Tinjau Pemulihan Pascabencana di Aceh Tenggara, Menteri PU: Penanganan Banjir Harus Sentuh Hulu, Sabo Dam Jadi Solusi

- Penulis

Senin, 19 Januari 2026 - 19:10 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, menegaskan bahwa penanganan bencana banjir bandang tidak cukup hanya dilakukan di bagian hilir, melainkan harus menyentuh sumber persoalan di wilayah hulu sungai.

Penegasan tersebut disampaikan Menteri Dody saat meninjau proses pemulihan infrastruktur di Aceh Tenggara, Minggu (11/1/2026). Ia menilai pembangunan infrastruktur pengendali sedimen (sabo dam) dan check dam merupakan salah satu solusi masa depan untuk menahan material kayu, batu, dan sedimen agar tidak terbawa aliran sungai saat hujan deras.

“Penanganan banjir bandang harus dimulai dari hulu. Sabo dam berfungsi sebagai penangkap material sehingga aliran air ke hilir bisa lebih terkendali dan tidak merusak infrastruktur,” ujar Menteri Dody.

Guna memperkuat sistem pengendalian banjir di wilayah hulu, Kementerian PU merencanakan pembangunan check dam dan sabo dam di wilayah Aceh. Aceh membutuhkan sekitar 30 hingga 40 titik lokasi dam, terutama di daerah rawan banjir bandang di Aceh Tenggara dan hulu Sungai Alas. Pembangunan ini ditargetkan terlaksana secara bertahap dengan percepatan pada lokasi-lokasi prioritas.

Menteri Dody menekankan bahwa perbaikan infrastruktur konektivitas, seperti jembatan, tidak akan efisien tanpa pengendalian di hulu.

“Kalau kita mau membangun jembatan, tidak bisa hanya membangun di titik ini saja. Harus dibarengi dengan pembangunan sabo dam di hulunya agar lebih efisien dan berkelanjutan. Sabo dam ini berfungsi sebagai penangkap material agar tidak turun ke hilir,” ungkap Menteri Dody.

Dalam kunjungan kerjanya, Menteri Dody meninjau langsung Jembatan Pantai Dona yang membentang di atas Sungai Alas. Jembatan ini merupakan akses vital penghubung tiga kecamatan, yakni Kecamatan Lawe Alas, Tanoh Alas, dan Babul Rahmah.

Menteri Dody telah menginstruksikan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh untuk mempercepat penanganan jembatan tersebut dengan sistem kerja paralel.

“Saya minta dikerjakan siang dan malam dari dua sisi. Mudah-mudahan dalam waktu 2–3 bulan sudah bisa selesai dan kembali difungsikan,” ujar Menteri Dody.

Baca Juga  KAI Logistik Dukung Kelancaran Konektivitas Logistik UMKM di Masa Puncak Akhir Tahun

Selain Jembatan Pantai Dona, Menteri Dody juga meninjau Jembatan Mbarung di Kecamatan Babussalam yang terdampak bencana pada 27 November 2025 lalu. Jembatan ini memiliki peran penting dalam menopang perekonomian masyarakat setempat karena menghubungkan empat kecamatan: Lawe Alas, Tanoh Alas, Babul Rahmah, dan Darul Hasanah.

Selain infrastruktur konektivitas, Menteri PU juga memberikan perhatian khusus pada fasilitas kesehatan yang berada di zona merah rawan bencana. Saat meninjau Puskesmas Jambul Alam, Menteri Dody menilai lokasi puskesmas saat ini sudah tidak ideal karena berada dekat dasar sungai dan berisiko tinggi.

“Puskesmas ini memang sudah direkomendasikan untuk direlokasi dari kawasan sungai ke lokasi yang lebih aman. Kita akan lihat kondisi lahannya dan menyiapkan pembangunan di tempat baru agar pelayanan kesehatan masyarakat tetap terjamin,” jelasnya.

Melalui rangkaian peninjauan ini, Menteri PU menegaskan bahwa dalam melakukan pemulihan pascabencana kementeriannya tidak sekadar melakukan penanganan darurat, tetapi membangun sistem perlindungan infrastruktur yang tangguh guna mengurangi risiko bencana serupa di masa mendatang.

Program kerja ini merupakan bagian dari “Setahun Bekerja, Bergerak – Berdampak” dalam menjalankan ASTA CITA dari Presiden Prabowo Subianto.

#SigapMembangunNegeriUntukRakyat

#SetahunBerdampak

Tentang Biro Komunikasi Kementerian Pekerjaan Umum

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) merupakan kementerian negara dalam Kabinet Merah Putih di Pemerintah Republik Indonesia. Kementerian ini bertugas dalam urusan pekerjaan umum, yaitu: bertugas dan bertanggung jawab atas pembangunan dan pengelolaan infrastruktur di Indonesia, termasuk jalan raya, jembatan, pengelolaan air. Kementerian Pekerjaan Umum bertanggung jawab kepada Presiden. Sejak tanggal 21 Oktober 2024, kementerian dipimpin Dody Hanggodo.

Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Facebook Comments

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel panjikendari.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Seleksi Ketat PT Tiran Indonesia Hasilkan 38 Tenaga Kerja Terbaik di Konawe Utara
Pemprov Sultra Perkuat Kebijakan Berbasis Data, Dukung Sensus Ekonomi 2026
Tiran Nusantara Grup Gelar Tiranovation Challenge 2026, Lahirkan Inovasi Karyawan Berbasis Solusi
VinFast Tancapkan Langkah Global, Bidik Lima Negara untuk Ekspansi Skuter Listrik
Puluhan Driver Maxim Kendari Gelar Donor Darah untuk Perkuat Stok PMI Sultra
Banjir Teratasi, 72 Keberangkatan Kereta Api dari Daop 1 Jakarta Normal 100 Persen
KAI Daop 2 Bandung Himbau Masyarakat Tertib Berlalu Lintas di Perlintasan Sebidang
Dari Karya ke Aksi Nyata: Caleb, Siswa BINUS SCHOOL Simprug Ajak Generasi Muda Peduli Lingkungan dan Satwa Langka Indonesia

Berita Terkait

Minggu, 5 April 2026 - 08:15 WITA

Seleksi Ketat PT Tiran Indonesia Hasilkan 38 Tenaga Kerja Terbaik di Konawe Utara

Rabu, 1 April 2026 - 21:33 WITA

Pemprov Sultra Perkuat Kebijakan Berbasis Data, Dukung Sensus Ekonomi 2026

Selasa, 31 Maret 2026 - 18:00 WITA

Tiran Nusantara Grup Gelar Tiranovation Challenge 2026, Lahirkan Inovasi Karyawan Berbasis Solusi

Selasa, 3 Februari 2026 - 13:57 WITA

VinFast Tancapkan Langkah Global, Bidik Lima Negara untuk Ekspansi Skuter Listrik

Selasa, 3 Februari 2026 - 13:15 WITA

Puluhan Driver Maxim Kendari Gelar Donor Darah untuk Perkuat Stok PMI Sultra

Berita Terbaru