panjikendari.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kendari saat ini tengah melakukan tahapan Pemilihan Wakil Wali (Pilwawali) Kota Kendari.
Proses Pilwawali Kota Kendari ini dilakukan untuk mengisi kekosongan jabatan yang ditinggalkan oleh Sulkarnain Kadir yang dilantik menjadi Wali Kota Kendari menggantikan Adriatma Dwi Putra (ADP) yang tersangkut kasus hukum.
Dua figur bakal bertarung pada pemilihan tersebut, yakni, Siska Karina Imran dan Adi Jaya Putra (AJP).
“Kami sebagai pemuda tentu sangat mengharapkan Pilwawali Kota Kendari harus mengedepankan sosok figur yang bersih dan memiliki kompetensi yang baik atau track record yang berkualitas, serta memiliki visi dan misi yang jelas untuk menjawab atas semua persoalan -persoalan masyarakat (publik affair) di wilayah administratif pemerintah Kota Kendari,” kata Deden Syah, Sekertaris Direktur Bidang LKBHMI HMI Cabang Kendari, melalui siaran persnya, Rabu, 19 Februari 2020.
Deden menyampaikan, Pilwawali Kota Kendari sementara dalam proses penggodokan yang dilakukan oleh seluruh anggota DPRD Kota Kendari.
Hal tersebut, kata dia, tentu sudah berada pada ruang politik yang penuh intrik, namun intrik yang diharapkan oleh seluruh komponen masyarakat Kota Kendari adalah intrik-intrik politik yang positif dan konstruktif yakni intrik yang bebas dari praktik-praktik transaksional (suap-menyuap) sehingga akhir dari proses politik tersebut benar-benar akuntabel.
“Harapan kami agar semua pihak yang terlibat pada proses penentuan Wawali Kota Kendari sisa periode 2017-2022 mesti jauh dari praktik-praktik yang koruptif atau sikap dan tindakan menyimpang dari nilai-nilai hukum berlaku,” kata Deden.
Sebagaimana warning yang sudah disampaikan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI, lanjut dia, agar seluruh anggota DPRD Kota Kendari tidak melakukan praktik suap-menyuap terkait dengan penentuan penetapan Wawali Kendari, supaya lingkungan birokrasi Kota Kendari baik, eksekutif dan legislatif bersih dan bebas dari Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN).
Mantan Ketum MPM UHO Kendari ini mengatakan, calon Wawali Kota Kendari harus benar-benar punya kapabel dan memiliki track record yang bersih. Hal-hal tersebut harus menjadi pertimbangan yang sifatnya wajib pada proses pengambilan keputusan politik nantinya.
“Ingat, proses politik yang baik akan melahirkan putusan politik yang baik pula, begitu pula sebaliknya, suatu proses politik yang tidak baik akan melahirkan suatu putusan politik yang tidak pula,” tutup Wakil Sekertaris DPP Forum Lembaga Legislatif Mahasiswa Indonesia. (jie)







