Universitas Halu Oleo Dorong Sanitasi Sehat di Kawasan Pesisir melalui Inovasi Septictank Adaptif

- Penulis

Senin, 20 Oktober 2025 - 14:00 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tim Dosen Fakultas Teknik beserta mahasiswa dan masyarakat foto Bersama setelah melakukan sosialisasi Lingkungan Pemukiman Sehat dengan Penerapan Septictank Muka Air Tanah Tinggi dalam Proses Penanganan Limbah Kakus Padat, di Desa Leppe, Kecamatan Soropia, Kabupaten Konawe.

i

Tim Dosen Fakultas Teknik beserta mahasiswa dan masyarakat foto Bersama setelah melakukan sosialisasi Lingkungan Pemukiman Sehat dengan Penerapan Septictank Muka Air Tanah Tinggi dalam Proses Penanganan Limbah Kakus Padat, di Desa Leppe, Kecamatan Soropia, Kabupaten Konawe.

Kendari, Panjikendari.com – Universitas Halu Oleo (UHO) melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) kembali menunjukkan komitmennya dalam pengabdian berbasis teknologi tepat guna.

Kali ini, tim dosen dan mahasiswa Fakultas Teknik UHO melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik bertajuk “Lingkungan Permukiman Sehat dengan Penerapan Septictank Muka Air Tanah Tinggi dalam Proses Penanganan Limbah Kakus Padat” di Desa Leppe, Kecamatan Soropia, Kabupaten Konawe.

Program ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan partisipasi masyarakat pesisir terhadap pentingnya pengelolaan sanitasi yang aman dan ramah lingkungan.

Ketua Tim Dosen Fakultas Teknik UHO Dr. Ir. Ishak Kadir, ST., MT., (pegang mic) menjadi salah satu pemateri dalam sosialisasi Lingkungan Pemukiman Sehat dengan Penerapan Septictank Muka Air Tanah Tinggi dalam Proses Penanganan Limbah Kakus Padat, di Desa Leppe, Kecamatan Soropia, Kabupaten Konawe.

Ketua Tim, Dr. Ir. Ishak Kadir, ST., MT., menjelaskan bahwa wilayah pesisir seperti Desa Leppe memiliki karakter tanah berlumpur dengan muka air tanah yang tinggi. Kondisi itu membuat sistem septictank konvensional sering gagal berfungsi dan berpotensi mencemari air tanah.

“Melalui inovasi septictank adaptif pesisir, kami mencoba memberikan solusi teknis yang sesuai dengan kondisi lokal,” ujarnya.

Kegiatan yang berlangsung selama 12 September hingga 12 Oktober 2025 ini melibatkan 15 mahasiswa dari Jurusan Arsitektur, Teknik Sipil, Rancang Kota (RIL), dan Teknik Kelautan. Mereka bekerja sama dengan pemerintah desa dan masyarakat dalam proses sosialisasi, perancangan, hingga pembangunan unit septictank percontohan yang kedap air serta tahan terhadap tekanan air tanah tinggi.

Selain pembangunan fisik, tim UHO juga menggelar pelatihan dan sosialisasi mengenai perilaku hidup bersih dan sehat, pengelolaan limbah rumah tangga, serta pemeliharaan fasilitas sanitasi.

“Melalui pendekatan partisipatif, masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat, tapi juga pelaku utama dalam menjaga lingkungan mereka,” jelas Annas Ma’ruf, S.T., M.T., salah satu dosen pendamping.

Selain Ishak Kadir dan Annas Ma’ruf, kegiatan ini juga didampingi oleh para dosen: Dr. M. Husni Kotta, ST., M.Si., Dr. Lawelendo, ST., MT., Dr. Ranno Marlany Rachman, ST., M.Kes., dan Wisdha Ahdiyani, ST., M.Sc. Mereka berperan memberikan pendampingan teknis sekaligus edukasi kepada warga.

Baca Juga  KPU RI Tetapkan Komisioner KPU Sultra: 2 Incumbent, 2 Naik Kelas, 1 Pendatang Baru

Hasil kegiatan ini berupa satu unit septictank adaptif pesisir yang diserahkan kepada masyarakat melalui Pemerintah Desa Leppe. Fasilitas tersebut menjadi pilot project yang diharapkan dapat direplikasi oleh warga lain untuk mengatasi persoalan limbah di kawasan pesisir dengan muka air tanah tinggi.

Kepala Desa Leppe menyampaikan apresiasi atas kehadiran tim UHO yang telah membantu masyarakat memahami pentingnya sanitasi sehat.

“Kami berharap kegiatan ini menjadi langkah awal menuju lingkungan pesisir yang bersih, sehat, dan bebas pencemaran,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, UHO menegaskan perannya dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di wilayah pesisir, sekaligus memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat dalam mewujudkan permukiman yang layak huni dan ramah lingkungan. (*)

Facebook Comments

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel panjikendari.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BMKG: 22 Gempa di Sultra dalam Sepekan, Terbanyak di Koltim dan Konut
Peletakan Batu Pertama GOR UM Kendari, Sultra Perkuat Infrastruktur Pendidikan Tinggi
Kepala BB Sultra Sapa Siswa SMAN 2 Kendari Bawa Pesan Mendikdasmen
Basarnas Kendari Turunkan Tim SAR Cari Dua Mahasiswa UHO yang Tersesat di Hutan Konawe
MI Al-Istiqomah Kendari Terapkan Cara Unik PPDB, Jaring Siswa Lewat Lomba Edukatif Anak Usia Dini
Belajar dari Malang, PDAM Kendari Percepat Digitalisasi dan Reformasi Tata Kelola Layanan Air
MI Al-Istiqomah Kendari Raih Akreditasi A, Perkuat Pendidikan Islam Berbasis Karakter dan Digital
Basarnas Kendari Kirim Tim Bantu Pencarian Pesawat Hilang di Maros–Pangkep

Berita Terkait

Jumat, 3 April 2026 - 11:19 WITA

BMKG: 22 Gempa di Sultra dalam Sepekan, Terbanyak di Koltim dan Konut

Rabu, 1 April 2026 - 20:50 WITA

Peletakan Batu Pertama GOR UM Kendari, Sultra Perkuat Infrastruktur Pendidikan Tinggi

Rabu, 28 Januari 2026 - 09:00 WITA

Basarnas Kendari Turunkan Tim SAR Cari Dua Mahasiswa UHO yang Tersesat di Hutan Konawe

Rabu, 28 Januari 2026 - 06:34 WITA

MI Al-Istiqomah Kendari Terapkan Cara Unik PPDB, Jaring Siswa Lewat Lomba Edukatif Anak Usia Dini

Selasa, 27 Januari 2026 - 20:32 WITA

Belajar dari Malang, PDAM Kendari Percepat Digitalisasi dan Reformasi Tata Kelola Layanan Air

Berita Terbaru