Panjikendari.com – Pagi itu, Kamis, 14 Agustus 2025, halaman RA An Nisa Muslimat NU tampak berbeda. Merah-putih berkibar di setiap sudut, sementara suara tawa dan sorakan membahana, berpadu dengan semangat peringatan HUT ke-80 Republik Indonesia.
Bukan hanya anak-anak yang berbaris rapi di pinggir lapangan, para orang tua murid pun terlihat bersiap di garis start, wajah mereka dipenuhi antusiasme layaknya atlet yang hendak bertanding. Di sekolah ini, lomba 17-an bukan hanya milik siswa, tetapi juga ajang bagi orang tua untuk ikut menguji ketangkasan.
“Setiap menjelang 17 Agustus, kami selalu mengadakan lomba seperti ini,” ujar Kepala RA An Nisa Muslimat NU, Kasri, S.Pd., M.Pd., sambil tersenyum. “Selain memupuk rasa cinta tanah air, kegiatan ini menjadi sarana mempererat hubungan antara guru, murid, dan orang tua. Alhamdulillah, antusias mereka luar biasa. Kami harap silaturahmi ini terus terjaga demi mendidik dan membimbing anak-anak bersama.”

Hari itu, deretan lomba pun dimulai. Anak-anak berlomba menyusun menara donat dan bermain bola gotong, berlari kecil sambil tertawa-tawa. Sementara para orang tua tak kalah heboh, mengikuti lomba bola gotong, melempar bola ke dalam keranjang, hingga rebut bola.
Pertarungan persahabatan antara Kelas B1 dan Kelas B2 berlangsung sengit. Sorakan semakin memanas ketika orang tua Kelas B2 berhasil mengungguli lawannya, sedangkan di lomba anak-anak, giliran Kelas B1 yang keluar sebagai juara.
Tak ada yang pulang dengan tangan hampa. Semua peserta membawa pulang hadiah dari sekolah, namun yang terpenting, mereka membawa pulang kenangan tentang satu hari yang penuh tawa, keceriaan, dan kebersamaan di bawah semangat merah-putih. (Fya)








