Panjikendari.com – Implementasi kurikulum merdeka di tingkat satuan pendidikan terus dimaksimalkan. Tak hanya melalui pelatihan-pelatihan di tingkat satuan pendidikan, kegiatan berskala nasional juga dilaksanakan, demi mendorong potensi tenaga didik agar mampu memahami esensi dari kurikulum merdeka. Teranyar, Kepala RA An-nisa Muslimat NU didaulat untuk mewakili RA se Indonesia mengikuti kegiatan yang dilaksanakan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbudristek) bertajuk uji publik rancangan Permendikbudristek kurikulum merdeka.
Kegiatan yang dilaksanakan di Hotel Mercure Jakarta itu, dihelat selama tiga hari, 15-17 Februari 2024. Diikuti perwakilan pemangku kepentingan pendidikan dari berbagai daerah di Indonesia. Para peserta berasal dari unsur kepala satuan pendidikan, pendidik, dinas pendidikan dan pengawas, yayasan penyelenggara pendidikan, organisasi masyarakat, Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK), dan mitra pendidikan.
Mengutip laman Kemendikbud ristek, Kepala Pusat Kurikulum dan Pembelajaran, Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP), Anindito Aditomo mengatakan, uji publik menjadi wadah bagi Kemendikbudristek bertujuan untuk menerima masukan dan aspirasi yang bersifat konstruktif dari para pemangku kepentingan, baik dari sisi formal maupun materi substansial dalam upaya penyempurnaan rancangan peraturan menteri tersebut.
“Garis besar rancangan peraturan menteri ini adalah mengatur tentang tujuan dan prinsip dari Kurikulum Merdeka, kerangka dasar dan struktur Kurikulum Merdeka, serta implementasi dari Kurikulum Merdeka itu sendiri. Ketika Permendikbudristek ini sudah ditetapkan, diharapkan menjadi acuan bagi para pemangku kepentingan dalam mengimplementasikan Kurikulum Merdeka dan memperoleh dukungan dari berbagai pihak,” jelas Anindito.
Kepala RA An-nisa Muslimat NU, Kasri, S.Pd, M.Pd , mengatakan, kegiatan yang dihelat Kemendikbudristek itu sangat positif dalam memacu para tenaga didik agar lebih maksimal dalam mengimplementasikan kurikulum merdeka di tingkat satuan pendidikan. “Alhamdulillah suatu kesyukuran bisa hadir dalam kegiatan tersebut. Banyak ilmu baru yang kami terima dan juga masukan serta dukungan dalam rangka penerapan kurikulum merdeka ini di sekolah,” kata Kasri.
Di RA An-nisa Muslimat NU kata Kasri, kurikulum merdeka sudah diterapkan sejak awal tahun ajaran 2023-2024. ” Alhamdulillah kami sudah menerapkan kurikulum merdeka di sekolah kami sejak awal tahun ajaran baru, dan kami berupaya untuk terus memaksimalkannya. Respons peserta didik sangat baik, mereka begitu antusias menerima materi ajar dan menunjukkan progres yang positif dari semua materi yang diberikan. Saya berharap semua sekolah bisa menerapkan kurikulum merdeka,” harapnya. (**)








