Kendari – Setelah terpilih secara aklamasi sebagai Ketua DPD Perhimpunan Anak Transmigran Republik Indonesia (PATRI) Sulawesi Tenggara, Mastri Susilo langsung bergerak cepat dengan melakukan kunjungan ke Alisa Farm, salah satu sentra peternakan ayam milik Nasrun yang berlokasi di Desa Alebo, Kecamatan Konda, Kabupaten Konawe Selatan, Ahad, 23 Februari 2025.
Dalam kunjungan tersebut, Mastri Susilo turut mengajak Ketua Umum DPP PATRI, Bambang Sulistyo, beserta anggota PATRI lainnya. Kunjungan ini bertujuan untuk melihat langsung potensi peternakan unggas yang akan dijadikan sebagai bagian dari program kemandirian ekonomi warga PATRI.
Ketua Umum DPP PATRI, Bambang Sulistyo, memberikan apresiasi tinggi terhadap langkah cepat yang diambil oleh DPD PATRI Sultra. “Program utama PATRI adalah membangun kemandirian serta meningkatkan taraf hidup masyarakat warga PATRI. Kami ingin memastikan bahwa mereka tidak hanya bergantung pada bantuan, tetapi mampu menciptakan usaha sendiri,” ujarnya.
Lebih lanjut, Bambang menjelaskan bahwa PATRI telah merancang program kewirausahaan di sektor peternakan unggas. Program ini akan menjadi proyek percontohan (pilot project) yang mencakup seluruh proses, mulai dari penetasan telur, pembesaran ayam, hingga pemasaran. “Kami melihat daerah ini sangat potensial untuk dijadikan pusat peternakan unggas yang dikelola secara mandiri oleh warga PATRI melalui sistem koperasi,” tambahnya.
Menjawab Kebutuhan Pasar yang Besar
Di Konawe Selatan, program ini telah mulai berjalan. Saat ini, terdapat peternakan ayam yang telah memiliki pasar tetap, yaitu industri pengolahan ayam. Berdasarkan data yang diperoleh, kebutuhan pasar mencapai 30.000 ekor ayam per minggu. Jika DPD PATRI mampu berkontribusi dengan menyuplai 5.000 ekor ayam per minggu, maka ini akan menjadi langkah besar dalam membangun kemandirian ekonomi warga PATRI.
Selain di Konawe Selatan, berbagai daerah lain juga memiliki potensi yang dapat dikembangkan. Oleh karena itu, koordinasi antarwilayah akan terus dilakukan agar pasokan tetap stabil dan kontinuitas usaha dapat terjamin.
Ketua DPD PATRI Sulawesi Tenggara, Mastri Susilo, menegaskan bahwa jika koordinasi berjalan dengan baik, maka pasokan ayam dari peternakan-peternakan binaan PATRI dapat terjaga dan jumlah produksi tidak akan terputus. “Dengan demikian, kita bisa terus menjalin kontrak dengan industri pengolahan ayam. Ini bukan sekadar program sementara, tetapi akan dikembangkan ke DPD PATRI lainnya di berbagai daerah. Fokus utama kami adalah membangun sentra unggas di Sulawesi Tenggara sebagai bagian dari kemandirian ekonomi warga PATRI,” jelas Mastri.
Pembentukan Koperasi dan Program GERAM GASTARA
Agar lebih terstruktur, PATRI akan membentuk koperasi sebagai wadah utama pengelolaan usaha ini. Program pertama koperasi ini adalah peternakan ayam berbasis kemandirian, yang diberi nama GERAM GASTARA (Gerakan Kampung Unggas Sulawesi Tenggara). Program ini tidak hanya melibatkan anggota PATRI, tetapi juga terbuka bagi masyarakat umum yang ingin berkolaborasi dalam bentuk kemitraan peternakan ayam rumahan.
Dengan adanya program ini, diharapkan masyarakat dapat lebih mandiri dalam meningkatkan taraf hidupnya melalui usaha peternakan ayam yang berkelanjutan. “Siapa pun yang ingin membangun ekonomi kampung, mari kita bersama-sama membangun kemandirian warga PATRI berbasis peternakan unggas,” ajak Mastri Susilo.
Saat ini, permintaan pasar sudah mencapai 30 ton ayam, sebuah peluang besar yang bisa dimanfaatkan oleh PATRI Sultra untuk terus berkembang dan berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat transmigran di Sulawesi Tenggara. (*)







