Wakatobi, Panjikendari.com – Enam warga Desa Ogu, Wanci, nyaris terombang-ambing nasibnya di tengah laut setelah longboat yang mereka tumpangi mengalami mati mesin di perairan sekitar Pulau Kaledupa, Kabupaten Wakatobi. Beruntung, Tim SAR dari Pos SAR Wakatobi bergerak cepat menyelamatkan mereka di tengah malam yang sunyi.
Insiden itu terjadi saat keenam warga—yang diketahui berangkat memancing sejak Kamis malam, 15 Mei 2025—mengalami gangguan mesin sekitar pukul 01.20 Wita dalam perjalanan pulang. Salah satu korban, Tasrin (31), langsung menghubungi Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kendari untuk meminta bantuan.
Laporan tersebut diterima oleh Comm Centre KPP Kendari pada pukul 01.50 Wita. Tak butuh waktu lama, pada pukul 02.02 Wita, tim rescue dari Pos SAR Wakatobi dikerahkan menuju lokasi kejadian (LKP), yang berjarak sekitar 27 mil laut dari Pelabuhan Marina Wanci.
Pukul 04.00 Wita, longboat dan enam orang di dalamnya berhasil ditemukan. Kondisi mereka dilaporkan selamat, namun dua di antaranya—Suriadin (34) dan Sardin (35)—memilih tetap bertahan di longboat untuk menunggu bantuan perbaikan, sementara empat lainnya dievakuasi ke kapal RIB milik SAR.
Tim bersama para korban tiba kembali di Pelabuhan Marina Wanci sekitar pukul 06.00 Wita. Dengan selesainya proses evakuasi dan kondisi para korban dinyatakan aman, operasi SAR dinyatakan ditutup.
Enam Korban Selamat:
1. Amirudin (42)
2. Tasrin (31)
3. Amir (58)
4. Seri (38)
5. Suriadin (34) – bertahan di longboat
6. Sardin (35) – bertahan di longboat
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Kendari, Amiruddin A.S, mengapresiasi gerak cepat tim rescue dan kerja sama semua unsur yang terlibat. “Alhamdulillah seluruh korban berhasil ditemukan dalam keadaan selamat. Ini semua berkat koordinasi yang baik di lapangan,” ujarnya.
Cuaca saat kejadian relatif bersahabat, dengan langit cerah berawan dan tinggi gelombang antara 0,5 hingga 1,25 meter. Operasi ini melibatkan personel KPP Kendari dan tim Pos SAR Wakatobi, menggunakan rescue car, peralatan medis, komunikasi, dan kapal RIB. (*)
Editor: Jumaddin








