Kendari – PMT Sultra dan Pasti Sultra menegaskan dukungan penuh terhadap Polri dalam menindak premanisme berkedok organisasi masyarakat (ormas) di Sultra. Langkah ini dianggap penting untuk menciptakan lingkungan investasi yang aman dan kondusif.
Sebelumnya, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigadir Jenderal Polisi Trunoyudo Wisnu Andiko, menegaskan bahwa Polri siap bertindak tegas terhadap oknum ormas yang terlibat dalam aksi premanisme dan menghambat investasi di Indonesia. Pernyataan ini disampaikan pada Sabtu, 15 Maret 2025.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Umum Perkumpulan Masyarakat Tolaki Sulawesi Tenggara (PMT Sultra), Supriadi, menyatakan komitmennya dalam mendukung upaya Polri menindak premanisme berkedok ormas di Sultra.
“Saya selaku Ketua Umum PMT Sultra mendukung segala bentuk investasi yang akan hadir di Indonesia, khususnya di Sultra. Kami juga mendukung langkah Polri untuk menindak aksi-aksi premanisme berkedok ormas di Sultra,” ujar Supriadi, Selasa, 18 Maret 2025.
Pernyataan serupa juga disampaikan Ketua Umum Perkumpulan Suku Tolaki Indonesia Sulawesi Tenggara (Pasti Sultra), Arman Paratukala. Ia menegaskan bahwa keberadaan oknum preman berkedok ormas tidak hanya merugikan banyak pihak, tetapi juga mencoreng citra ormas di Sultra.
“Saya Ketua Umum Pasti Sultra siap mendukung penuh Polri dalam menindak tindakan premanisme yang berkedok ormas,” tegas Arman.
Lebih lanjut, Arman menambahkan bahwa praktik premanisme semacam ini akan berdampak buruk pada dunia investasi serta merusak reputasi ormas di Sultra.
“Hal tersebut akan merugikan banyak pihak, investasi juga pasti terhambat, dan pastinya nama baik ormas di Sultra akan tercoreng,” pungkasnya.
Dukungan dari PMT Sultra dan Pasti Sultra ini mencerminkan komitmen masyarakat Sultra dalam menjaga stabilitas investasi dan menolak segala bentuk premanisme yang dapat menghambat kemajuan daerah. (*)
Reporter: Wahyu








