Buton Utara, Panjikendari.com – Operasi pencarian terhadap Mayudin, warga Desa Wowonga Jaya, Kecamatan Kulisusu Utara, yang dilaporkan hilang sejak Sabtu, 20 April 2025, masih terus dilakukan. Hingga hari kedua pencarian, Selasa pagi, 22 April 2025, tim SAR gabungan belum menemukan keberadaan korban.
Mayudin (39), yang diketahui berprofesi sebagai guru di SMP Negeri 2, terakhir terlihat sekitar pukul 17.30 Wita di sekitar Puskesmas Lakansai. Sebelumnya, korban meninggalkan rumah sekitar pukul 16.00 Wita. Pihak keluarga yang menyadari kepergian korban tak seperti biasa, segera melaporkan kejadian itu ke Polsek setempat. Upaya pencarian telah dilakukan oleh keluarga dan warga sejak Sabtu sore, namun hingga kini belum membuahkan hasil.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Kendari, Amiruddin A.S, dalam keterangannya menyebutkan bahwa Operasi SAR hari kedua dimulai pukul 07.00 Wita. Tim SAR gabungan dibagi menjadi dua tim untuk memperluas area pencarian.
“Tim 1 terdiri dari personel Rescuer Unit Siaga SAR Muna, menyisir sisi kanan area pencarian dengan metode essar berbanjar selebar 400 meter dan sejauh 1 kilometer,” jelas Amiruddin. Sementara itu, “Tim 2 terdiri dari unsur potensi SAR dan masyarakat, menyisir sisi kiri dengan metode serupa.”
Cuaca di lokasi pencarian dilaporkan berawan dan berpotensi hujan, yang tentu menjadi tantangan tersendiri bagi tim di lapangan.
Operasi pencarian ini melibatkan sejumlah unsur, di antaranya staf KPP Kendari, Rescuer Unit Siaga SAR Muna, Bhabinkamtibmas Wowonga Jaya, BPBD Buton Utara, aparat desa setempat, serta keluarga dan masyarakat.
Adapun peralatan yang digunakan dalam operasi ini meliputi rescue car, peralatan SAR medis, peralatan evakuasi, komunikasi, serta peralatan keselamatan pendukung lainnya.
Pihak Basarnas Kendari menyatakan akan terus melanjutkan pencarian hingga ada perkembangan baru. Masyarakat diimbau untuk tetap memberikan informasi bila melihat atau menemukan petunjuk yang berkaitan dengan keberadaan korban. (*)
Editor: Jumaddin







