Harlah ke-22, Jaelani: PKB Konsisten Melayani Indonesia

- Penulis

Jumat, 24 Juli 2020 - 21:32 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana peringatan Harlah ke-22 PKB di Kantor DPW PKB Sultra, Kamis malam, 23 Juli 2020.

i

Suasana peringatan Harlah ke-22 PKB di Kantor DPW PKB Sultra, Kamis malam, 23 Juli 2020.

Panjikendari.com – Memperingati Hari Ulang Tahun (Harlah) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ke-22, Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PKB Sulawesi Tenggara menegaskan komitmen melayani Indonesia.

Dalam memperingati Harlah ke-22, DPW PKB Sultra menggelar kegiatan keagamaan pembacaan yasin, tahlil, dan doa untuk bangsa di Kantor DPW PKB Sultra, Kamis malam, 23 Juli 2020.

Selain itu, menyaksikan live streaming pagelaran wayang Climen Online “Pandawa Bangkit” oleh DPP PKB, PKB TV, NU Channel, Dalang Seno, Ki Seno Nugroho.

Ketua DPW PKB Sultra Jaelani mengatakan, usia PKB yang telah mencapai 22 tahun terbilang muda bila mengikuti pertumbuhan manusia.

Dengan usianya ini, ia berharap, kader PKB di Sultra terus berada di garda terdepan dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat.

“Kader PKB harus terus mendekatkan diri kepada masyarakat sebagai wujud pengabdian partai kepada publik sekaligus menjadi wujud konsistensi Melayani Indonesia,” kata Jaelani dalam rilisnya.

Ia menyatakan, di Harlah ke-22 PKB ini, DPW PKB Sultra turut mendoakan agar bencana wabah Covid-19 juga segera berakhir agar kehidupan masyarakat kembali normal.

Ia juga turut menyinggung bencana alam yang terus menimpa Bumi Anoa dalam beberapa bulan terakhir. Bencana banjir yang melanda Konawe, Konawe Selatan, dan Konawe Utara harus menjadi titik tolak untuk melakukan koreksi penyebab bencana tersebut.

“Kader PKB harus memiliki pemikiran konstruktif kepada pemerintah terkait penyebab banjir ini,” harapnya.

Ia juga berharap, di Harlah PKB pada tahun politik ini berlangsung damai dan lancar. Menurutnya, setiap perhelatan demokrasi, perbedaan pilihan politik itu adalah keniscayaan. Namun bukan berarti harus terpecah atau saling merendahkan satu sama lain.

“Mari kita dorong pilkada ini sebagai ajang pesta rakyat. Perbedaan pilihan politik itu wajar. Gusdur pernah berkata, yang lebih utama dari politik adalah kemanusiaan,” pungkasnya. (rls)

Facebook Comments
Baca Juga  Merasa Dicemarkan Nama Baiknya, Suhuzu Polisikan Pemilik Akun FB Jamal Gaunalanga

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel panjikendari.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

GMNI Kendari Tantang DPRD Sultra: Makan Gratis atau Masa Depan Pendidikan?
Dorong Gizi Seimbang, DPR RI Sosialisasikan Program Makanan Bergizi Gratis di Kolaka Timur
Wakil Bupati Buton Audiensi dengan DPR RI: Bahas Potensi Alam dan Akses Internet di Buton
Mastri Susilo Terpilih Aklamasi Pimpin PATRI Sultra
Alvin-Syarif Lakukan Registrasi dan Pemeriksaan Kesehatan di Kemendagri
Bupati dan Wabup Koltim Siap Dilantik, Jalani Pemeriksaan Kesehatan di Kemendagri
Festival Palembang Maju: Yudha-Bahar Hadirkan Kemeriahan Seni Budaya dan UMKM Lokal di Benteng Kuto Besak
Pendapat Pengamat Politik UHO soal Pilkada Mubar dan Wacana Kotak Kosong

Berita Terkait

Kamis, 27 Februari 2025 - 22:20 WITA

GMNI Kendari Tantang DPRD Sultra: Makan Gratis atau Masa Depan Pendidikan?

Rabu, 26 Februari 2025 - 09:15 WITA

Dorong Gizi Seimbang, DPR RI Sosialisasikan Program Makanan Bergizi Gratis di Kolaka Timur

Selasa, 25 Februari 2025 - 22:55 WITA

Wakil Bupati Buton Audiensi dengan DPR RI: Bahas Potensi Alam dan Akses Internet di Buton

Minggu, 23 Februari 2025 - 16:23 WITA

Mastri Susilo Terpilih Aklamasi Pimpin PATRI Sultra

Senin, 17 Februari 2025 - 21:00 WITA

Alvin-Syarif Lakukan Registrasi dan Pemeriksaan Kesehatan di Kemendagri

Berita Terbaru