Panjikendari.com – Kepala SMAN 9 Kendari, Dr Aslan, menyampaikan apresiasi terhadap kinerja aparat Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra) yang bekerja serius menangani kasus dugaan pencemaran nama baik atas dirinya.
Aslan melaporkan kasus dugaan pencemaran nama baik atas tuduhan asusila yang dialamatkan kepadanya oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Tuduhan tersebut terungkap melalui aksi unjuk rasa yang dilakukan puluhan alumni dan pengurus OSIS SMAN 9 Kendari beberapa waktu lalu.
Menurut Aslan, saat ini pihak kepolisian dalam hal ini Polda Sultra terus bekerja mengungkap siapa saja yang terlibat dalam kasus tersebut.
“Berdasarkan informasi dari kepolisian, besok sudah masuk pada tahap pemeriksaan saksi-saksi,” tutur Aslan, Minggu, 15 November 2020.
Untuk itu, Aslan berharap, pihak kepolisian dapat mengusut tuntas kasus ini untuk memberikan efek jera kepada pelaku, sekaligus sebagai pelajaran bagi masyarakat bahwa menuduh orang dengan tanpa dasar yang jelas bisa berurusan dengan hukum.
Menurutnya, tuduhan asusila terhadap dirinya sangat merugikan dan merusak nama baik keluarga. “Kasian anak dan istri saya, termasuk keluarga besar saya. Mereka sangat tidak terima dengan tuduhan itu,” ujarnya.
Oleh karena kasus ini sudah menjadi domain kepolisian maka Aslan menyerahkan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum untuk diusut hingga tuntas.
Ia meyakini, kepolisian akan bekerja profesional dalam menangani kasus ini demi keadilan hukum. “Kita berharap ada kepastian hukum dalam penanganan kasus ini untuk mengembalikan nama baik saya dan keluarga saya serta memberikan sanksi hukum kepada siapa pun pelaku agar tidak terulang lagi kedepannya,” harapnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, Aslan menduga, ada orang-orang tertentu yang ingin merusak nama baiknya karena tidak senang melihat dirinya dilantik sebagai Kepala SMAN 9 Kendari.
Ia mengaku, kasus asusila yang dituduhkan berkaitan dengan kejadian di Sekolah Keberbakatan Olahraga (SKO) pada tahun 2017. Kala itu, kata dia, dirinya dilaporkan dalam kasus dugaan asusila.
“Sempat ditangani polisi saat itu, tapi tidak terbukti. Nanti sekarang lagi baru diungkit-ungkit, setelah saya dilantik sebagai kepala sekolah (SMAN 9 Kendari),” ujarnya.
Aslan meyakini, ada pihak-pihak tertentu yang sengaja ingin merusak nama baiknya dengan menggalang aksi unjuk rasa melibatkan siswa dan alumni. (jie)








