Sultra Ekspor Serabut Kelapa ke China

- Penulis

Selasa, 7 Juli 2020 - 20:24 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Sultra, Ali Mazi saat melepas ekspor serabut kelapa di Pelabuhan Kendari New Port Bungkutoko, Selasa, 07 Juli 2020.

i

Gubernur Sultra, Ali Mazi saat melepas ekspor serabut kelapa di Pelabuhan Kendari New Port Bungkutoko, Selasa, 07 Juli 2020.

Panjikendari.com – Kementerian Pertanian melalui Karantina Pertanian Kendari untuk pertama kalinya memfasilitasi proses ekspor serabut kelapa sebanyak 18 ton dari Sulawesi Tenggara (Sultra).

Komoditas senilai Rp52,5 juta ini akan diekspor ke Wheifang-China (Tiongkok) melalui Pelabuhan Kendari New Port Bungkutoko, Selasa, 07 Juli 2020.

“Ekspor komoditas serabut kelapa ini mendatangkan angin segar bagi ekspor nonmigas Sultra. Sebelumnya Sultra memiliki komoditas ekspor unggulan ekspor, Cocoa Butter, namun adanya pandemi Covid-19 ini membuat produksi komoditas tersebut terhenti,” ujar Kepala Karantina Pertanian Kendari, Prayatno ginting.

Menurut Prayatno, selain Cocoa Butter, wilayah Sultra memiliki beberapa komoditas yang dapat dijadikan komoditas unggulan diantaranya kopra, kakao, beras, jambu mete, cengkeh, jagung, lada, kemiri, dan sarang burung walet.

“Namun saat ini komoditas dari Sultra ini lebih banyak dikirim ke pasar domestik terlebih dahulu dan baru diekspor dari wilayah lain, sebagai contohnya jambu mete,” tambahnya.

Prayatno menegaskan untuk memenuhi persyaratan ekspor dari negara tujuan, serabut kelapa ini telah diperiksa dan dinyatakan bebas organisme pengganggu tumbuhan (OPT). Pemeriksaan fisik dan administrasi juga dilakukan terhadap serabut kelapa ini.

Sampel yang diperiksa di laboratorium karantina tumbuhan dengan pengujian secara mikroskopis untuk mengetahui adanya OPT pada serabut kelapa ini.

“Tidak ada serangga spesifik yang dipersyaratkan negara tujuan, kita hanya menjaga komoditas harus bebas dari hama gudang Necrobia rufipes atau Alphitobius spp,” jelas Prayatno.

Sementara itu, Gubernur Sultra, Ali Mazi saat melepas ekspor serabut kelapa ini memberikan dukungan dan mendorong agar ekspor ini terus berkelanjutan. “Saya sangat mengapresiasi capaian ini, dan saya berharap dengan meningkatnya kegiatan-kegiatan ekspor di Sulawesi Tenggara dapat memicu peningkatan investasi,” terang Ali Mazi.

Baca Juga  Optimasi Instagram: 5 Strategi Ampuh untuk Menambah Followers!

Secara terpisah, Kepala Badan Karantina Pertanian (Barantan), Ali Jamil mengatakan bahwa wilayah Sultra ini butuh banyak dorongan agar bertambah komoditas ekspor yang bisa diekspor langsung. Karantina Pertanian Kendari mencatat hasil pertanian di sini lebih banyak di kirim ke daerah lain dan kemudian di re ekspor. Sangat disayangkan karena  potensi pertanian di Sultra termasuk tinggi.

Berdasarkan data IQFAST di Karantina Pertanian Kendari di semester awal tahun 2020 tercatat lalu lintas domestik 9 produk pertanian unggulan asal Sultra sebanyak 50.157,4 ton dengan nilai Rp861,7 miliar. Komodits tersebut masing-masing Kopra sebanyak 24.282 ton, kacang mede sebanyak 4.424 ton, kakao 1.150 ton, Jagung sebanyak 5.417 ton, cengkeh sebanyak 6.938 ton, lada sebanyak 642 ton, pala 68 ton, kemiri sebanyak 1.431 ton dan beras sebanyak 10.984 ton.

Jamil mengatakan ditiap unit pelaksana karantia pertanian, termasuk Kendari siap memberikan pendampingan jika ada masyarakat yang ingin melakukan ekspor produk pertanian. Layanan Klinik Ekspor di Pelabuhan Kendari New Port (KNP) akan siap menerima pengguna jasa setiap hari.

“Pendampingan Karantina Pertanian ini sejalan dengan kebijakan Menteri Pertanian untuk meningkatkan ekspor produk pertanian hingga tiga kali lipat, terlebih di masa pandemi ini sektor pertanian menjadi salah satu andalan pemerintah untuk meningkatkan ekonomi Indonesia,” pungkas Jamil. (man)

Facebook Comments

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel panjikendari.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Seleksi Ketat PT Tiran Indonesia Hasilkan 38 Tenaga Kerja Terbaik di Konawe Utara
Pemprov Sultra Perkuat Kebijakan Berbasis Data, Dukung Sensus Ekonomi 2026
Tiran Nusantara Grup Gelar Tiranovation Challenge 2026, Lahirkan Inovasi Karyawan Berbasis Solusi
VinFast Tancapkan Langkah Global, Bidik Lima Negara untuk Ekspansi Skuter Listrik
Puluhan Driver Maxim Kendari Gelar Donor Darah untuk Perkuat Stok PMI Sultra
Banjir Teratasi, 72 Keberangkatan Kereta Api dari Daop 1 Jakarta Normal 100 Persen
KAI Daop 2 Bandung Himbau Masyarakat Tertib Berlalu Lintas di Perlintasan Sebidang
Dari Karya ke Aksi Nyata: Caleb, Siswa BINUS SCHOOL Simprug Ajak Generasi Muda Peduli Lingkungan dan Satwa Langka Indonesia

Berita Terkait

Minggu, 5 April 2026 - 08:15 WITA

Seleksi Ketat PT Tiran Indonesia Hasilkan 38 Tenaga Kerja Terbaik di Konawe Utara

Rabu, 1 April 2026 - 21:33 WITA

Pemprov Sultra Perkuat Kebijakan Berbasis Data, Dukung Sensus Ekonomi 2026

Selasa, 31 Maret 2026 - 18:00 WITA

Tiran Nusantara Grup Gelar Tiranovation Challenge 2026, Lahirkan Inovasi Karyawan Berbasis Solusi

Selasa, 3 Februari 2026 - 13:57 WITA

VinFast Tancapkan Langkah Global, Bidik Lima Negara untuk Ekspansi Skuter Listrik

Selasa, 3 Februari 2026 - 13:15 WITA

Puluhan Driver Maxim Kendari Gelar Donor Darah untuk Perkuat Stok PMI Sultra

Berita Terbaru