Nelayan di Wakatobi Hilang saat Memancing di Perairan Kaledupa

- Penulis

Jumat, 24 April 2020 - 16:51 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Proses pencarian nelayan hilang di Perairan Kaledupa, Wakatobi, Sulawesi Tenggara, Jumat, 24 April 2020. (IST)

i

Proses pencarian nelayan hilang di Perairan Kaledupa, Wakatobi, Sulawesi Tenggara, Jumat, 24 April 2020. (IST)

Panjikendari.com – Seorang nelayan di Wakatobi, Sulawesi Tenggara, atas nama Andi Kamal (55 th) dilaporkan hilang saat memancing ikan di Perairan Kaledupa, Wakatobi.

Musibah nelayan hilang tersebut disampaikan oleh Humas Basarnas Kendari Wahyudi, Jumat, 24 April 2020, setelah dirinya mendapat laporan dari warga di Kabupaten Wakatobi.

Wahyudi menuturkan, berdasarkan laporan yang diterima, Andi Kamal bersama empat rekannya, Rabu, 22 April 2020, sekitar pukul 22.00 Wita berangkat memancing dan memanah ikan dengan menggunakan dua longboat.

Tiba di lokasi memancing, dua longboat berpisah menuju spot berbeda. Korban bersama seorang rekannya menggunakan satu longboat.

“Pada malam itu, teman korban turun menyelam memanah ikan. Sedangkan korban memancing di atas longboat,” kata Wahyudi.

Namun naas, korban bersama longboat-nya tidak kelihatan lagi saat rekannya naik ke permukaan air. Akibatnya, teman korban akhirnya berenang menuju rompon terdekat untuk berlindung sambil menunggu dan berharap korban kembali.

“Teman korban yang di rompon tadi ditemukan oleh nelayan lain dan membawanya kembali ke daratan,” ujar Wahyudi.

Hingga Kamis malam, 23 April 2020, korban belum kembali ke rumah.

Berdasarkan laporan tersebut, kata Wahyudi, tim rescue pos SAR Wakatobi diberangkatkan menuju lokasi kejadian menggunakan RIB untuk memberikan bantuan SAR.

Namun karena kondisi cuaca dengan ketinggian ombak mencapai 3 sampai 4 meter disertai angin dan hujan deras, diputuskan pencarian tidak dapat dilakukan.

Pencarian dengan melibatkan Polairud dan nelayan setempat nanti dilakukan pada Jumat, 24 April 2020, pukul 06.00 WITA. Namun hingga berita ini ditayangkan pukul 16.11 Wita, belum ada hasil menggembirakan.

“Pencarian masih terus dilakukan. Teman-teman di lapangan terkendala dengan ombak yang tingginya berkisar antara 2,5 hingga 3 meter,” tutupnya. (jie)

Facebook Comments
Baca Juga  Pesan Sekda Sultra di Hardiknas: Pendidikan Harus Merata, Tak Boleh Ada yang Tertinggal

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel panjikendari.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BMKG: 22 Gempa di Sultra dalam Sepekan, Terbanyak di Koltim dan Konut
Basarnas Kendari Turunkan Tim SAR Cari Dua Mahasiswa UHO yang Tersesat di Hutan Konawe
Belajar dari Malang, PDAM Kendari Percepat Digitalisasi dan Reformasi Tata Kelola Layanan Air
Ratusan Burung Endemik Sulawesi Diselamatkan dari Penyelundupan Laut
MI Al-Istiqomah Kendari Raih Akreditasi A, Perkuat Pendidikan Islam Berbasis Karakter dan Digital
Basarnas Kendari Kirim Tim Bantu Pencarian Pesawat Hilang di Maros–Pangkep
Promo Januari 2026! Al-Munawwir Buka Kelas Berkuda & Panahan
Al-Munawwir Stable & Archery Reborn Gelar Pelatihan Dasar Berkuda di Kendari

Berita Terkait

Jumat, 3 April 2026 - 11:19 WITA

BMKG: 22 Gempa di Sultra dalam Sepekan, Terbanyak di Koltim dan Konut

Rabu, 28 Januari 2026 - 09:00 WITA

Basarnas Kendari Turunkan Tim SAR Cari Dua Mahasiswa UHO yang Tersesat di Hutan Konawe

Selasa, 27 Januari 2026 - 20:32 WITA

Belajar dari Malang, PDAM Kendari Percepat Digitalisasi dan Reformasi Tata Kelola Layanan Air

Selasa, 27 Januari 2026 - 17:53 WITA

Ratusan Burung Endemik Sulawesi Diselamatkan dari Penyelundupan Laut

Selasa, 27 Januari 2026 - 14:49 WITA

MI Al-Istiqomah Kendari Raih Akreditasi A, Perkuat Pendidikan Islam Berbasis Karakter dan Digital

Berita Terbaru