Panjikendari.com – Darah tinggi kerap datang tanpa aba-aba. Ia tak selalu terasa, tapi diam-diam menggerogoti tubuh. Di tengah rutinitas dan tekanan hidup, sebagian orang mulai melirik ikhtiar yang lebih alami—bukan untuk menggantikan obat, melainkan sebagai pendamping: akupunktur dan akupresur.
Dalam pengobatan tradisional Tiongkok, tubuh dipercaya memiliki jalur energi. Ketika alirannya tak seimbang, berbagai keluhan muncul, termasuk tekanan darah yang meningkat. Dari sanalah lahir praktik menekan titik-titik tertentu untuk membantu tubuh kembali tenang dan seimbang.
Beberapa titik akupunktur berikut ini kerap digunakan sebagai terapi pendamping bagi penderita hipertensi.
Titik Baihui (GV20) – Puncak Kepala
Titik pusat ketenangan
Terletak di bagian paling atas kepala. Titik ini sering dikaitkan dengan fungsi otak dan sistem saraf. Stimulasi Baihui dipercaya membantu meredakan pusing, menenangkan pikiran, serta mengurangi ketegangan yang kerap memicu naiknya tekanan darah.
Titik Taichong (LV3) – Punggung Kaki
Meredakan emosi, melancarkan aliran energi
Berada di sela ibu jari dan jari telunjuk kaki. Taichong dikenal sebagai titik pelepas stres dan emosi. Dalam banyak kasus, tekanan darah tinggi juga berkaitan dengan beban pikiran dan emosi yang terpendam.
Titik Neiguan (PC6) – Pergelangan Tangan Bagian Dalam
Menyejukkan jantung, menenangkan dada
Terletak sekitar tiga jari dari lipatan pergelangan tangan. Titik ini kerap digunakan untuk membantu keluhan jantung berdebar, cemas, hingga mual. Pada penderita hipertensi, Neiguan dipercaya membantu menenangkan irama tubuh.
Titik Yongquan (KI1) – Telapak Kaki
Menarik energi turun, meredam tekanan
Berada di bagian tengah telapak kaki. Yongquan sering disebut sebagai titik “pembumian”, membantu menarik energi berlebih dari kepala ke bawah. Banyak praktisi menggunakan titik ini untuk membantu mengurangi sensasi panas, gelisah, dan sulit tidur.
Meski banyak digunakan sebagai terapi tradisional, akupunktur dan akupresur bukanlah pengganti pengobatan medis. Penderita hipertensi tetap disarankan mengonsumsi obat sesuai anjuran dokter, menjaga pola makan, berolahraga teratur, dan mengelola stres.
Ikhtiar boleh beragam, tetapi keselamatan tetap yang utama. Jika ingin mencoba terapi akupunktur, pastikan dilakukan oleh tenaga berkompeten dan disertai konsultasi medis. (*)
Catatan Redaksi:
Artikel ini bersifat informatif dan edukatif. Hasil terapi dapat berbeda pada setiap individu.








