Permintaan Ekspor Kakao Butter Sultra Terus Meningkat

- Penulis

Minggu, 28 Juli 2019 - 09:12 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kakao Butter Sultra siap diekspor ke Jerman.

i

Kakao Butter Sultra siap diekspor ke Jerman.

panjikendari.com – Salah satu produk olahan kakao unggulan Sulawesi Tenggara (Sultra) adalah kakao butter.  Saat ini kakao butter asal Sultra telah diekspor secara rutin ke Belanda dan Jerman.

Setelah bulan sebelumnya (Juni 2019), sebanyak 60 ton kakao butter senilai Rp4,3 miliar diekspor ke negeri kincir angin, Belanda, kakao butter kembali diekspor. Kali ini negara yang menjadi tujuan adalah Jerman dengan jumlah 40 ton atau senilai Rp2 miliar.

“Ini adalah pengiriman ke 6 sepanjang semester pertama ditahun 2019. Meningkat 3 kali lipat dibandingkan dengan frekuesi ekspor semester pertama tahun 2018 yang hanya tembus 2 kali pengiriman,” ujar Kepala Karantina Pertanian Kendari, drh LM Mastari MM, saat penyerahan phytosanitary certificate kakao butter tujuan Jerman, Kamis, 25 Juli 2019.

LM Mastari memaparkan, volume ekspor kakao butter Sultra menunjukan tren yang meningkat jika dibandingkan tahun 2018. Dimana total volume ekspor kakao butter asal Sultra selama satu tahun mencapai 360 ton. Di tahun 2019, mulai Januari hingga Juli volume ekspor kakao butter telah mencapai 220 ton.

“Kemungkinan untuk terus bertambah sampai dengan Desember nanti cukup besar,” katanya.

Sebagai dukungan atas ekspor produk kakao ini, Karantina Pertanian Kendari melakukan pemeriksaan hama gudang dan pengawasan saat stuffing di kontainer. Tidak hanya itu, keterlibatan karantina pertanian dalam rantai ekspor kakao butter ini dimulai sejak masuknya bibit atau benih.

“Setiap pemasukan benih atau bibit kakao melalui bandara ataupun pelabuhan selalu kami periksa untuk memastikan bebas dari organisme pengganggu tumbuhan karantina (OPTK) yang dapat merusak tanaman kakao. Nanti dilanjutkan dengan monitoring dan pemantauan di perkebunan kakao setiap tahunnya untuk memastikan perkebunan kakao bebas dari OPTK,” tutup LM Mastari. (jie)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel panjikendari.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Maxim Tembus 100 Juta Unduhan di Indonesia, Perkuat Layanan Mobilitas Digital
Elnusa Petrofin Dukung Standarisasi Armada Pertamina untuk Perkuat Distribusi Energi Nasional
Elnusa Petrofin Perkuat Program Hutan Petrofin, Dukung Target Net Zero Emission 2060
Elnusa Petrofin Gandeng Insan Pers Bali Perkuat Narasi Energi Nasional Lewat Pena Petrofin Awards 2026
Elnusa Petrofin Bekali Pelajar Bali Literasi Digital dan Pemanfaatan AI melalui Petrofin Journalist Academy
Tiran Nusantara Group Gandeng UHO, Siapkan Program Magang dan Rekrutmen SDM Lokal
Bupati Buton Utara Perpanjang Kerja Sama Jamsostek, 8.000 Pekerja Rentan Dijamin Tahun 2026
Yusuf Rimbose Bagikan 200 Bibit Kelapa kepada Warga Lahumoko

Berita Terkait

Sabtu, 20 Juni 2026 - 21:06 WITA

Maxim Tembus 100 Juta Unduhan di Indonesia, Perkuat Layanan Mobilitas Digital

Jumat, 5 Juni 2026 - 19:45 WITA

Elnusa Petrofin Dukung Standarisasi Armada Pertamina untuk Perkuat Distribusi Energi Nasional

Selasa, 2 Juni 2026 - 16:45 WITA

Elnusa Petrofin Gandeng Insan Pers Bali Perkuat Narasi Energi Nasional Lewat Pena Petrofin Awards 2026

Senin, 1 Juni 2026 - 16:37 WITA

Elnusa Petrofin Bekali Pelajar Bali Literasi Digital dan Pemanfaatan AI melalui Petrofin Journalist Academy

Jumat, 22 Mei 2026 - 13:36 WITA

Tiran Nusantara Group Gandeng UHO, Siapkan Program Magang dan Rekrutmen SDM Lokal

Berita Terbaru