istiqomah Kendari Raih Akreditasi A, Perkuat Pendidikan Islam Berbasis Karakter dan Digital
Basarnas Kendari Kirim Tim Bantu Pencarian Pesawat Hilang di Maros–Pangkep
Promo Januari 2026! Al-Munawwir Buka Kelas Berkuda & Panahan
Al-Munawwir Stable & Archery Reborn Gelar Pelatihan Dasar Berkuda di Kendari

Berita Terkait

Senin, 18 Mei 2026 - 16:37 WITA

Pemprov Sultra Resmi Tunjuk Muhammad Fadlansyah sebagai Pj Sekda

Jumat, 3 April 2026 - 11:19 WITA

BMKG: 22 Gempa di Sultra dalam Sepekan, Terbanyak di Koltim dan Konut

Rabu, 28 Januari 2026 - 09:00 WITA

Basarnas Kendari Turunkan Tim SAR Cari Dua Mahasiswa UHO yang Tersesat di Hutan Konawe

Selasa, 27 Januari 2026 - 20:32 WITA

Belajar dari Malang, PDAM Kendari Percepat Digitalisasi dan Reformasi Tata Kelola Layanan Air

Selasa, 27 Januari 2026 - 14:49 WITA

MI Al-Istiqomah Kendari Raih Akreditasi A, Perkuat Pendidikan Islam Berbasis Karakter dan Digital

Berita Terbaru