Ichlas Muhammad Ungkap Modus Penimbunan Laut Motewe di Muna

- Penulis

Sabtu, 7 November 2020 - 00:55 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua DPD PAN Muna, Ichlas Muhammad, saat orasi politik pada kampanye pasangan RaPi, Jumat, 6 November 2020. (Foto: Abdul Hasmied)

i

Ketua DPD PAN Muna, Ichlas Muhammad, saat orasi politik pada kampanye pasangan RaPi, Jumat, 6 November 2020. (Foto: Abdul Hasmied)

Panjikendari.com – Ketua DPD PAN Kabupaten Muna, Ichlas Muhammad, buka-bukaan soal proyek penimbunan Laut Motewe yang saat ini mangkrak atau terbengkalai. Mega proyek yang menelan Rp33 miliar tersebut terkesan menghambur-hamburkan anggaran.

Hal itu disampaikan Ichlas Muhammad saat berorasi pada kampanye pasangan calon Bupati Muna nomor urut 2 (dua) La Ode M Rajiun Tumada dan H La Pili (RaPi), di Kelurahan Raha II, Kecamatan Katobu, Kabupaten Muna, Jumat, 6 November 2020.

Hadir dalam kegiatan kampanye itu, paslon RaPi, tokoh masyarakat meliputi di antaranya Drs La Ode Arief Ati Malefu, La Ode Diale, La Ode Rifai Pedansa, dan sejumlah tokoh masyarakat lainnya.

Di hadapan ratusan masyarakat Kelurahan Raha II, Ichlas Muhamaad, menyampaikan bahwa ada dua pasangan calon yang bertarung pada Pilkada Muna 2020, yakni, Bupati Muna dan Bupati Muna Barat.

“Dua pemimpin punya karakter yang sangat berbeda. Pertama; Bupati Muna, punya karakter menghambur-hamburkan uang daerah untuk kepentingan diri sendiri. Bukan untuk kepentingan rakyat,” kata Ichlas.

Penimbunan Laut Motewe, kata Ichlas, merupakan salah satu bukti menghambur-hamburkan uang. Pasalnya, proyek dengan anggaran Rp33 miliar tersebut hingga saat ini tidak bermanfaat untuk rakyat.

“Untuk apa itu? Ternyata pada debat kemarin disampaikan bahwa itu (penimbunan Laut Motewe) adalah untuk aksesoris, itu hanya perhiasian,” tuturnya.

Ichlas memaparkan, tanah timbunan Laut Motewe diambil dari gunung hutan Warangga. Bekas pengambilan tanah dibuatkan jalan  dengan alasan untuk kepentingan rakyat.

“Tanahnya diambil gratis dan dibawa ke laut Motewe, tetapi anehnya timbunan Laut Motewe itu dianggarkan. Ini saya sengaja buka supaya masyarakat tau bahwa di situ berlipat-lipat keuntungan. Dalam penganggarannya, tanah dibeli, tapi dalam kenyataannya tanah tidak dibeli,” ungkapnya.

Baca Juga  Anak-anak Inobenggi Meriahkan Lomba Islami, Mahasiswa KKN UHO Jadi Penggerak

Menurut Ichlas, pekerjaan penimbunan laut Motewe yang tanahnya ‘dibeli’ dari pembukaan jalan di gunung Warangga menjadi satu bukti bahwa Bupati Muna tidak punya perencanaan yang matang untuk kepentingan daerah dan kesejahteraan masyarakat.

“Kalau bupati Muna Barat jelas sekali, beliau adalah pendobrak pembangunan di Muna Barat. Beliau punya konsistensi membangun daerah untuk kepentingan dan kemaslahatan masyarakat Muna Barat.”

“Dan In Syaa Allah, komitmen dan konsistensi beliau akan diterapkan di Kabupaten Muna dalam rangka membangun dan mensejahterakan rakyat Muna,” kata Ichlas disambut tepuk tangan warga yang hadir.

Pada kesempatan itu, Ichlas juga menyampaikan bahwa tidak ada yang bisa dibanggakan dan bisa dilanjutkan selama pemerintahan Muna saat ini

“Kalau di sana bicara lanjutkan, apa yang mau dilanjutkan, tidak ada apa-apa. Ditinggalkan rumah sakit oleh pak dokter, tidak diselesaikan. Ditinggalkan Pasar Laino oleh pak dokter, tidak juga ditunaskan, apa yang mau dilanjutkan, jadi tidak ada alasan untuk memilih nomor yang lain, kecuali nomor urut dua,” katanya. (Hasmid)

Facebook Comments

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel panjikendari.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BMKG: 22 Gempa di Sultra dalam Sepekan, Terbanyak di Koltim dan Konut
Basarnas Kendari Turunkan Tim SAR Cari Dua Mahasiswa UHO yang Tersesat di Hutan Konawe
Belajar dari Malang, PDAM Kendari Percepat Digitalisasi dan Reformasi Tata Kelola Layanan Air
MI Al-Istiqomah Kendari Raih Akreditasi A, Perkuat Pendidikan Islam Berbasis Karakter dan Digital
Basarnas Kendari Kirim Tim Bantu Pencarian Pesawat Hilang di Maros–Pangkep
Promo Januari 2026! Al-Munawwir Buka Kelas Berkuda & Panahan
Al-Munawwir Stable & Archery Reborn Gelar Pelatihan Dasar Berkuda di Kendari
Perjuangan Ojol Perempuan di Kolaka, Menghidupi Keluarga dari Jalanan

Berita Terkait

Jumat, 3 April 2026 - 11:19 WITA

BMKG: 22 Gempa di Sultra dalam Sepekan, Terbanyak di Koltim dan Konut

Rabu, 28 Januari 2026 - 09:00 WITA

Basarnas Kendari Turunkan Tim SAR Cari Dua Mahasiswa UHO yang Tersesat di Hutan Konawe

Selasa, 27 Januari 2026 - 20:32 WITA

Belajar dari Malang, PDAM Kendari Percepat Digitalisasi dan Reformasi Tata Kelola Layanan Air

Selasa, 27 Januari 2026 - 14:49 WITA

MI Al-Istiqomah Kendari Raih Akreditasi A, Perkuat Pendidikan Islam Berbasis Karakter dan Digital

Kamis, 22 Januari 2026 - 14:34 WITA

Basarnas Kendari Kirim Tim Bantu Pencarian Pesawat Hilang di Maros–Pangkep

Berita Terbaru