KOLAKA TIMUR, Panjikendari.com – Gempa kembali mengguncang wilayah Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara. Sabtu pagi, 12 April 2025, getaran bermagnitudo 2.3 terasa di kawasan Ladongi dan sekitarnya. Ini bukan kejadian biasa—gempa kali ini tercatat sebagai yang ke-490 sejak awal tahun!
BMKG Stasiun Geofisika Kendari melaporkan, gempa terjadi pukul 09:09:08 WITA dengan pusat gempa berada di darat, sekitar 3 km barat daya Ladongi, pada kedalaman 10 km. Getaran dirasakan ringan, namun cukup membuat warga sadar akan guncangan tersebut.
“Gempa ini termasuk dangkal dan dipicu oleh aktivitas sesar aktif di wilayah barat daya Ladongi,” ujar Kepala Stasiun Geofisika Kendari, Rudin, ST., Sabtu, 12 April 2025.
Yang mengejutkan, gempa ini hanyalah bagian dari rangkaian panjang aktivitas seismik yang melanda Kolaka Timur sejak 24 Januari 2025 lalu. Kala itu, wilayah ini diguncang gempa M4.9 yang menjadi pemicu lonjakan aktivitas gempa susulan.
“Dengan gempa pagi ini, total aktivitas gempa yang tercatat di Kolaka Timur mencapai 490 kali,” ungkap Rudin.
Meski tidak menimbulkan kerusakan dan tidak berpotensi tsunami, intensitas gempa yang terus berulang jelas menjadi perhatian masyarakat dan otoritas. Getaran pagi ini dirasakan di Kolaka Timur pada skala II-III MMI—terasa nyata di dalam rumah, seperti ada truk besar yang melintas.
BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang dan waspada, serta menghindari bangunan yang berpotensi roboh. Pastikan tempat tinggal aman sebelum kembali ke dalam rumah.
“Jangan mudah terpengaruh oleh informasi yang tidak bisa dipertanggungjawabkan. Ikuti perkembangan hanya dari sumber resmi BMKG,” tegas Rudin.
Untuk informasi lebih lanjut, BMKG menyediakan update melalui situs www.bmkg.go.id, aplikasi InfoBMKG, serta media sosial @infoBMKG. (*)








