Kuliah Umum di UHO, Mentan Amran: Indonesia Nomor Satu Berdoa, Tapi Terakhir Bertindak

- Penulis

Sabtu, 6 Juni 2026 - 16:31 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

panjikendari.com – Menteri Pertanian Republik Indonesia, Andi Amran Sulaiman, mengingatkan generasi muda agar tidak hanya mengandalkan doa, tetapi juga harus berani bertindak dan bekerja keras untuk mengubah masa depan.

Pesan itu disampaikan Amran saat memberikan kuliah umum bertema “Dari Kampus untuk Negeri: Penguatan Nilai Kebangsaan, Inovasi Pertanian dan Kemandirian Pangan Nasional” di Auditorium Mokodompit Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari, Sabtu, 6 Juni 2026.

Kegiatan tersebut dihadiri ratusan mahasiswa dan dosen. Tampak hadir pula Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara Hugua, Bupati Konawe Selatan Irham Kalenggo, unsur Forkopimda, pimpinan perguruan tinggi, dan sejumlah pejabat daerah.

Dalam pemaparannya, Amran mengenang masa-masa mudanya di Sulawesi Tenggara yang telah menjadi bagian penting perjalanan hidupnya selama tiga dekade terakhir.

“Sebenarnya saya hanya singgah sebentar mengenang 30 tahun yang lalu saya di Sulawesi Tenggara. Tepatnya tahun 1996. Masa muda saya sampai masa tua saya lebih banyak di Sulawesi Tenggara daripada di Sulawesi Selatan,” ujarnya.

Menteri yang dikenal dengan berbagai gebrakan di sektor pertanian itu mengaku memiliki banyak kenangan dengan UHO. Bahkan, ia menyatakan keinginannya untuk kembali mengajar di kampus tersebut ketika tidak lagi menjabat sebagai menteri.

“Nanti Pak Rektor, undang saya kalau sudah tidak menjadi menteri lagi. Saya mau mengajar, keliling mengajar termasuk di Halu Oleo. Tidak usah dibayar,” katanya yang langsung disambut tepuk tangan peserta.

Di hadapan mahasiswa, Amran menegaskan bahwa perubahan nasib tidak datang dengan sendirinya. Menurutnya, setiap orang harus memiliki cita-cita besar, kemauan kuat, dan keberanian untuk bertindak.

“Kalau mau berubah nasibnya, itu tergantung kalian. Mau jadi apa pun, harus punya tekad dari sekarang,” ujarnya.

Ia kemudian mengutip pesan yang sangat familiar dalam kehidupan masyarakat Indonesia, bahwa Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum sebelum mereka sendiri berusaha mengubahnya.

Menurut Amran, banyak orang memiliki harapan besar, tetapi tidak diikuti perubahan cara berpikir dan tindakan nyata.

Ia mengutip pandangan ilmuwan Albert Einstein yang menyebut melakukan hal yang sama berulang kali tetapi mengharapkan hasil berbeda sebagai sebuah kekeliruan.

“Kalau setiap hari kerjanya sama, hasilnya kosong, tapi berharap menjadi sukses, itu tidak mungkin. Harus ada perubahan dan tindakan nyata,” katanya.

Amran juga menyoroti budaya masyarakat yang rajin berdoa tetapi sering kali kurang serius dalam bekerja dan bertindak.

Baca Juga  Hadapi UN, Pemprov Sultra Segera Lantik Para Kepala SMA/SMK

“Kalau doa, Indonesia nomor satu dunia. Ini ada surveinya. Kita paling rajin berdoa. Tapi nomor terakhir bertindak,” ujarnya yang disambut gelak tawa peserta.

Menurutnya, doa merupakan kekuatan penting, namun harus disertai kerja keras, inovasi, dan konsistensi dalam menghadapi tantangan.

“Kalau menurut kami, harus ada gagasan besar, mimpi besar, doa besar, kemudian take action. Bertindak. Tapi yang paling sulit adalah bertahan, persisten dalam tekanan,” tegasnya.

Amran meyakini Indonesia memiliki potensi besar menjadi negara maju apabila generasi mudanya memiliki pola pikir yang benar dan tidak takut bekerja keras.

“Bayangkan kalau dalam ruangan ini semua berubah mindset-nya. Berdoa, bekerja keras, dan persisten. Kalian bisa mengubah bangsa ini menjadi negara super power,” katanya.

Ia juga menepis anggapan bahwa kemiskinan dapat diterima selama seseorang merasa bahagia.

“Ada yang mengatakan biar miskin yang penting bahagia. Itu omong kosong. Mahasiswa adalah harapan bangsa. Kalian yang akan melanjutkan perjuangan bangsa ini,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Rektor IV Bidang Kerja Sama, Sistem Informasi, dan Hubungan Masyarakat UHO, Prof. Dr. H. Takdir Saili, M.Si, mengatakan UHO siap mendukung seluruh program pemerintah, termasuk program strategis Kementerian Pertanian.

Ia menjelaskan bahwa saat ini UHO tengah berada dalam masa transisi kepemimpinan. Pelaksana Tugas Rektor sedang menjalankan ibadah haji, sedangkan Pelaksana Harian Rektor yang juga menjabat Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi berhalangan hadir karena sedang bertugas di Mataram.

Meski persiapan acara dilakukan dalam waktu kurang dari 24 jam, UHO berhasil menyelenggarakan kuliah umum tersebut dengan baik berkat dukungan berbagai pihak.

“Kami men-support sepenuhnya semua program pemerintah, khususnya program Kementerian Pertanian,” ujarnya.

Takdir juga mengungkapkan bahwa UHO saat ini memiliki 171 guru besar, termasuk 42 guru besar di bidang pertanian.

Menurutnya, sumber daya akademik tersebut merupakan modal besar bagi UHO untuk berkolaborasi mendukung program swasembada pangan nasional.

“Dengan kekuatan guru besar yang kami miliki, insya Allah kami bisa berpartisipasi secara maksimal dalam mendukung program ketahanan pangan dan swasembada pangan nasional,” katanya.

Kuliah umum berlangsung interaktif dan mendapat sambutan antusias dari peserta yang memadati Auditorium Mokodompit UHO. Pesan tentang mimpi besar, kerja keras, dan keberanian bertindak menjadi salah satu poin yang paling banyak mendapat perhatian dari mahasiswa yang hadir. (*)

Facebook Comments

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel panjikendari.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kendari Jadi Wilayah Penerima MBG Terbesar di Sultra
Peletakan Batu Pertama GOR UM Kendari, Sultra Perkuat Infrastruktur Pendidikan Tinggi
Kepala BB Sultra Sapa Siswa SMAN 2 Kendari Bawa Pesan Mendikdasmen
MI Al-Istiqomah Kendari Terapkan Cara Unik PPDB, Jaring Siswa Lewat Lomba Edukatif Anak Usia Dini
MI Al-Istiqomah Kendari Raih Akreditasi A, Perkuat Pendidikan Islam Berbasis Karakter dan Digital
Dari Agrowisata California, Masjid Pondok Pesantren Alam Nurul ‘Ilmi Mulai Dibangun
Guru PPPK Napabalano–Towea Kirim Bantuan untuk Korban Bencana Sumatera
Fakultas Pertanian Gelar Bimtek Pupuk Organik Diperkaya Agens Hayati Indigenos di Desa Lasalepa

Berita Terkait

Sabtu, 6 Juni 2026 - 16:31 WITA

Kuliah Umum di UHO, Mentan Amran: Indonesia Nomor Satu Berdoa, Tapi Terakhir Bertindak

Jumat, 8 Mei 2026 - 10:36 WITA

Kendari Jadi Wilayah Penerima MBG Terbesar di Sultra

Rabu, 1 April 2026 - 20:50 WITA

Peletakan Batu Pertama GOR UM Kendari, Sultra Perkuat Infrastruktur Pendidikan Tinggi

Senin, 30 Maret 2026 - 22:58 WITA

Kepala BB Sultra Sapa Siswa SMAN 2 Kendari Bawa Pesan Mendikdasmen

Rabu, 28 Januari 2026 - 06:34 WITA

MI Al-Istiqomah Kendari Terapkan Cara Unik PPDB, Jaring Siswa Lewat Lomba Edukatif Anak Usia Dini

Berita Terbaru

PEMERINTAHAN

Pemprov Sultra Resmi Tunjuk Muhammad Fadlansyah sebagai Pj Sekda

Senin, 18 Mei 2026 - 16:37 WITA