POLITIK

Sosialisasi Pemilu 2019, KPU Bombana Sasar Warga Pelosok

KPU Bombana Sosialisasi di Pelosok
Ketua KPU Bombana, Aminuddin, saat sosialisasi Pemilu 2019 kepada warga desa Tolitoli, Kecamatan Mataoleo, Bombana, Kamis 25 Oktober 2018. (Foto: ist)
373

panjikendari.com – Sejak beberapa hari terakhir, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bombana mulai intens melakukan sosialisasi mengenai Pemilu 2019 ke masyarakat. Targetnya adalah menyasar wilayah-wilayah pelosok, atau daerah yang partisipasi masyarakatnya relatif kurang saat musim pencoblosan.

Ketua KPU Bombana, Aminuddin menjelaskan, untuk tahap awal, pihaknya menyasar forum-forum warga berbasis keluarga. “Nilai-nilai demokrasi itu dimulai dari keluarga, makanya kami mengawali sosialisasi ini dari lingkup keluarga,” kata Aminuddin, melalui siaran pers KPU Bombana, yang diterima redaksi panjikendari.com, Sabtu, 27 Oktober 2018.

Ia berharap, dari sosialisasi di tingkat warga ini, mereka bisa menyebarluaskan informasi pemilu ini ke kerabat terdekat mereka yang tak sempat mengakses informasi soal pemilu. Dengan demikian, saat Pemilu nanti diharapkan partisipasi publik untuk datang ke TPS bisa lebih tinggi.

“Secara umum, partisipasi pemilih di Pilgub Sultra kemarin, Bombana itu di kisaran 73 persen, ini masih belum memenuhi ekspektasi KPU secara nasional yang harusnya bisa mencapai 77-78 persen. Makanya, harapannya di Pemilu 2019 nanti, partisipasi ini bisa memenuhi target nasional,” kata Aminuddin.

Setelah menyasar forum warga, kata pria murah senyum ini, KPU Bombana selanjutnya akan masuk ke sekolah-sekolah menengah atas, dalam program Goes To School dengan target pemilih pemula. Harapannya, dari para kaum terpelajar ini informasi terkait Pemilu juga bisa tersampaikan ke keluarga mereka.

“Anak-anak SMA itu kan sudah ada yang memenuhi syarat sebagai pemilih, karena sudah ada yang 17 tahun. Atau yang potensial memilih karena usianya akan 17 tahun saat April 2019 nanti. Jadi kita edukasi mereka, sekalian memberi gambaran soal hak memilih bagi mereka yang akan 17 tahun di hari pemilihan,” tukas Aminuddin.

Sementara itu, Koordinator Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, SDM dan Partisipasi Masyarakat KPU Bombana, Abdi Mahatma menyebutkan, sudah ada dua titik yang menjadi lokasi sosialisasi pendidikan pemilih. “Pertama itu di Mataoleo dan kedua di Rumbia Tengah,” kata Abdi.

Sabtu sore ini, KPU akan mendatangi warga di Desa Lantari, Lantari Jaya. Setelah itu, pekan depan dijadwalkan lagi ke Masaloka Raya, kemudian ke Poleang dan Poleang Tenggara. Sasarannya adalah warga pesisir dan mereka yang lebih sering bermukim di kebun. “Itu di Pokorumba, Poleang,” tukasnya.

Ia mengatakan, dalam setiap sosialisasi, antusias warga cukup tinggi. Selain mengenalkan soal jumlah peserta pemilu dan hari pencoblosan, pihaknya juga menyampaikan terkait jumlah kertas suara yang akan dicoblos, tata caranya termasuk hal-hal yang dilarang di dalam lingkup TPS.

“Kami juga menyampaikan agar warga memastikan dirinya sudah terdaftar sebagai Pemilih, dan yang belum segera mengecek namanya di PPS/PPK. Bagi yang belum ber KTP, maka kami sarankan segera melakukan perekaman agar bisa terdata sebagai pemilih,” tambah mantan jurnalis ini. (rilis)

Beri Komentar
Loading...

Terpopuler

Panji Kendari merupakan media online yang mengabarkan peristiwa terkini di jazirah Sulawesi Tenggara dengan mengedepankan potensi daerah, potensi wisata, dan kejadian-kejadian untuk para pembaca.

STATISTIK WEB

Facebook

To Top
error: Content is protected !!