Panjikendari.com – Mantan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman banjir karangan bunga dari sejumlah ketua umum partai politik nasional dan kandidat calon presiden dalam peresmian Kantor ASS Building, Kamis (17/6/2021).
Ucapan elite-elite parpol nasional dalam bentuk karangan bunga membanjiri gedung AAS Building Jl Urip Sumoharjo, Kota Makassar, Kamis (17/6/2021).
Beberapa elite nasional yang memberi ucapan antara lain Ketum Golkar Airlangga Hartanto, yang juga merupakan Menko Perekonomian.
Kemudian Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono, Ketua Umum Partai Amanat Nasional Zulkifli Hasan, Presiden PKS Ahmad Syaikhu.
Ada pula ucapan dari Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Luar Negeri Retno Lestari Priansari Marsudi.
Menteri PUPR Basuki Hadi Muliono, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, eks Menteri Perikanan dan Kelautan Susi Padjiastuti.
Menariknya, selain dari parpol nampak juga ucapan dari bakal capres yang saat ini sangat populer yaitu Gubernur Jawa Tengah Ganjar Prabowo dan Gubernur Jawa Barat, Mochammad Ridwan Kamil.
Ada pula ucapan dari Gubernur Sulawesi Tenggara Ali Mazi, Gubernur Gorontalo Rusli Habibie.
Gubernur Sulawesi Tengah Rusdy Mastura, Plt Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman, dan beberapa kepala daerah lainnya.
Meski masih tiga tahun lagi, sosok menteri pertanian era presiden Jokowi – JK itu disebut-sebut punya peluang maju bakal calon wakil presiden (cawapres) mewakili Kawasan Timur Indonesia.
Lalu apa kesan simbolik yang ditangkap dari banjir karangan bunga ucapan tersebut?
Direktur Utama PT Indeks Politica Indonesia (IPI) Suwadi Idris Amir, mengatakan ucapan tersebut memiliki muatan politis.
Menurutnya ucapan tersebut punya makna sebagai sinyal kuat dukungan dari elite-elite nasional kepada Amran maju calon wakil presiden di Pilpres 2024 mendatang.
“AAS wajar mendapat perhatian dari parpol seperti PAN, PKS, PPP sebab AAS adalah figur yang kuat dari Indonesia Timur,” kata Suwadi dalam rilis yang diterima Tribun Timur, Kamis (17/6/2021).
Suwadi berpandangan PAN, PKS, PPP tidak memiliki tokoh populer dan punya kesiapan bertarung di pilpres 2024 nanti.
“Jadi ketika PAN, PKS, PPP memberi sinyal dukungan ke sosok AAS, maka itu bisa terjadi simbiosis mutualisme. Parpol butuh figur kuat basis dan kuat kesiapan cost politik seperti AAS,” ujar Suwadi.
Begitupun dengan Ganjar Pranowo. Menurutnya, Ganjar butuh figur yang memiliki tiga kesiapan ril; punya basis, punya cost politik, dan punya kemampuan meyakinkan partai.
“Dan sosok Amran memiliki tiga kemampuan tersebut. Untuk itu sudah tepat jika Ganjar menaruh perhatian kepada sosok AAS,” tutur Suwadi.
Analisis serupa disampaikan pengamat politik dari Universitas Hasanuddin Dr Andi Lukman Irwan.
Menurutnya, Amran Sulaiman sangat wajar jika mendapat perhatian dan bahkan dukungan dari partai politik maupun bakal capres.
Sebab sosok AAS adalah figur yang kuat di kawasan timur Indonesia. Beliau dapat menjadi representasi figur kawasan timur yang memiliki pengalaman mumpuni.
“AAS memiliki semua kapasitas seorang bakal cawapres. Dia cerdas, visioner & memiliki magnet elektoral yang kuat. Dia siap cost politik, dan AAS kuat pengaruhnya dibeberapa parpol,” kata Lukman dalam rilisnya.
Meski demikian mantan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman masih enggan bicara politik selepas menjabat di kabinet Jokowi-JK 2019 lalu.
Amran memilih mengurus bisnis Tiran Group yang membawahi kantor cabang 38 unit usaha. Perusahaan Amran bergerak di bidang tambang nikel, batu bara, pabrik, distributor gula, tebu, kakao, kepala sawir.
“Saya ingin fokus kerja sosial, saya fokus urus tambang, dan motivasi anak-anak muda membangun usaha untuk perekonomian bangsa,” kata Amran di Gedung ASS Building.
Amran tidak menyinggung soal ucapan karangan bunga dari ketua-ketua partai politik ataupun petinggi-petinggi negara. (**)
Artikel ini sudah tayang di Tribunnews.com dengan judul: Amran Sulaiman Banjir Karangan Bunga Ketua Umum Parpol dan Tokoh Nasional







