Fakultas Pertanian UHO Kenalkan Tumpangsari Jagung–Nilam untuk Petani Muna

- Penulis

Selasa, 16 September 2025 - 11:15 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Panjikendari.com – Fakultas Pertanian Universitas Halu Oleo (UHO) kembali menegaskan komitmennya terhadap pengembangan pertanian berkelanjutan melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat Internal Fakultas yang dilaksanakan di Desa Bea, Kecamatan Kabawo, Kabupaten Muna, Ahad, 14 September 2025.

Kegiatan ini diikuti oleh 20 orang petani dan dihadiri langsung oleh Kepala Desa Bea, La Sania, yang memberikan dukungan penuh terhadap upaya peningkatan kapasitas petani di wilayahnya.

Tim dosen dari Fakultas Pertanian UHO tampil langsung memberikan materi sekaligus pelatihan praktis. Narasumber utama adalah Dr. Zulfikar, S.P., M.P. dari Jurusan Ilmu Tanah dan Dr. Abdi, S.P., M.P. dari Jurusan Agribisnis. Kegiatan ini juga mendapat dukungan penuh dari akademisi lainnya, yakni Prof. Andi Bahrun, S.P., M.P. dari Jurusan Agroteknologi serta Dr. Dhian Herdiansyah, S.P., M.P. dari Jurusan Ilmu dan Teknologi Pangan.

Dalam kesempatan ini, tim memperkenalkan inovasi tumpangsari jagung–nilam sebagai strategi baru untuk menjawab tantangan pertanian di Desa Bea. Selama ini mayoritas petani masih mengandalkan sistem ladang berpindah yang berisiko menurunkan kesuburan tanah dalam jangka panjang.

Sementara itu, jagung lokal sebagai komoditas utama sebagian besar hanya dipasarkan dalam bentuk jagung muda dengan nilai jual yang terbatas. Melalui sistem tumpangsari, jagung dipilih karena mampu memberikan pendapatan cepat dalam tiga hingga empat bulan, sementara nilam atau Pogostemon cablin sebagai tanaman penghasil minyak atsiri bernilai ekspor tinggi dapat memberikan pendapatan berulang hingga dua sampai tiga tahun. Kombinasi ini memberikan keuntungan ganda bagi petani, yakni memperoleh penghasilan jangka pendek sekaligus jangka panjang dalam satu pola tanam.

Selain penyampaian teori, kegiatan ini juga menghadirkan pelatihan pembuatan pupuk organik dengan memanfaatkan sisa panen jagung. Para petani diajarkan cara mengolah limbah pertanian menjadi kompos atau bokashi yang mampu memperbaiki kesuburan tanah, meningkatkan kandungan bahan organik, sekaligus menekan biaya produksi. Pendekatan ini diharapkan mampu mengurangi ketergantungan petani terhadap pupuk kimia dan memperkuat praktik pertanian yang ramah lingkungan.

Baca Juga  Sempat Buron Usai Aniaya Temannya, Gunawan Akhirnya Menyerahkan Diri

Kepala Desa Bea, La Sania, menyampaikan apresiasinya atas terlaksananya kegiatan ini dan berharap agar para petani dapat segera mengadopsi pola tumpangsari jagung–nilam. Ia menilai pola ini dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus menjaga kelestarian lahan pertanian. Sementara itu, Dr. Zulfikar menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk mengubah pola ladang berpindah menjadi ladang menetap berbasis konservasi sehingga petani tidak hanya memperoleh peningkatan pendapatan, tetapi juga mampu menjaga keberlanjutan lingkungan.

Melalui kegiatan ini, Fakultas Pertanian UHO menunjukkan kontribusi nyata dalam mendukung pembangunan pertanian berkelanjutan di Sulawesi Tenggara. Desa Bea diharapkan dapat menjadi desa percontohan penerapan tumpangsari jagung–nilam sekaligus inspirasi bagi desa-desa lain dalam mengembangkan sistem pertanian yang inovatif, mandiri, dan berwawasan lingkungan. (*)

Facebook Comments

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel panjikendari.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BMKG: 22 Gempa di Sultra dalam Sepekan, Terbanyak di Koltim dan Konut
Peletakan Batu Pertama GOR UM Kendari, Sultra Perkuat Infrastruktur Pendidikan Tinggi
Kepala BB Sultra Sapa Siswa SMAN 2 Kendari Bawa Pesan Mendikdasmen
Basarnas Kendari Turunkan Tim SAR Cari Dua Mahasiswa UHO yang Tersesat di Hutan Konawe
MI Al-Istiqomah Kendari Terapkan Cara Unik PPDB, Jaring Siswa Lewat Lomba Edukatif Anak Usia Dini
Belajar dari Malang, PDAM Kendari Percepat Digitalisasi dan Reformasi Tata Kelola Layanan Air
MI Al-Istiqomah Kendari Raih Akreditasi A, Perkuat Pendidikan Islam Berbasis Karakter dan Digital
Basarnas Kendari Kirim Tim Bantu Pencarian Pesawat Hilang di Maros–Pangkep

Berita Terkait

Jumat, 3 April 2026 - 11:19 WITA

BMKG: 22 Gempa di Sultra dalam Sepekan, Terbanyak di Koltim dan Konut

Rabu, 1 April 2026 - 20:50 WITA

Peletakan Batu Pertama GOR UM Kendari, Sultra Perkuat Infrastruktur Pendidikan Tinggi

Rabu, 28 Januari 2026 - 09:00 WITA

Basarnas Kendari Turunkan Tim SAR Cari Dua Mahasiswa UHO yang Tersesat di Hutan Konawe

Rabu, 28 Januari 2026 - 06:34 WITA

MI Al-Istiqomah Kendari Terapkan Cara Unik PPDB, Jaring Siswa Lewat Lomba Edukatif Anak Usia Dini

Selasa, 27 Januari 2026 - 20:32 WITA

Belajar dari Malang, PDAM Kendari Percepat Digitalisasi dan Reformasi Tata Kelola Layanan Air

Berita Terbaru