Subhanallah! Bayi Masih Hidup Setelah Dikubur 8 Jam

- Penulis

Jumat, 8 Juni 2018 - 20:40 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

panjikendari.com – Seorang bayi ditemukan masih hidup usai dikubur selama 8 jam, ini merupakan sebuah mukjizat.
Orang tua bayi tersebut mengira bayinya telah meninggal saat lahir kemudian menguburkannya.

Tribunnews melansir Mail Online, peristiwa ini terjadi di Canarana, Brazil pada Selasa malam, 5 Juni 2018.

Upaya penggalian mayat bayi itu direkam dalam sebuah video. Video tersebut menunjukkan dua polisi berlutut di atas lubang di tanah hanya dengan cahaya senter.

Mereka lantas menggali lubang tersebut dari atas kepala bayi.

Polisi berpikir akan menemukan mayat bayi, tetapi mereka terkejut mendengar rengekan bayi ketika menggali tanah tersebut.

Lantas dengan hati-hati polisi berusaha mengeluarkan bayi dari tanah. Saat dikeluarkan, bayi itu berlumuran tanah, tali pusarnya masih melekat, dan dia berjuang untuk bernapas setelah berada di bawah tanah dalam waktu lama.

Bayi tersebut kemudian dibawa ke rumah sakit, di ambulans peramedis berusaha membersihkan saluran udara dan memberi oksigen pada bayi tersebut.

Usai di tes, bayi tersebut dalam kondisi baik dan tidak mengalami luka serius.
Tim medis kemudian membawa bayi tersebut ke ruang perawatan intensif.

Penyelamatan bayi tersebut berawal ketika pihak kepolisian datang ke rumah orang tua bayi.

Polisi mendapat laporan tentang kematian bayi yang belum dilaporkan sehingga polisi ingin mengetahui awal peristiwa tersebut.

Bayi tersebut lahir pada Selasa, siang hari, ibunya seorang remaja suku Indian yang berusia 15 tahun.

Bayi itu lahir saat ibunya sendirian di kamar mandi. Kandunganya mengalami kontraksi dan dia mengatakan, bayi tersebut keluar begitu saja lalu jatuh ke lantai kamar mandi.

Bayi tersebut dilaporkan menderita fraktur tulang tengkorak dan kini sedang dipantau tim dokter di rumah sakit Agua Boa Regional Hospital.

Baca Juga  Polsek Kabaena Timur Bongkar Rumah Produksi Miras Arak

Ketika bayi tersebut tidak menangis, nenek buyut bayi itu, Kutz Amin menduga dia sudah mati.

Sehingga dia memakamkan bayi tersebut sesuai adat istiadat suku, yaitu membungkus bayi perempuan itu menggunakan kain dan menguburnya di halaman belakang.

Menurut polisi, keluarga tersebut mengaku tidak melaporkan kematian bayi itu dan hanya mengukuti ada sukunya.
Nenek buyutnya pun tak ragu-ragu saat menunjukkan letak kuburan bayi itu.

Kepala Polisi Canaran, Joao Paula Bezzera do Nascimento mengatakan, bayitersebut dikubur sekitar pukul 14.00 waktu setempat.

“Yang membuat saya terkejut adalah bagaimana bayi itu masih hidup setelah dikubur selama 8 jam. Ini adalah sebuah keajaiban,” katanya.

Sementara, ibu si bayi yang telah diinterogasi polisi itu kini dirawat di rumah sakit karena komplikasi yang dialaminya setelah persalinan.

Sementara nenek buyutnya ditangkap atas tuduhan percobaan pembunuhan. (Tribunnews/jie)

Facebook Comments

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel panjikendari.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BMKG: 22 Gempa di Sultra dalam Sepekan, Terbanyak di Koltim dan Konut
Basarnas Kendari Turunkan Tim SAR Cari Dua Mahasiswa UHO yang Tersesat di Hutan Konawe
Belajar dari Malang, PDAM Kendari Percepat Digitalisasi dan Reformasi Tata Kelola Layanan Air
Ratusan Burung Endemik Sulawesi Diselamatkan dari Penyelundupan Laut
MI Al-Istiqomah Kendari Raih Akreditasi A, Perkuat Pendidikan Islam Berbasis Karakter dan Digital
Basarnas Kendari Kirim Tim Bantu Pencarian Pesawat Hilang di Maros–Pangkep
Promo Januari 2026! Al-Munawwir Buka Kelas Berkuda & Panahan
Al-Munawwir Stable & Archery Reborn Gelar Pelatihan Dasar Berkuda di Kendari

Berita Terkait

Jumat, 3 April 2026 - 11:19 WITA

BMKG: 22 Gempa di Sultra dalam Sepekan, Terbanyak di Koltim dan Konut

Rabu, 28 Januari 2026 - 09:00 WITA

Basarnas Kendari Turunkan Tim SAR Cari Dua Mahasiswa UHO yang Tersesat di Hutan Konawe

Selasa, 27 Januari 2026 - 20:32 WITA

Belajar dari Malang, PDAM Kendari Percepat Digitalisasi dan Reformasi Tata Kelola Layanan Air

Selasa, 27 Januari 2026 - 17:53 WITA

Ratusan Burung Endemik Sulawesi Diselamatkan dari Penyelundupan Laut

Selasa, 27 Januari 2026 - 14:49 WITA

MI Al-Istiqomah Kendari Raih Akreditasi A, Perkuat Pendidikan Islam Berbasis Karakter dan Digital

Berita Terbaru