Kendari, Panjikendari.com – Universitas Halu Oleo (UHO) melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) kembali menunjukkan komitmennya dalam pengabdian berbasis teknologi tepat guna.
Kali ini, tim dosen dan mahasiswa Fakultas Teknik UHO melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik bertajuk “Lingkungan Permukiman Sehat dengan Penerapan Septictank Muka Air Tanah Tinggi dalam Proses Penanganan Limbah Kakus Padat” di Desa Leppe, Kecamatan Soropia, Kabupaten Konawe.
Program ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan partisipasi masyarakat pesisir terhadap pentingnya pengelolaan sanitasi yang aman dan ramah lingkungan.

Ketua Tim, Dr. Ir. Ishak Kadir, ST., MT., menjelaskan bahwa wilayah pesisir seperti Desa Leppe memiliki karakter tanah berlumpur dengan muka air tanah yang tinggi. Kondisi itu membuat sistem septictank konvensional sering gagal berfungsi dan berpotensi mencemari air tanah.
“Melalui inovasi septictank adaptif pesisir, kami mencoba memberikan solusi teknis yang sesuai dengan kondisi lokal,” ujarnya.
Kegiatan yang berlangsung selama 12 September hingga 12 Oktober 2025 ini melibatkan 15 mahasiswa dari Jurusan Arsitektur, Teknik Sipil, Rancang Kota (RIL), dan Teknik Kelautan. Mereka bekerja sama dengan pemerintah desa dan masyarakat dalam proses sosialisasi, perancangan, hingga pembangunan unit septictank percontohan yang kedap air serta tahan terhadap tekanan air tanah tinggi.
Selain pembangunan fisik, tim UHO juga menggelar pelatihan dan sosialisasi mengenai perilaku hidup bersih dan sehat, pengelolaan limbah rumah tangga, serta pemeliharaan fasilitas sanitasi.
“Melalui pendekatan partisipatif, masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat, tapi juga pelaku utama dalam menjaga lingkungan mereka,” jelas Annas Ma’ruf, S.T., M.T., salah satu dosen pendamping.
Selain Ishak Kadir dan Annas Ma’ruf, kegiatan ini juga didampingi oleh para dosen: Dr. M. Husni Kotta, ST., M.Si., Dr. Lawelendo, ST., MT., Dr. Ranno Marlany Rachman, ST., M.Kes., dan Wisdha Ahdiyani, ST., M.Sc. Mereka berperan memberikan pendampingan teknis sekaligus edukasi kepada warga.
Hasil kegiatan ini berupa satu unit septictank adaptif pesisir yang diserahkan kepada masyarakat melalui Pemerintah Desa Leppe. Fasilitas tersebut menjadi pilot project yang diharapkan dapat direplikasi oleh warga lain untuk mengatasi persoalan limbah di kawasan pesisir dengan muka air tanah tinggi.
Kepala Desa Leppe menyampaikan apresiasi atas kehadiran tim UHO yang telah membantu masyarakat memahami pentingnya sanitasi sehat.
“Kami berharap kegiatan ini menjadi langkah awal menuju lingkungan pesisir yang bersih, sehat, dan bebas pencemaran,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, UHO menegaskan perannya dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di wilayah pesisir, sekaligus memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat dalam mewujudkan permukiman yang layak huni dan ramah lingkungan. (*)






