Kritik Pedas PMII Sultra: Pemangkasan Anggaran Pendidikan Melanggar Konstitusi

- Penulis

Senin, 17 Februari 2025 - 23:27 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Lembaga Pengembangan Jaringan Perguruan Tinggi Pengurus Koordinator Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Sulawesi Tenggara (PKC PMII Sultra), Argogon Wicaksana.

i

Ketua Lembaga Pengembangan Jaringan Perguruan Tinggi Pengurus Koordinator Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Sulawesi Tenggara (PKC PMII Sultra), Argogon Wicaksana.

Kendari – Pemerintah pusat melakukan efisiensi anggaran melalui Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025 tentang Efisiensi Belanja Dalam Pelaksanaan APBN dan APBD Tahun 2025. Presiden Prabowo Subianto menargetkan efisiensi anggaran kementerian dan lembaga pada 2025 dapat membuat negara hemat hingga Rp 306,69 triliun.

Namun, kebijakan ini mendapat kritik pedas dari Ketua Lembaga Pengembangan Jaringan Perguruan Tinggi Pengurus Koordinator Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Sulawesi Tenggara (PKC PMII Sultra), Argogon Wicaksana. Menurutnya, pemangkasan anggaran pendidikan akan berdampak pada penurunan kualitas pendidikan.

“Ini tentu akan menyebabkan fasilitas pendidikan kita akan buruk dan akses belajar yang terbatas karena anggarannya dipotong, tidak menutup kemungkinan pada kualitas guru yang rendah juga,” ujar Argogon Wicaksana, Senin, 17 Februari 2025.

Pemangkasan anggaran pendidikan juga berdampak pada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) sebesar Rp 7,27 triliun dari total pagu anggaran Rp 33,55 triliun, Kementerian Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi (Kemendiktisaintek) sebesar Rp 22,5 triliun dari total pagu anggaran Rp 57,6 triliun, dan Kementerian Agama (Kemenag) sebesar Rp 12 triliun dari pagu anggaran Rp 78 triliun.

Argogon Wicaksana menegaskan bahwa pemangkasan anggaran pendidikan melanggar pasal 31 UUD 1945. “Jika pemangkasan ini sampai mengurangi mandatory spending 20 persen anggaran pendidikan nasional, maka telah melanggar pasal 31 UUD 1945,” ujarnya.

Pemangkasan anggaran pendidikan juga akan membuat angka putus sekolah bertambah. “Saya khawatir dengan pengurangan anggaran dapat menyebabkan mereka putus sekolah karena tidak mampu lagi membayar biaya pendidikan,” pungkasnya. (*)

Penulis: Wahyu

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel panjikendari.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jeruk Siam Premium Mokoau Naik Kelas, Petani Mulai Ubah Mutu Menjadi Nilai Jual
KWT di Muna Dilatih Olah Limbah Ikan dan Komba-Komba Jadi Bokashi untuk Padi Gogo Paewuna
Pelabuhan Umum Sikeli Direncanakan Jadi Titik Pemuatan Ore, Warga Kabaena Barat Khawatir Jalan dan Permukiman Terdampak
Kuliah Umum di UHO, Mentan Amran: Indonesia Nomor Satu Berdoa, Tapi Terakhir Bertindak
Elnusa Petrofin Perkuat Sinergi Media di Sumatera Barat, Dorong Partisipasi Pena Petrofin Awards 2025
Pemprov Sultra Resmi Tunjuk Muhammad Fadlansyah sebagai Pj Sekda
Kendari Jadi Wilayah Penerima MBG Terbesar di Sultra
BMKG: 22 Gempa di Sultra dalam Sepekan, Terbanyak di Koltim dan Konut

Berita Terkait

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 20:09 WITA

Jeruk Siam Premium Mokoau Naik Kelas, Petani Mulai Ubah Mutu Menjadi Nilai Jual

Kamis, 20 Agustus 2026 - 19:00 WITA

KWT di Muna Dilatih Olah Limbah Ikan dan Komba-Komba Jadi Bokashi untuk Padi Gogo Paewuna

Rabu, 29 Juli 2026 - 17:32 WITA

Pelabuhan Umum Sikeli Direncanakan Jadi Titik Pemuatan Ore, Warga Kabaena Barat Khawatir Jalan dan Permukiman Terdampak

Sabtu, 6 Juni 2026 - 16:31 WITA

Kuliah Umum di UHO, Mentan Amran: Indonesia Nomor Satu Berdoa, Tapi Terakhir Bertindak

Jumat, 5 Juni 2026 - 19:02 WITA

Elnusa Petrofin Perkuat Sinergi Media di Sumatera Barat, Dorong Partisipasi Pena Petrofin Awards 2025

Berita Terbaru